Pelabuhan Cinta.

Pelabuhan Cinta.
3. Tentang perasaan


__ADS_3

"Zahira, tunggu ..., ada yang ingin ku bicarakan. !" nafas naufal terengah-engah, langkahnya terhenti saat zahira diam menunggu ucapan nya.


"Nanti sore kamu harus ikut aku.!


"Kenapa harus?" tanya zahira


"Karena sudah membuatku berlari mengejarmu, hingga membuat jantungguq naik turun tak beraturan, kau harus bertanggung jawab," ucap naufal semangat


"Helleh ... , lebbayyy ..." ejek zahira, bersidekap sambil memutarkan bola mata.


" Ayolaah, ku mohon" meletakkan tangan di depan dada berharap zahira menuruti permintaan nya.


"Karena kamu memaksa, baik lah."


"Yeah.., aku tunggu di tempat biasa," berlari dengan senyum kebahagiaan, melambaikan tangan dan pergi menjauh memunggungi zahira.


Zahira hanya bisa meng geleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum geli dengan tingkah laku temen nya itu.


***


"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya zahira penasaran.


Naufal hanya tersenyum membalas pertanyaan dari zahira, mereka pergi dengan sepeda motor supravit kebanggaan naufal, semakin tersimpan rasa penasaran di hati zahira, karna di dalam perjalanan tak ada yang ingin bersuara. Hening, hanya bunyi deru kendaraan dan sesekali bunyi klakson terlontarkan.


mereka sibuk dengan fikiran masing-masing.


Tiga puluh lima menit berlalu, sampailah mereka di tempat yang di tuju, terlihat pemandangan indah yang memanjakan mata. pohon-pohon tinggi menjulang yang membuat kesejukan di sekitar tempat, mereka duduk di kursi yang terbuat dari semen. Mereka bersantai di sana sambil melihat-lihat bunga-bunga yang bermekaran indah dan tersusun rapi menurut jenis nya.


Perhatian mereka tertuju pada kolam ikan yang terletak di tengah-tengah taman, menjadi ikon yang menarik dari taman tersebut. membuat para pengunjung yang datang langsung melihat ke arah kolam yang di penuhi ikan hias yang beraneka ragam jenisnya.


Lama zahira memerhatikan ikan di kolam, hingga tanpa sadar pandangan nya teralihkan

__ADS_1


terhadap bunga mawar yang sangat indah, dia melangkah hendak pergi ketempat bunga mawar, melewati rerumputan hijau.


Melihat zahira beranjak dari tempat nya. naufal mengikuti dari belakang,seketika langkah zahira terhenti. begitupun langkah naufal yang mengikuti.


plek ... plek ... cup ... cup ... ck ... ck ...


"Bunyi apa itu fal?" tanya zahira penasaran.


"Sstttttt" naufal meletakan telunjuknya di depan bibirnya sendiri, menandakan kalau zahira di larang berisik.


Mereka berjalan mengendap pergi ke arah asal suara, didedakat pohon bringin yang tidak jauh dengan bunga mawar yang indah.


Seketika dua bola mata dua insan tersebut terbelalak lebar dengan mulut yang mengaga. Detak jantung mereka terpompa dengan cepat, mereka mematung melihat pemandangan yang ada di balik pohon bringin, fikiran mereka belum tersadar sepenuhnya, sampai pada saat nya zahira menarik tangan naufal dengan tergesa menghindari tempat kejadian.


"Kenapa menarik tangan ku?" ucap naufal kesal.


" Kamu mau mata mu bintilan melihat hal yang tidak senonoh" jelas zahira.


Mulut zahira komat kamit tanpa suara. tak berminat menjawab candaan dari naufal, lalu dia berjalan memunggungi naufal sambil memutar bola matanya jengah.


"Ra' tunggu, doyan banget sih ninggalin orang" berlari mengejar zahira.


Pandangan zahira teralihkan pada naufal yang sudah ada di sampingnya.


"Sebenarnya kamu ngajak aku kesini, alasan nya apa?" tanya zahira.


Naufal mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya, dan menyodorkan kepada lawan bicaranya zahira,


"Ini apa?"


" Di buka aja"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang zahira langsung membuka bungkus kotak yang berada di pangkuan nya. Keningnya berkerut. mengambil satu batang cokelat dan ditunjukan kedepan naufal.


" Coklat, maksud nya apa?"


" Sebenarnya, aku hanya ingin berjalan berdua denganmu, membuat kisah manis, ditemani coklat yang manis, bersamamu yang senyumnya pun tak kalah manis, sebelum kamu sibuk dengan pekerjaanmu. maka kugunakan waktu luang ini." ucap naufal menjelaskan.


Zahira di buat tersipu malu mendengar gombalan dari naufal, walau terdengar alay tapi mampu membuat pipi zahira bersemu merah.


"Memang, aku sudah di terima kerja.? tanya zahira penasaran.


"Yup, kamu di terima tanpa interview, aku sudah bilang kalau kamu kuliah. Jadi aku nyaranin sama hasan kerjaan mu ambil shif sore ampe malem, jadi mulai besok kamu sudah bisa bekerja," terang naufal.


"Makasih ya naufal, kamu memang temenku yang paling baek," tanpa canggung zahira memeluk naufal saking bahagianya menerima kabar baik.


Naufal membalas pelukan zahira, perasaanya semakin berbunga-bunga. ada rasa bangga terhadap dirinya yang mampu membahagiakan zahira, dia semakin mengeratkan pelukan nya, aroma tubuh zahira semakin membuat fikiran naufal membumbung tinggi pergi ke angkasa.


"Seandainya waktu bisa ku tahan, aku betah bertahan di posisi seperti ini semalaman, bersamamu ra"


ucap naufal dalam hati.


"Uugh ... lepasin woy ..., sesak napas ini, lu cari-cari kesempatan dalam kesempitan" ucap zahira menggerutu.


"Maaf ira , aku hilaf habis nya di peluk enak sih" jawab naufal cengengesan.


"Dasar..!! nikah sana biar ada yang meluk"


" Boleh, ayok"


Zahira hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya menghadapi sikap naufal yang kekanakan-nakan.


Mereka menghabiskan waktu bersama dengan bersuka cita. Canda tawa tak luput dari tingkah keduanya. mereka berjalan menyusuri taman. menikmati suguhan keindahan yang ada di sekitar mereka.

__ADS_1


Tak terasa, waktu sudah hampir petang, zahira minta diantar pulang karna kepikiran sama ayahnya yang belum sepenuh nya sehat.


__ADS_2