Pelabuhan Cinta.

Pelabuhan Cinta.
5. Pertamakali kerja


__ADS_3

pukul 03.55 zahira terbangun dari tidur manis nya, mata nya sayu, dengan langkah gontai dia berjalan kekamar mandi untuk mandi dan menunaikan ibadah solat subuh.


setelah solat dia bergegas mengambil hape nya d atas nakas. senyum nya terukir, membaca pesan singkat yang naufal kirim


hatinya berdebar, perasaan gelisah menghampirinya. fikiran nya bingung terhadap sikap yang naufal berikan. mengapa naufal hanya memberikan kalimat-kalimat sanjungan tanpa dia mau mengungkapkan perasaan nya, harus kah dia bahagia ? atau malah waspada dengan sifat naufal yang manis tapi menyimpan kepahitan di dalam nya.?,


(" jangan terlalu mengumbar, kata-kata yang membuat hati seseorang menjadi berbunga-bunga, karna sesuatu yang kamu ucapkan akan ada pertanggung jawaban nya, tidak didunia bisa jadi di ahirat.") zahira membalas chat naufal yang terkirim tadi malem, tak lupa dia membuka grup chat kampus yang jumlah komen nya sudah mencapai 300.


"kenapa malah ngaji nya pake hape, quran nya di anggurin?" tegur ayah yang yang kondisinya mulai baikan setelah beristrahat cukup di dalam rumah.


" eh ayah, iya ini ira mau ngaji, wakiah ya yah?" jawab zahira cengengesan. sambil berjalan menghindari tatapan seram ayah nya.


"zahira....!!, kenapa pake nanyak...? teriak sang ayah geram melihat zahira menghindarinya tanpa rasa bersalah.,


secepat kilat zahira mengambil al.quran dan membacanya. zahira sengaja mengeraskan volume suaranya. agar sang ayah berhenti marah dan meng intimidasi.


sang ayah hanya mampu meng geleleng-gelengkan kepalanya. melihat tingkah laku zahira yang kekanakan-nakan.


+++++++


di kantin kampus.


"ra nanti ke restoran biar aku yang nganter ya? sekalian aku yang kenalkan kamu sama pemiliknya."


"emang kamu deket ya sama dia?"


"iya tapi kan sekarang lebih deketan kita dari pada dia"


"mulai deh "


"hahahaha.., ya jadi gini dia temen ku sewaktu sekolah di desaku, dia di sekolahkan ke desaku oleh orang tuanya karna neneknya orang madura, sekalian dia tinggal sama neneknya. sebenarnya sih kelas kita sama. cuman karna aku masih mengnggur jadi keduluan dia yang di wisuda" ucap naufal menjelaskan.

__ADS_1


"oh.., " jawab zahira tampa berhenti mengunyah makanan yang bertengger di mulutnya.


"ia begitu" menatap zahira tanpa berkedip terpukau dengan kecantikan nya.


merasa di perhatikan pipi zahira jadi merona, tiba-tiba saja suasananya begitu canggung, zahira sulit untuk mengangkat wajahnya . dia makan dengan penuh hidmat tanpa adanya obrolan selanjutnya. merasa ke adaan menjadi hening naufal membuka percakapan.


" ra"


"ia"


"kenapa tiba-tiba aku lupa ya mau ngomong apa, hehe.." naufal cengengesan.


"hah.." zahira melongo.


berdiri dari kursi dan berjalan membayar bakso yang sudah kandas tanpa sisa.


naufal terburu -buru mengejar langkah zahira, tak lupa dia membayar tagihan yang telah dia santap tadi.


+++++++


di restoran


"halo.. kamu dimana?"


terlihat naufal berbincang dengan seseorang di sebrang sana, sesekali dahinya berkerut dan meng angguk anggukkan kepalanya. entah lah apa saja yang mereka bicarakan. tiba tiba dia melangkah menghampiri zahira yang duduk di kursi tempat para pengunjung memesan makanan nya.


dia memberi pengertian pada zahira agar pergi ke tempat ganti seragam, dan dia akan memanggil azizah yang menjabat sebagai asisten koki untuk menemuinya,dan memberi contoh bagaimana menjadi seorang pelayan yang good attitude. karna zahira belum berpengalaman. untuk sementara waktu pekerjaan nya hanya melayani tamu yang datang dan mencatat pesanan.


