PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 19


__ADS_3

☆☆☆☆


Perusahaan arga.... arga duduk dikursi kebesarannya! sambil melamun' memikirkan via, "arghh.... sial, kenapa dari tadi___memikirkan bocah kecil itu". batin arga sambil mengacak rambutnya, frustasi.


tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari luar pintu ruangannya "tok...tokk...tok....."


argapun tersadar dari lamunannya? "masuk". ucap arga dingin.


sekertaris pribadinya, biasa dipanggil rani pun masuk kedalam ruangan arga.


"ada apa". ucap arga dingin.


rani memberanikan diri bertanya kepada atasannya... "be...begini... tuan, tentang rencana tuan yang mau menginvestasikan keperusahaan sandijaya itu... kelanjutannya bagaimana? ucap rani gugup


"mengapa...kamu bertanya begitu".ucap arga tanpa ekspresi.


"staf dari perusahaan sandijaya menghubungi saya terus... bertanya, kapan penanaman modal akan dikirimkan keperusahaannya".


"cihhh... tidak tau malu? kalau mereka terus menghubungi kamu___batalkan saja tentang rencana penanaman modalnya keperusahaan sandijaya".


"ba...baik tuan..., kalau begitu saya pamit undur diri dulu". ucap rani takut, lalu pergi keluar dari ruangan arga.


setelah kepergian rani.... tak lama kemudian ze datang keruangan arga' "aiyaa, ada yg galau nih...." ledek ze.


"apaan sih" balas arga singkat.


"ngaku ajh deh... gak perlu ditutupi".


"kayaknya waktu lo banyak yg senggang yaa! apa perlu, saya kirim kamu keperbatasan palestina".


ze yg mendengar ucapan arga langsung merinding... "ampun bos, waktu saya sangat padat...(aduh...cari mati gue ya, mending cepat-cepat kabur dari sinih dari pada kena batunya, batin ze)... kalau begitu saya pamit undur diri". ucap ze, lalu pergi dengan cepat meninggalkan ruangan arga.


☆Butik Harmes☆


Via memilih beberapa gaun dres untuk dipakai besok malam keacara ulang tahun kakak tirinya, dia ingin tampil semaksimal mungkin.

__ADS_1


via sudah memilih beberapa pakaian yg menurutnya cocok dihati. lalu dia pergi menuju meja kasir untuk membayarnya! tidak sengaja via berpapasan dengan gita yg baru saja masuk kebutik. "ehhh... ada orang miskin, emangnya mampu membeli pakaian dibutik ini". ejek gita.


"hufff...sial bener hari ini". celetuk via.


"apa lo bilang....?" (ucap gita kesal).


"heeh...perasaan saya ngomong sendri, kenapa jadi anda yg kesindir". ucap via jutek.


"sudah berani kamu yaaa". (ucap gita geram)


via sengaja mengacuhkan gita, agar memancing emosinya... dan benar, gita tambah kesal dengan sikap via yang mengacuhkan perkataannya? "dasar j*l*ng s*al*n... cari mati kamu yaa" (setengah berteriak kearah via).


pandangan semua orang yg berada di butik langsung melihat kearah gita yg berteriak memarahi via...


"hehee... akan ada pertunjukan seru nih". (batin via)... "maaf..., saya gak kenal siapa anda! tapi kenapa kamu marah gak jelas sama saya". ucap via dengan nada rendah.


para pelayan dibutik berbisik-bisik melihat gita yg memarahi via... "lihat, perempuan yg baru masuk itu, tiba-tiba menindas nona via". (ucap pelayan 1).


"iya... kasihan betul nona via ditindas". (sambung pelayan 2).


"sikapnya buruk sekali...biasanya sih mencerminkan perilaku orang tuanya". sambung pelayan 3 ikut bergosip.


gita mendengar para pelayan dibutik, bergosip tentangnya... dia tidak suka dan memarahinya, "apa yg kalian lihat... mau gue laporin keatasan kalian". ucap gita marah.


para pelayan yg bergosip langsung diam, lalu pergi ketakutan karna gita mau melaporkan kepada atasannya.


viapun membisikkan sesuatu ketelinga gita...."hehee...kenapa harus marah, yg mereka katakan ada benarnya. jika seorang anak berkelakuan buruk kepada orang lain...bisa berdampak pada orang tuanya juga lo___jadi berhati-hati dalam bersikap". sambil menepuk pundak gita.


