PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 27


__ADS_3

(via hanya bisa diam mendengar perkataan dokter, setelah itu, dokter kembali masuk keruang IGD untuk membawa brama keruang operasi").


via yang masih setia menunggu brama di depan ruang operasi sambil duduk termenung memikirkan perkataannya tadi.


"arghh...bodohnya, kenapa aku harus berbohong di depan dokter tadi. mengaku sebagai tunangan dosen kiler itu, kalau orang lain jadi salah paham gimana dong? terus kalau sampai dosen kiler itu mengetahuinya bisa ****** gue, batin via"... ehhh, tapikan tadi aku juga dalam keadaan kepepet, makanya asal bicara sembarang. kalau gak begitu, mana mungkin nyawanya bisa tertolong, arghh bodolah".


via yang masih berkelut dalam pikirannya sendiri? akhirnya, tersadar ketika melihat dokter keluar dari ruang operasi.


kemudian via bangkit dari duduknya untuk bertanya tentang kondisi brama. "dok gimana keadaannya, ucap via".


dokter pun menjawab dengan tersenyum. "operasinya berjalan lancar, pasien sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu pasien siuman (ucap dokter)... sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap".


entah kenapa ketika mendengar jawaban dari dokter...viapun bernafas sangat lega.


sedangkan dokter yang melihat via menghela nafas, menjadi salah mengartikan. "tenang saja, beliau akan baik-baik saja... saya mengerti, kamu sangat mengkhawatirkan tunanganmu, (ucap dokter).


via yang mendengarnya, lalu menyerngitkan keningnya. "ehhh... bu...bukan, begi......."


"ya sudah, saya tinggal dulu... tolong rawat tunangan kamu dengan baik... ucap dokter memotong perkataan via".


lalu pergi berlalu meninggalkan via sendiri. "tuhkan jadi salah paham begini, ahhh... boda amat, nasi sudah menjadi bubur mau bagaimana lagi...? (ucap via pasrah)".


kemudian via pergi menuju ke ruangan dimana brama dirawat. sesampainya didepan ruangannya, tanpa pikir panjang via langsung masuk kedalam ruangan tersebut.


via yang melihat kondisi brama begitu sangat memprihatinkan, terbaring lemah pucat pasi dengan terbalut perban di kepalanya.


"tragis betul...hampir saja nyawanya melayang, batin via sambil mendekat kearah di mana brama terbaring begitu lemahnya".


Dan....tiba tiba, salah seorang


perawat masuk keruangan brama'


untuk mengecek kondisinya serta memberikan vitamin dengan menyuntikkan ke dalam botol cairan infusnya.


setelah selesai memberikan vitamin, perawat itu hendak pergi meninggalkan ruangan tetapi dengan cepat via menahannya. "sus... (panggil via)".


"iya... ada yang bisa saya bantu, jawab perawat dengan ramah, lalu menghentikkan langkahnya".


"begini sus...bolehkah saya meminta tolong, dalam tiga hari kedepan saya harus pergi ke jepang ada sesuatu hal yang perlu saya urus, tapi....(menghentikkan bicaranya, sambil melirik kearah brama)....."


sang perawat langsung mengerti apa yang via maksud... "tenang saja, rumah sakit kami akan menjaga tunangan anda dengan baik, kalau tunangan anda sudah siuman kami akan segera mengabari anda, ucap perawat sambil tersenyum ramah".


"ehhh... maksudnya sus...? tunangan, ucap via terperanjat kaget sambil memicingkan matanya kearah perawat meminta penjelasan".


"loh bukannya kalian adalah pasangan yang sedang buming dirumah sakit ini..."


"........???".


"banyak loh yang bilang, anda sangat menyayangi tunanganmu dan takut kehilangannya".


"apa.....? ucap via bertambah kaget, (sial ternyata rumah sakit ini penyebar gosip gercep sih, batin via)".


"kenapa kaget... emangnya saya salah bicara ya....? seluruh rumah sakit ini sudah tau semua kok".


("gila...baru juga berapa jam aku berbohong mengaku sebagai tunangan dosen killer itu. ehhh... sampai, satu rumah sakit sudah mengetahui semua, batin via lagi").


"kamu tau sampai-sampai, kalian diberi julukan sebagai pasangan romantis dirumah sakit ini, ucap perawat".


"ehhh... begitu ya sus...."


"ehmm... iya, saya saja sangat iri ketika mendengarnya... beruntung banget tunanganmu mendapatkan cinta yang tulus dari anda".


(hedeh... terserah kamu mau ngomong apaan, ucap via dalam hati). "biasa ajah kok sus, balas via sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal".


"iya... gak seperti saya, dirumah sakit ini saya dijuluki sebagai jomblo ngenes... apa saya tidak pernah memikirkan tentang mempunyai seorang kekasih, soalnya saya terlalu fokus dalam bekerja dan bekerja".


