PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 35


__ADS_3

RUMAH BRAMA..


SKIP


.


.


"Ehmm.. rumahnya unik juga ya *batinnya*"


"ayo masuk.."


"ehhh.. *menatap dengan bingung*"


"buruan masuk, mau sampai kapan berdiri diluar kek orang **** *tuturnya*"


"I-iya.."


(MASUK KEDALAM RUMAH BRAMA, MENGAMATI SETIAP JENGKAL SEISI RUANGAN DAN VIA SEMPAT DI BUAT TERPUKAU)


.....


"jangan malu-malu anggap rumah sendiri.."


"Ehh.. mana boleh begitu (tuturnya) tapi ngomong-ngomong kenapa sepi ya"


"karna disinih saya cuman tinggal sendiri.. kan kamu tau sendiri?"


"iya tau kok.. masalahnya kamu nggak ada pembantu gitu"


"nggak ada.."


(MENATAP KEARAH BRAMA DENGAN SEDIKIT KERAGUAN, SERTA MEMINTA PENJELASAN)


"saya lebih puas mengerjakkan semuanya sendiri, biar dilihat lebih rapi dan bersih"


"emangnya kamu nggak merasa kuwalahan mengurus semuanya sendiri.. bukannya kamu juga harus pergi bekerja"


"waktu awal pertama sempat dibuat kewalahan.. tapi seiring berjalannya waktu, sudah menjadi kebiasaan"


"anda hebat sekali *kagum* sudah ganteng, pintar, punya pekerjaan.. plus pintar dalam mengurus rumah lagi *memuji* suami idaman para wanita banget, kelak yang akan menjadi istri anda pasti akan merasa beruntung mendapatkan suami seperti anda *asal ceplos*"


Blusss..


(SEKETIKA MUKA BRAMA LANGSUNG MEMERAH SEPERTI UDANG REBUS)


.


.


.


"ze...(panggilnya)"

__ADS_1


"iya boss.."


"saya memiliki sesuatu hal yang penting, yang harus kamu selidiki.."


"...."


"selidiki keberadaan wanita ini (sambil menyerahkan data informasi dan foto wanita cantik kepada ze)"


(siapa wanita yang sedang menggendong anak! ini.. *batinnya mulai kepo* bukannya sekarang bos lagi mengejar wanita yang bernama via, atau jangan-jangan..)


"buang jauh-jauh pikiran kotor'mu itu *ucap arga.. seakan tau apa yang ada dipikiran ze*"


"NG-nggak kok bos, mana berani *tuturnya*.."


"kamu kira saya tidak tau apa yang sedang kamu pikirkan *menggertak*"


"A-ampun bos *ketakutan* kalau begitu saya pamit undur diri..


"tunggu.."


menghentikkan langkahnya dan kembali berbalik.. "apa ada perintah lainnya bos (bertanya)"


"saat mencari wanita itu.. kerahkan semua anak buah bahkan cari dengan menggunakan jaringan koneksi yang kita miliki.. saya nggak mau tau, pokoknya cari sampai dapat.. jangan sampai kamu mengecewakan saya"


"baik bos.."


~SKIP~


.


.


.


"dua tahun yang lalu.."


"owwh, begitu ya.."


"iya.. ternyata kamu orangnya bawel juga ya, terlalu berisik.."


"Huhh.. ceritanya menyindir nih *melirik kearah brama* baru tau ya.."


(MENGANGGUK DAN TERSENYUM TANDA MENGIYAKAN)


"saya juga baru tau ternyata anda orangnya bisa tersenyum juga, "


"Maksudnya.."


"itu.. biasanya kan kalau anda sedang berada dikampus selalu memasang muka datar dan galak"


"Ekhemm.. *berdehem* itukan waktu dikampus, harus profesional dong"


"ya setidaknya senyum dikit kek, kayak dosen yang lainnya..! masa iya, selama dikampus selalu memasang muka 45.. bagaimana para siswa nggak takut, kalau ketemu anda.. tapi biar begitu, masih ada juga yang menjadi pengagum berat anda.."

__ADS_1


"Hehee.. *tertawa* kamu tau itu juga merupakan salah satu jenis sebagai perlindungan diri"


"kek bunglon dong *ejeknya*"


"masa orang seganteng dan se'kece saya di samakan kayak bunglon sih.. nggak ada persamaan lain yang lebih bagus dikit gitu"


"Awokwow.. narsis abis, PD banget ngomongnya sih *sindir halus*"


"faktanya *menampilkan senyumnya*.."


"Hoek.. *pura-pura muntah* dengarnya jadi mual"


SKIP..


KETIKA..


DIPERJALANAN HENDAK PULANG APARTEMENNYA, TANPA SENGAJA VIA MELIHAT SEORANG WANITA YANG SEDANG DI GANGGU OLEH PARA SEKELOMPOT ********..


"Wah..wah.. ternyata ada sekumpulan **** tua *ejeknya* disiang bolong begini, beraninya mengganggu orang lain"


~MELIRIK KEARAH VIA~


********1:


"jaga ucapan'mu bocah ingusan"


********2:


"cari mati ya..*bentaknya*"


ketua ********:


"ku peringatkan lebih baik kamu menyingkir jauh-jauh dari pandangan kami sekarang.. sebelum kami bertindak lebih jauh lagi bocah ingusan"


"cuihh.. kebanyakan mulut, dasar **** tua jelek.. sekelompok idiot"


"Kamu.. *mulai murka*"


MULAI MENYERANG VIA.. TETAPI DAPAT VIA TANGANI DENGAN BAIK, SEBALIKNYA SETIAP JERITAN HISTERI YANG KELUAR DARI MULUT PARA ******** ITU HANYA DIABAIKAN OLEH VIA..


Lima Menit Kemudian..


"Cuihh.. cuman ini kemampuan kalian *ejeknya* lemah sekali.. *memandang dengan pandangan enteng* baru juga setengah jalan belum ada apa-apanya, sudah kalah duluan *sindirnya*"


(PARA ******** YANG MENDENGAR PENUTURAN DARI VIA LANGSUNG MELONGO SERTA MEMOHON AMPUN)


"A-ampun.. *bersujud*


"iya.. ampuni kami.. kami mohon"


"kami masih memiliki keluarga yang harus diberi nafkah.."


"Uhmm, baiklah-baiklah.. untuk kali ini, saya akan mengampuni kalian semua *sambil melemparkan sejumlah uang kearah para ******** itu yang babak belur*.. ini untuk mengganti biaya pengobatannya.. lebih baik kalian cepat pergi dari pandangan saya sekarang, sebelum saya berubah pikiran"

__ADS_1


"T-terimakasih.. *lalu dalam sekejap mata mereka semua menghilang dari pandangan via*"


__ADS_2