"singkirkan tangan kotormu itu..." (ucap gita sambil menjauh dari via).


"upss...soryy...! aku gak sengaja". sambil mengangkat tangan kanannya yg menepuk pundak gita,, "hufff... dari pada berlama disinih dengan orang yg tidak penting... mending pergi melakukan hal yg lebih berguna". sindirnya secara halus.


kemudian via segera melangkahkan kakinya kemeja kasir untuk membayar tagihan pakaiannya... setelah selesai, via pergi keluar dari butik dan berkata kepada gita "bybyyy... sampai bertemu besok malam". ucap via melihat kearah gita yg sedang mengumpatnya dari tadi.


"perempuan j*l*ng... lihat saja, akan kubuat perhitungan". (umpat gita kesal).

__ADS_1


setelah kepergian via...moodnya untuk berbelanja, berubah menjadi jelek. "Arghhhh.... s*a*l, bikin mood gue jelek ajh". ucap gita sambil mengepalkan kedua tangannya... "ehhh... tunggu, j*l*ng itu punya uang dari mana, kenapa bisa membeli pakaian dibutik mewah ini". gumam gita dalam hati.


saking penasarannya, gita bertanya ke penjaga kasir tentang kedatangan via kebutik ini... "maaf.. bolehkan saya bertanya". ucap gita.


"iya nona... ada yg bisa saya bantu". ucap penjaga kasir ramah.


"kalau boleh tau, wanita yg baru keluar! apakah dia membeli pakaian dibutik ini". tanya gita penasaran.


"owhhh... iya betul, wanita itu sudah menjadi pelanggan tetap dibutik kami". ucap penjaga kasir.


gita sangat kaget mendengar penuturan penjaga kasir, tentang via yang menjadi pelanggan tetap dibutik terkenal dikota X... "apa kamu gak salah ucap... mana mungkin orang miskin kayak dia menjadi pelanggan tetap dibutik ini". tanya gita.


"saya sudah bekerja lama dibutik ini? jadi saya mengenal dengan baik pelanggan tetap dibutik kami...dan wanita itu salah satunya, namanya nona via....?".


"ahhh... begitu yaa! kalau boleh tau wanita itu membeli pakaian apa".


"anda ini sangat mencurigakan... sebenarnya, nona mempunyai tujuan apa"...jawab penjaga kasir, bertanya balik ke gita.


"saya ini kakaknya wanita yang barusan keluar? sebetulnya, adik saya sudah lama tidak pulang kerumah... sekalinya pulang hanya minta uang ke orang tua"... jadi, orang tua saya menyuruh untuk mengikutinya! sekaligus mengecek, pengeluaran apa saja yg adik saya beli...dia tuh orangnya boros sekali". ucap gita meyakinkan


penjaga kasir hanya menganggukkan kepalanya tanda percaya... "begitu yaa, jadi kamu kakaknya nona via? tadi dia hanya membeli beberapa gaun dress... katanya sih mau dipakai untuk keacara besok".


"kalau boleh tau, biaya pakaian yg adik saya beli tadi itu berapa harganya".


"owhh...satu gaunnya seharga 1,5 milyar, tapi itu termasuk murah baginya... biasa dia memesan gaun yg di import dari luar negri bisa mencapai 10 milyaran".


gita terperah mendengarnya..."buset uang bulanan gue ajah gak sampai sebanyak itu...dari mana wanita si*l*n itu mendapatkan uang, batin gita"


"hehee... curiga, jangan-jangan j*l*ng itu menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang". umpat gita didalam hati.


"terimakasih atas informasinya... kalau begitu saya permisi dulu". ucap gita.


"yaa...sama-sama".


gita melangkahkan kakinya keluar dari butik... hari ini membuatnya cukup lelah, dia memutuskan untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2