Pelabuhan Cinta.

Pelabuhan Cinta.
7. Keseruan gibahin bos


__ADS_3

Zahira mengembuskan nafas panjang, terlihat dari wajahnya dia sangat kelelahan. Buliran keringat membasahi bagian dahi dan atas bibirnya. Rupanya, walaupun sedang berada di ruangan ber AC, tetap saja dia merasakan gerah. Kegiatannya menjadi seorang pelayan begitu menguras tenaga, Tapi zahira tetap semangat dalam menjalankan pekerjaan itu.


Untuk mengurangi rasa lelahnya, Zahira duduk sejenak dan bersandar seraya memejamkan mata. Dia merasakan ada tangan yang sedang mencoleknya. Dia buka matanya lebar-lebar, ternyata dia adalah Azizah, wanita yang menjabat sebagai asisten koki di restoran itu. Zahira mengerutkan kening melihat ekspresi mata Azizah seolah menunjukan sesuatu melalui kerlingan matanya.


"Maksud nya apa?"bisik Zahira,tapi Azizah hanya membalasnya dengan gerakan bibir tanpa suara. Namun wanita cantik dengan bulu mata lentik itu paham apa yang sedang azizah ucapkan. Segera zahira dan azizah menundundukan kepala. Rupanya bos mereka sudah datang.


"Selamat siang pak." sapa Azizah pada sang bos. Sedangkan Zahira tidak berani mengangkat kepalanya, karena takut bertatapan mata dengan si bos, mengingat kesalahan nya tempo hari.


Rupanya Hasan tidak menjawab sapaan dari karyawannya, dia hanya berjalan dengan tegak dan tatapan lurus tanpa menghiraukan para manusia yang ada di sekitarnya. Mendadak keadaan begitu terasa dingin, dengan hadirnya si bos yang bermuka datar, tak ada ekspresi.


"Mukanya serem amet yak!" bisik zahira sambil cekikikan,"husst kamu benar" timpal Azizah cekikikan, yang semakin menambah keseruan dalam meng gibahi bosnya.


"Jangan membicarakanku dibelakang, atau besok, kalian tak akan bisa berkeliaran di tempat ini lagi!" ucap Hasan menegaskan. Ternyata hasan mendengar apa yang mereka bicarakan, karena langkahnya belum terlalu jauh dari mereka berdua.


Wajah kedua wanita cantik itu menjadi pias, rasa takut terlukis di wajah mereka.


Busyeet, tajem bangat pendengaran nya. Makan apa sih tuh orang. Tentu saja ucapan itu hanya mampu diucapkan dalam hati oleh zahira.


Ketegangan berangsur mereda ,sosok lelaki tanpan yang tinggi dan sedikit memiliki brewok di rahangnya, sudah tak terlihat lagi oleh pandangan dua gadis yang diam sedari tadi menunduk, karena ucapan intimidasi dari sang bos.


"Sudah, mari kita bekerja lagi. Nanti kena semprot, dan kita tak bisa berkeliaran disini lagi."ucap Azizah meniru kata-kata dari Hasan. Seketika tawa mereka pecah di buat nya.


Sedangkan di tempat lain, dimana ruangan Hasan berada dia masih memerhatikan tingkah kedua wanita itu, yang kembali ceria ketika tak ada dirinya. ruangan yang hasan miliki memang memiliki kaca hitam dari luar.

__ADS_1


Sehingga orang yang ada di dalam bisa melihat keluar tanpa di ketahui orang yang ada di luar.


Ia tersenyum simpul memandangi kedua wanita yang ceria walau sedang bekerja, entah apa yang sedang dia pikirkan.


Dan ahirnya tiba saatnya pulang. Zahira berada di tempat biasa menunggu kendaraan lewat.


"Za aku pulang duluan ya" kata Azizah yang mengendarai sepeda berboncengan dengan Wadiah teman seperjuangan nya. "Ya hati-hati," ucap Zahira sambil melambaikan tangannya. Tak lama ponselnya berbunyi ternyata Naufal menolfon.


"Halo"


" ...."


Zahira diam mendengar apa yang di ucapkan Naufal dalam telfon. Seketika dahinya berkerut dan senyumnya memudar. Rupanya Laki-laki berkulit sawo matang itu membatalkan janjinya yeng ingin menjemputnya, karena ada halangan mendadak yang tak bisa dia tinggalkan.


'kayaknya mobil yang kemaren deh' gumam zahira. Wajahnya tercengang setelah kaca sepion di buka oleh si pengendara, ternyata itu adalah bos yang bermuka tembok. Seketika wajah nya menunduk. Takut berhadapan dengan sibos.


Rupanya si bos membuka pintu depan di samping pengemudi. Tampaknya lelaki itu ingin memberi tumpangan kepada Zahira.


"Bapak ngajak saya pulang" tanya Zahira.


Si bos hanya mengangguk kan kepalanya tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Zahira.


'Jawab ia kek, sulit banget membuka mulut, aku kayak berhadapan dengan tembok beneran kalau begini' batin Zahira yang wajahnya menampilkan kejengkelan. Tanpa berfikir lama dia mendaratkan bokongnya ke tempat duduk empuk yang selama ini menjadi tumpangan si bos.

__ADS_1


Pintu ditutup mobil pun berjalan. Di perjalanan tak ada yang berani membuka suara. Hening, Zahira pun bingung takut salah bicara, ahirnya dia memilih diam agar posisi nya tetap aman. Ahirnya suara berat membuyarkan lamunan nya.


"Tidak Usah tegang, Aku tidak meng gigit, kecuali kamu sendiri yang minta di gigit" ucap nya menyeringai.


'Gila, bisa aja muka tembok ini bercanda. Kenapa aku jadi merinding ya, mendengarnya' batin Zahira yang dengan tiba-tiba dia memegang tengkuknya.


"eh, tidak pak, bapak bercanda aja" jawab nya cengengesan.


"Kalau aku serius memangnya kenapa?" ucapnya nya dengan tersenyum menyeringai.


'Wah gila ni ya bos, belum kenal aja sudah mau gigit orang aja,' fikir zahira.


Dia bergidik ngeri membayangkan bosnya tukang gigit.


"Kenapa begong ?" tanya hasan yang sesekali pandangannya tertuju pada perubahan mimik wajah zahira.


"Ah tidak pak, tadi aku ngebayangin bapak lagi gigit orang, pluk!." zahira langsung menepuk mulutnya yang dirasa salah bicara.


Wajahnya semakin pias, dan merasa tidak enak karena telah membayangkan bosnya yang tidak-tidak.


Melihat tingkah zahira yang kadang konyol membuat hasan tersenyum, dan tiba-tiba saja hasan ingin mengerjai orang yang ada di sampingnya.


***

__ADS_1


__ADS_2