
setelah selesai kelasnya, via dipanggil secara khusus keruangan dekan (kepala fakultas) kampusnya.
via merasa sangat kaget, padahal dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun. "ehhh...kenapa tiba-tiba dekan kampus menyuruh aku keruangannya", batin via penasaran.
ayu dan putri ikutan kaget ketika via di panggil keruangan dekan. lalu putri bertanya, "woyyy via...ngapain dekan kampus memanggil kamu, tanya putri".
"entahlah, jawab via singkat".
"apa kau menyinggung seseorang, sambung ayu".
via berpikir untuk mengingat tentang pertanyaan ayu barusan. "apa bener ada orang yang pernah gue singgung terus melapor ke dekan, tapi siapa...? batin via bingung".
ayu yang melihat via tidak menjawab, dia pun menepuk pundaknya."ditanya... malah asik bengong".
"ehhh... kaget tau, mau bikin gue mati gara-gara jantungan. ketus via".
"hehee...ampun, habisnya lo ditanya malah diem".
"gue juga bingung mau jawab apaan, perasaan gue gak pernah menyinggung siapapun, jawab via santai".
"coba diinget lagi... siapa tau lo lupa, saran putri".
(gue kan cuman sering bertentangan dengan gita, masa iya dia lapor ke pak dekan... padahal dia yang cari gara-gara duluan gak lucu banget, gumam via dalam hati).
"ahhh...dari pada main asal tebak, mending sekarang gue pergi keruangan pak dekan biar jelas".
"mau kita antar gak, tawar putri".
"gak usah, kalian berdua duluan ajah kekantin... entar gue nyusul".
"gak apa-apa nih... kita gak antar, tanya putri lagi memastikan".
"iya via... mending kita berdua antar, sambung ayu khawatir".
"idihhh... gue bukan anak Sd yang perlu kalian antar, lagian aku berani kok keruangan pak dekan sendiri, ucap putri".
"ya sudah, kalau begitu kita duluan kekantin... kalau sudah selesai langsung nyusul kita berdua".
"iya... bawel banget sih? gak mungkin gue mau berlama-lama berada di ruangan pak dekan...kurang kerjaan banget, tutur via".
mereka berdua pun berpisah ayu dan putri pergi menuju kekantin, sedangkan via pergi keruangan dekan.
ketika sampai didepan ruangan dekan, tanpa basa basi via langsung mengetuk pintunya.
Tok...tok.....?
"Masuk...ucap pak dekan memberi isyarat dari dalam ruangan".
viapun masuk kedalam ruangan dan bertanya dengan sopan tentang tujuan dekan kampus memanggilnya.
"maaf pak...ada masalah apa, bapak mamanggil saya? tanya via diselimuti rasa penasaran".
__ADS_1
"duduk dulu, baru bertanya....?ucap pak dekan kampus, mempersilahkan via untuk duduk".
via hanya bisa menurut lalu duduk disofa yang berada diruangan itu.
"saya dengar dari para dosen kamu adalah siswa yang sangat unggul dan berprestasi".
via tercengang mendapat pertanyaan dari dekan kampusnya itu. "ehhh....... pertanyaan macam apa ini, memang sih gue siswi berprestasi tapi apa hubungannya... batin via bingung".
"biasa ajah kok pak dekan, jawab via merendahkan dirinya".
"kamu ini terlalu merendah sekali, banyak dari para dosen yang memuji kecerdasan kamu. saya juga melihat semua hasil dari nilai ujian, kamu selalu mendapat nilai tertinggi diantara banyaknya para siswa".
via diam membisu, terlihat sangat bingung mendengar penuturan dekan kampusnya itu.
".....???? ".
"jadi,maksud saya memanggil kamu... tahun depan ada pertukaran antar pelajar dalam negri ke luar negri, dan kampus ini juga terpilih, apakah kamu berminat? tanya pak dekan kampus".
"pertukaran antar pelajar, maksud bapak....? tanya via balik".
"saya bermaksud merekomendasikan kamu untuk bersekolah diluar negri".
"sebenarnya saya ingin sekolah diluar negri... tapi maaf pak, ada alasan tersendiri buat saya menolak untuk pergi, terima kasih bapak telah merekomendasikan saya".
"tapi ini kesempatan yang langka dan bagus untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan kamu dengan bersekolah diluar negri... lagian hanya butuh waktu sekitar 2 tahun, setelah selesai, kamu bisa menjadi orang yang berbakat dan hebat".
"ta...tapi pak....? ".