("yaampun kok jadi situ yang curhat sih, batin via").... via hanya bisa terdiam mendengarkan curhatan dari sang perawat.

__ADS_1


"maaf ya...kok saya jadi curhat begini sih".


"nggak apa apa kok, santai saja...." (batin via, "ughh... untung nyadar").


"kalau kamu ada hal penting di luar yang perlu kamu urus, tenang saja rumah sakit kami akan menjaga tunangan anda dengan baik... atau jangan bilang kamu tidak rela meninggalkan tunangan kamu yang belum siuman ini, ledek suster".


"hehee... suster bisa ajah... terimaksih banyak sus, kalau begitu tolong jaga dia dengan baik... ucap via terpaksa bersandiwara, lalu pamit pergi meninggalkan rumah sakit".


hari ini via kembali keapartemennya untuk membereskan beberapa pakaian serta bersiap-siap berangkat ke negara jepang. soalnya, ada yang harus ia tangani sendiri masalah diperusahaan nya.


☆ empat hari hari kemudian ☆


Tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul 16.00. akhirnya, kelas pun berakhir juga... via yang tampak lesu bersama kedua temannya keluar dari kelas.


"tugas yang lain belum selesai, sudah dikasih tugas lagi... dikira kita robot apa, keluh putri".


"iya... mana tugasnya numpuk kayak gunung krakatau, sudah tau lagi malas mengerjakan tugas...ehhh, ini malah diberi tambahan tugas lagi, sambung ayu".


"gak usah kebanyakan mengeluh, nikmati saja... lagian kalian saja yang malas tidak segera mengerjakan tugas jadinya menumpuk begitu, ucap via memberikan nasehat".


"loh sih pinter vi, jadi dengan gampangnya gomong kayak gitu".


"tau nih... lo kira tugas dari dosen gampang apa, lo enak mengerjakan tugas dengan menutup mata juga bisa, apa lo sudah pintar dari orok. nah kita yang otaknya lelet kayak otak udang, bagaimana coba? (ucap ayu)".


"sebenarnya kalian juga pintar kok! cuman satu masalahnya, kalian malas sekali untuk belajar. otak juga perlu di asah tau dengan belajar setiap hari supaya tidak tumpul, ejek via".


"ahh... mau belajar rajin juga, kalau sudah otak udang mah gak bakal ngaruh kali vi, ucap putri".


"begini ini, pemikiran yang dangkal... kalau semua orang pikirannya kayak kalian berdua dijamin bumi ini akan dipenuhi oleh manusia bodoh... ingat, usaha tidak akan menghianati hasil".


"tapikan yang gue bilang bener tau... kalau sudah bodoh sejak lahir mustahil untuk bisa berubah menjadi pintar, balas putri".


"tapikan setidaknya di usahakan dulu, sebelum melihat hasilnya".


"sudah-sudah, gak usah berdebat lagi... ucap ayu melerai".


tiba-tiba, ponsel milik via berbunyi... lalu viapun mengangkatnya. "apa betul ini dengan saudari ilvy santika, ucap si penelepon diseberang sanah".


"kami dari rumah sakit medika jaya... saya ingin memberitahukan bahwa tunangan anda kemarin sudah siuman".


via bingung ketika sipenelpon berbicara tentang tunangan. ("Haah..... tunangan? sejak kapan gue mempunyai tunangan, batin via").


"maaf... mungkin anda salah nomor, tunangan apa ya? saya ti.....". via menghentikan bicarannya dan mengingat tentang brama.


"hallo... hallo... ucap si penelpon"


"ehhh... iya, ucap via terperanjat kaget".


"gak mungkin kami salah, soalnya nomor ini yang ditinggalkan dirumah sakit kami".


"owwhh...iya maaf, saya akan segera menuju kesanah (ucap via). lalu via memutuskan sambungan telponnya secara sepihak. (ya ampun, hampir saja melupakan dosen killer itu, batin via).


sedangkan ayu dan putri merasa aneh ketika melihat via bengong. "woyy... kesambet apa lu, ucap putri mengagetkan via".


"apa,,apaan sih... kaget tau, ucap via sambil mengusap dadanya".


"habisnya di panggil malah asik bengong kayak orang kesambet ajah".


"hari ini kayaknya gue gak bisa ikut makan bareng kalian, gue ada urusan penting. lain kali gue yang bakal telaktir, (ucap via setengah berteriak sambil berlari kearah mobilnya)".


"ehhh... tunggu... urusan apaan sih, emangnya penting banget ya di banding kumpul bareng sama kita berdua. kita baru ketemu loh, selama 3 hari ini lo ngilang tanpa kabar (umpat putri kesal)".


tetapi via sudah keburu melajukan mobilnya meninggalkan area parkir kampus.


ayu yang melihat putri begitu kesal, mencoba untuk menenangkannya. "mengerti saja, lagian kita bertiga bisa kumpul dilain hari".