"hay zahira, kenalkan aku azizah, semoga kamu betah kerja disini," azizah menggantungkan tangan untuk menjabat tangan zahira. terlihat azizah sangat ramah dalam menyapa zahira,


" eh ia, salam kenal, mohon binbingan nya ya kak" ucap zahira dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"mari ikut aku, akan ku perkenalkan sama temen-temen yang lain dan juga berkeliling tempat ini" azizah berjalan sambil menggandeng zahira bertemu dengan teman yang lain.


semua karyawan, dengan senang hati menerima kehadiran zahira sebagai kelompoknya, ahirnya hati zahira menjadi lega. dia bisa tanpa canggung berinteraksi dengan sesama karyawan. sedangkan naufal pamit pulang setelah melihat zahira nyaman dengan orang-orang yang baru dia kenal.


pekerjaan yang di jalani zahira cukup menguras tenanga, karna disamping memang banyak pelanggan yang berdatangan dia harus di paksa bolak balik untuk memenuhi setiap kebutuhan para palanggan. karna itu sebuah tuntutan untuk membuat perut pelanggan menjadi kenyang.


disaat zahira ingin mengantarkan minuman tiba-tiba saja dia tanpa menoleh dan langsung membalikan badan. alhasil minuman yang dia pegang tumpah ke jas lelaki tampan yang hendak berjalan melewatinya.


seketika wajah zahira terlihat pias dengan detak jantung yang tak beraturan. bayangkan saja baru pertama kerja sudah melakukan kesalahan.


"eh.., maaf pak, saya tidak sengaja. mari saya bantu bersihkan" ucap zahira gemetar.., saking paniknya dia mengelap jas mahal yang di kenakan lelaki tersebut dengan taplak yang biasa dia pakai untuk membersihkan meja,


alhasil wajah lelaki yang di tabraknya tadi semakin memerah dengan rahang yang mengeras. tampaknya dia semakin marah dengan tindakan yang zahira lakukan. tanpa berkata sepatah katapun tangan zahira di kibas kan secara kasar membuat zahira mengaduh kesakitan.


tanpa memikir betapa paniknya suasana hati zahira, lelaki berjas putih yang sudah ternodai oleh taplak yang malang, belalu pergi dengan tatapan sinis, meninggalkan zahira yang diam menunduk ketakutan.


dan reflek mata zahira menjadi berkaca-kaca, dia memumungut pecahan beling yang jatuh berserakan di lantai.


ada seseorang yang menupuk pundaknya pelan seolah dia menyuruh zahira untuk bersabar.


"sudah lupakan saja, anggap saja ini teguran . supaya kebelakangnya kamu menjadi lebih hati-hati, semoga saja pak bos marah nya tidak terlalu parah hingga memecatmu yang bekerja masih blom sehari" tutur azizah. zahira panik, dan menjawab sambil tergagap.


"ja ..jadi di..dia adalah bos?" tanyanya,


azizah hanya mengnggukkan kepala dan membantu zahira membereskan kekacauan yang dia buat.


sepulangnya dari restoran zahira menunggu angkot di depan tidak jauh dari lokasi resto, dia dengan sabar menunggu. lima menit kemudian ada sebuah mobil yang berheti di depan nya. seolah sang pengendara ingin memberi tumpangan, namun tak beberapa lama mobil itu berjalan kembali. membuat zahira memonyongkan bibirnya tanda kecewa.


" itu siapa tadi ya? kenapa berhenti di depan ku kalau tidk mau memberikan tumpangan? dasar orang kaya sombong" gerutu zahira sambil mulutnya komat kamit kayak mulut dukun yang lagi baca mantra.


ahirnya zahira memutuskan untuk pulang dengan ojek online. karna malam sudah semakin larut. tidak memungkin kan ada angkot lewat.

__ADS_1


#########


__ADS_2