"lebih baik kamu jangan terburu-buru mengambil keputusan, pikirkan secara baik-baik lagian waktunya masih sangat lama... kalau kamu sudah mengubah pendapat kamu untuk pergi, baru kasih tau ke saya? ucap dekan kampus sangat berharap".
viapun bergegas keluar dari ruangan kepala dekan kampus, ada perasaan senang di benaknya bercampur bingung harus mengambil keputusan apa...?
"kalau aku bisa bersekolah diluar negri itu berarti aku ada kesempatan untuk bisa menambahkan ilmu pengetahuan dan wawasanku sesuai saran dari pak dekan tadi, tapi disisi lain kalau aku pergi untuk bersekolah diluar negri, tentang pencarian keberadaan ibu kandungku akan terhambat lagi, gumam via di dalam hati sambil mengacak sedikit rambutnya".
kantin kampus
sesampainya dikantin kampus, via langsung diserang banyak pertanyaan aneh dari kedua sahabatnya itu.
"bagaimana.....? tanya ayu kepo".
via menggaruk kepalanya yang tidak gatal... "maksudnya, jawab via bingung".
"itu loh... pak dekan kampus tadi memanggil kamu, sambung putri".
"huhh... gitu ajah gak ngerti, ucap ayu".
"habisnya, baru ajah datang sudah diserang pertanyaan gak jelas, jawab via".
"ehmm..., terus tadi pak dekan kampus memanggil kamu ada masalah apaan, cerita dong".
"iya...cerita ke kita, kepo tingkat dewa nih...ujar putri".
__ADS_1
"mau tau, ucap via serius".
ayu dan putri menganggukkan kepalanya secara serempak... "cari ajah di mbah google, heehee...., ucap via mengusili kedua sahabatnya itu".
"kebiasaan... gak lucu ilvy santika, ucap ayu dan putri ketus".
"hehee...habisnya serius amat sih".
kedua sahabatnya memasang muka cemberut... "yaa...cantiknya luntur deh, ucap via menggoda ayu dan putri".
"begitu ya, sudah gak anggap kita sebagai sahabat lo lagi".
"bakal ngambek nih, sambung ayu".
via tertawa kecil melihat tingakah kedua sahabatnya yang ngambek...
"hehee... bakal aku ceritain kok, kalian berdua ada dengar gak, tahun depan ada pertukaran antar pelajar".
"iya tau... emang apa hubungannya, ucap ayu dan putri serempak".
"sebenarnya, pak dekan ada merekomendasikan aku buat
ikut dalam berpartisipasi".
ayu dan putri tercengang kaget, meskipun itu hal yang wajar apalagi mereka mengetahui kalau via adalah siswi yang pintar dalam pelajaran tapi tetap saja itu membuat mereka sangat terkejut.
"apaaa....? jadi...... tidak melanjutkan ucapannya".
"......????? ".
"tadi gue sempat menolaknya, tapi pak dekan sangat berharap gue bisa ikut dan dia juga menyuruh saya buat memikirkannya kembali secara matang sebelum mengambil keputusan"
"bagus juga sih, tapi..... bakal pisah nih".
"iya... sudah dari SMP kita baku bawa, gak pernah pisah sampai kita masuk jurusan yang sama. balas ayu sedih"
"ehmm... makanya itu, gue minta saran ke kalian berdua... baiknya gimana, ucap via ikutan sedih".
"gimana ya, sebetulnya gue gak ingin pisah dari lo... tapi, kalau dipikir saran dari pak dekan gak buruk kok. lebih baik kamu mendengarnya toh ini yang terbaik juga buat masa depanmu".
"iya... saran gue sih, ikuti apa kata hatimu? jangan mendengarkan perkataan orang lain, toh kamu yang akan menjalani. sambung putri".
"makasih ya, atas sarannya beruntung banget aku memiliki sahabat kayak kalian! sambil memeluk ayu dan putri".
"iya... kami juga kok, ucap putri membalas pelukan via".
"ehmm... tapi jangan sampai lo lupain kita dua, awas saja kalau sampai lupa bakal gue ikat lo di tiang bendera, ancam ayu".
"buset, serem amat...hehee... mana mungkin aku bakal lupa, lagian gak tau gue jadi pergi atau tidak... masih berat ninggalin kalian berdua".
"intinya... apapun keputusan yang lo ambil, gue bakal mendukungnya! ucap putri".
__ADS_1
ayu hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju sebab ia bingung harus memberi respon apalagi.
setelah selesai berunding, mereka bertiga memutuskan untuk pulang karna dosen yang akan mengajarnya nanti sedang ada urusan diluar negri.