"tapikan.....?

__ADS_1


"sudah, mending kita mencari makan dulu... lapar nih, ucap ayu mengalihkan perhatian putri".


"baiklah... jawab putri pasrah sambil mengikuti langkah ayu".


☆rumah sakit ☆


"gimana, apa ada bagian yang terasa sakit, tanya dokter ke brama".


"gak ada dok, cuman bagian kepala sama lengan saja".


"tapi kamu masih mengingat jelas semua tentang siapa kamu dan keluarga kamu, tanya dokter lagi".


"iya dok...."


"bagus... berarti, cidera dikepala kamu tidak begitu parah".


"tapi dok...kenapa kepala saya rasanya sakit sekali, kayak mau pecah".


"owhh... kalau itu memang efek samping dari operasi... diberi vitamin rasa sakitnya akan segera hilang, ucap dokter".


brama hanya manggut tanda mengerti. "dok saya mau bertanya... siapa yang membawa saya kerumah sakit".


"tunangan anda sendiri yang membawa anda kesinih...".


"Haah... tunangan....? ucap brama kaget".


"iya tunangan anda...."


brama melihat sekeliling ruangan tetapi tidak mendapatkan siapapun, cuman ada dirinya dan dokter. "tunangan, perasaan aku tidak mempunyai tunangan... lelucon macam apa ini, batin brama".


"owwh... tunangan anda ada urusan mendadak diluar dalam beberapa hari ini. jadi tidak terlihat disinih, tapi sebentar lagi dia akan segera datang sebab dari pihak rumah sakit sudah menghubunginya".


(siapa sebenarnya, yang mengaku menjadi tunanganku, batin brama penasaran).


"kamu beruntung banget, mempunyai tunangan seperti dia yang mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus... waktu kamu dalam keadaan koma, tunangan kamu sangat mengkhawatirkan keselamatan kamu".


brama bertambah bingung, tetapi kebingungan arga seketika terjawab dengan munculnya seorang gadis muda berparas cantik.


"nah sudah datang tunangan anda, ucap dokter membuyarkan lamunan brama".


(yang benar saja, aku saja gak kenal siapa gadis ini... kenapa, tiba-tiba menjadi tunangan aku ya. batin brama melirik kearah via meminta penjelasan).


via yang mendapat lirikan dari arga, menjadi begitu gugup bercampur takut. "aduh ini dokter, kenapa pake acara bilang tunangan segala didepan dosen killer ini sih... bisa ****** gue, batin via"


"berhubung tunangan kamu sudah datang. jadi, saya pamit undur diri dulu... kalau ada sesuatu panggil saja saya, ucap dokter meninggalkan ruangan".


setelah kepergian dokter, suasana di dalam ruangan menjadi begitu canggung. "aduh mau ngomong tapi takut... ucap via didalam benaknya".


"dokter bilang, kamu adalah tunangan saya... bisa kamu jelaskan. (tanya brama membuka bicara lebih dulu)".


"ehhh... itu...anuu..., ucap via gugup".


"........??? brama hanya melirik tanpa berkata, masih meminta penjelasan dari via".


"jadi begini ceritanya... waktu kamu dibawa kerumah sakit, kondisi kamu sangatlah buruk dokter bilang kalau kamu gak segera dioperasi nyawa kamu gak bisa selamat, jadi.....(menghentikan bicaranya)".


brama menyerngitkan keningnya... "jadi apa, ucap brama penasaran".


"jadi saya terpaksa mengaku sebagai tunangan kamu di depan dokter... soalnya saya tidak kenal siapa keluarga kamu, itu satu-satunya cara agar kamu dapat dioperasi... maafkan atas kelancangan saya, ucap via sambil menundukkan kepalanya".


(yaampun ternyata ini alasannya, demi menyelamatkan hidup saya... batin brama terharu).


"kalau anda mau marah, ya marah saja. saya bisa terima kok sebab ini memang kesalahan saya sepenuhnya, ucap via lagi".


"terimakasih"


via kaget ketika mendengar brama berterimakasih, iapun mengangkat kepalanya melihat kearah brama. "kamu gak marah, tanya via".

__ADS_1


"ngapain saya harus marah, dengan orang yang telah menyelamatkan hidup saya... seharusnya, saya berhutang satu nyawa sama kamu dan saya juga bingung bagaimana cara membalasnya, ucap brama".


via tidak percaya ternyata brama tidak marah dengan sifat kecerobohannya itu. (fyuuuh... syukurlah kalau dosen kiler ini gak marah, batin via lega).


__ADS_2