
via yg melihat arga tergeletak pingsan diatas tanah...ia pun menolongnya, lalu membawa ketempat yg lebih aman.
via membawa arga dengan cara memapahnya, "uhhh...berat sekali" keluh via, sambil mengelap keringat yg mengalir diwajah cantiknya. dan sampailah, via disebuah tempat batu yg berukuran sangat besar, membentuk seperti gua... kemudian via masuk kedalam membaringkan tubuh arga.
lalu via mengecek keadaan arga! "haah ternyata terkena racun.."(batin via). tapi, jenis racun apa ini. gumam via sedikit bingung. ia mencoba mengfokuskan pikirannya dan kembali mengecek keadaan arga. akhirnya, via dapat mendeteksi jenis racunnya. racun ini disebut dengan nama "strichynine".
racun strichynine adalah cairan zat putih yg berbau harum seperti parfum, racun ini dapat dihirup atau diberikan secara oral. jenis racun ini, dapat menyebabkan kontraksi pada otot leher dan kepala, akan sangat berbahaya jika racunnya menyebar keseluruh tubuh yg bisa mematikan saraf otot-otot lainnya secara perlahan.
"harus cepat ditangani" batin via. untung gue ahli dalam bidang pengobatan".
via pun keluar meninggalkan arga sendiri, untuk mengumpulkan berbagai macam tumbuhan obat yang dapat menetralkan segala jenis racun. setelah, mengumpulkan berbagai tumbuhan obat. via kembali, kemudian mengolah tumbuhannya menjadi obat penawar, lalu meminumkan kepada arga.
beberapa menit kemudian, obatnya sudah mulai bekerja, arga pun mulai siuman... "akhhh...(pekik arga), saya dimna" ucap arga pelan sambil memegang kepalanya yg masih sakit.
"jngan banyak bergerak, racunnya belum sepenuhnya hilang. lagian kamu aman disinih. saya juga sdah memberikan kamu obat penawarnya?
tapi setelah kembali dari pulau ini, saya sarankan agar kamu kerumah sakit. soalnya, jenis racun ini sangat berbahaya bagi tubuh.. untuk masa pemulihannya, hanya bisa mendapat perawatan drumah sakit dengan baik".
"ehmm... bisakah kmu meminjamkan ponsel".
"hufff..... bukannya bilang terimakasih, ahh sudahlah, ngapain juga harus dpikirin, batin via kesal. "tentunya" sambil mengeluarkan ponsel miliknya dan memberikan kearga.
arga mengetik nomor ze diponsel milik via, lalu menghubungkan panggilannya. tuuuttt...tuuuuuuuut, lama panggilan baru diangkat diseberang sanah.
"hallo ze... ini aku arga".
__ADS_1
ze yg mendengar suara arga, dari nomor asing. akhirnya lega... soalnya dari tadi ia menghubungi nmor milik arga, tidak ada jawaban sama sekali. banyak pertanyaan yg ze lontarkan. "boss, baik-baik sajakan... dari tadi aku hubungi nmor boss! tetapi tidak diangkat".
arga yg mendapatkan banyak pertanyaan dari ze, arga menjadi sangat pusing... soalnya keadaannya masih belum pulih. "hari ini kamu cerewet sekali, tolong jemput saya sekarang".
ze yg mendengar suara arga yg tidak seperti biasanya menjadi sangat khawatir. "baik boss". lalu mutuskan panggilan dan pergi menjemput arga sesuai lokasi yg sudah diberitahukan.
****
arga pun mengembalikan ponsel milik via "ini saya kembalikan ponselnya".
"ehmm... istirahatlah dulu agar cepat kembali pulih".
arga menuruti perkataan via untuk beristirahat sebab tubuhnya juga masih sangat lemas.
ze melihat kearah via meminta penjelasan... "kenapa, kmu bisa bersama dengan boss saya". tatap ze penuh curiga.
"aww.... sakit tau (sambil memegang pergelangan tangannya yg memerah), saya sudah menyelamatkan nyawanya, bukannya bilang terimakasih.... malah main tarik tangan saya segala...".ucap via kesal.
"jngan berani menipu saya" balas ze masih menatap dengan penuh curiga.
"siapa juga yg menipu kmu! apa untungnya buat saya".
"awas saja kalau sampai kamu ketahuan menipu saya, bakal gue cincang tubuhloh buat makanan buaya" ancam ze.
"terserah... mending sekarng bawa temenloh kerumah sakit dulu... soalnya dia keracunan, meskipun gue sudah meminumkan obat penawarnya. tapi untuk masa pemulihannya, lebih baik dibawa krumah sakit supaya mendapat perawatan dengan cukup,
__ADS_1
"apa kamu bilang? racun.... kenapa bisa" seketika arga kaget mendengarnya.
"mana saya tau... tapi waktu saat saya menolongnya. ada sekelompok pria berpakaian serba hitam... yg mau menangkap teman loh... mungkin ada hubungannya dengan mereka".
("sialan... ternyata perbuatan sirubah tua itu, awas saja kalau sampai bos kenapa-napa... gak akan gue lepasin.. rubah tua" guman ze geram dalam hati).
"woyyy... selamatin teman lohh dulu, kok malah bengong sih... mau teman loh sekarat disinih".
ze pun buyar dari lamunannya, ketika mendengar suara via! ehhh... ii...iyaa (jawabnya gugup).
"dasar orang aneh".batin via.. "kamukan sudah disinih, jadi saya bisa pergi".
"enak ajah, main pergi.... gue masih belum percaya dengan penjelasan kmu. siapa tau kalau kamu juga musuh" sambil memegang tangan via.
"sembarang? kalau memang saya musuh, ngapain juga saya repot-repot nyelamatin nyawanya".
"tetap saja, sebelum kebenarannya terungkap kmu tidak diizinkan untuk pergi. kalau kamu gak bersalah jadi gak perlu takut dong".
"sia**n..... ngapain juga gue harus takut".
("cihh...tau begini...gak gue tolong tadi". umpat via dalam hati).
"baiklah-baiklah... kalau bgtu, kamu ikuti saya! jngan berani untuk kabur".
via dengan terpaksa menurut perintah dari ze, mengikutinya dari belakang yg sedang memapah arga.
__ADS_1