
(Via diam membisu tidak membalas perkataan arga sama sekali). tiba-tiba, arga pergi dari apartemennya tanpa pamit, meninggalkan via yang masih diam terpaku karena kelakuannya barusan.
("arghhh.... rasanya ingin sekali menggali lobang kuburku sendiri, kenapa tadi aku membalas ciuman laki2 k*p*r*t itu, apa aku sudah tidak waras, umpat via di dalam benaknya).
ketika via tersadar dari lamunannya, dia tidak mendapati arga di dalam apartemennya.
(ehhh... kemana perginya laki2 gak waras itu, tanya via didalam hati)...
via pun memutuskan bangkit dari duduknya. tetapi ponsel miliknya, tiba,,tiba berdering menandakan ada pesan masuk...lalu via meraih ponsel nya yang berada diatas meja dan membuka isi pesan.
("my hanyku... aku ada urusan penting dalam beberapa hari ini yang harus aku tangani, jangan marah ya kalau aku gak bisa menemani kamu lebih lama lagi. kalau urusanku sudah selesai aku akan segera mencarimu lagi").
("Huekkk... idih amit2... apa,,apaan ini pesan? rasanya ingin muntah, ucap via lalu membuang ponselnya kesembarang tempat"). Tetapi......!
♡ Satu Minggu Kemudian ♡
semenjak kejadian itu, via memutuskan untuk menghindari arga entah bertemu
secara sengaja atau tidak sengaja dengannya, via tidak ingin berurusan dengan arga lebih jauh lagi.
☆begal☆
Malam hari, dipertengahan jalan ketika via hendak pulang keapartemennya. tiba-tiba, dua pria asing berkulit hitam pekat mencegatnya?
"keluar, ucap salah satu pria asing menyuruh via keluar dari dalam mobil".
viapun menuruti apa kata mereka lalu turun dari mobilnya. "kalian mau apa, tanya via".
"serahkan barang berharga yang kamu miliki gadis kecil, ucap begal A".
"hahaa...iya, kalau kamu masih ingin hidup lebih lama lagi, sebaiknya kamu patuh. balas begal B".
"atas dasar apa, saya harus menuruti perkataan kalian".
"heyy... jaga sikapmu gadis kecil, ucap begal B meninggikan suara".
"uhhgh... dasar gak tau malu, bukannya kerja cari uang yang halal... ini malah palakin setiap orang yang lewat, kalian pikir uang jatuh dari langit dengan gampangnya, jawab via".
"b*ngk*... tau apa kamu gadis kecil, gak usah jadi penceramah. selagi kami masih bicara baik-baik, kamu harus patuh".
"hohooo.... terus, ucap via menatap sinis kearah para begal".
begal A memberi kode ke begal B untuk memberi via pelajaran, tetapi baru juga begal B maju selangkah, via terlebih dahulu menghajarnya sampai terkapar ditanah.
"hehee... cuman segitu kemampuan kalian, ejek via menyeringai".
begal A sangat geram ketika via bertingkah angkuh... "kurang ajar, sombong sekali, umpat begal A sambil menodongkan benda tajam kearah via".
via sama sekali tidak takut dengan ancaman para begal itu sebab benda yang berbau tajam sudah menjadi teman setia baginya.
__ADS_1
"hahaa...kamu pikir saya akan takut dengan mainan anak kecil yang kamu bawa itu, jawab via santai sambil menunjuk benda tajam yang ada ditangan begal A".
saking geramnya begal A langsung menyerang via secara mendadak tetapi setiap serangannya dapat via tangkis dengan gesit. dalam sekejap mata begal A juga ikut terkapar ditanah sampai babak belur bersama begal B.
"saya peringatkan, kemampuan kalian gak ada apa,,apanya bagi saya... ucap via sambil melirik tajam kearah mereka berdua".
"A...ampun... ampuni kami, jawab para begal gemetar ketakutan".
"sudah tau kata takut, ucap via memicingkan matanya".
"kumohon beri kami satu kesempatan lagi, kami akan bertaubat".
"atas dasar apa...? saya harus mengampuni kalian".
"kami mohon, kita masih memiliki keluarga yang harus diberi nafkah.
kami berjanji akan melakukan apapun yang kamu perintahkan".
"baiklah... kalian sendiri yang memintanya". saya akan beri kalian
satu kesempatan: jadilah anak buahku, tenang saja kalian akan mendapatkan gajih setiap bulannya dan mendapat tunjangan pensiun semasa tua kelak. tapiii.... (ucap via menggantungkan omongannya) tergantung kesetian kalian berdua terhadap saya".
para begal bengong ketika mendengar penawaran yang diberikan oleh via.
".......??? "Te...terimaksih banyak, ucap para begal sambil bersujud dihadapan via"...
"kami bersedia menjadi anak buah bos, ucap para begal secara serempak".
"kami berjanji akan menjadi bawahan yang setia".
via tertawa sinis kearah mereka. "simpan saja janji kalian yang tidak berguna itu, sebab saya menginginkan bukti yang nyata. kebanyakan anjing peliharaan bisa menggigit tuannya sendiri (balas via)".
"kalau begitu kami akan memberikan nyawa kita untuk membuktikan kesetian kami, balas mereka dengan penuh kata percaya diri".
via sangat senang mendengar ucapan mereka berdua. "baiklah... buktikan kesetian kalian berdua, saya kasih waktu selama setengah tahun untuk tahap pengujian, kalau sampai kalian berhasil pada tahap ini...kamu berdua akan saya kirim ke jepang untuk bergabung dengan anggota lain disanah serta mendapat pelatihan secara khusus".
"B...baik bos, kami tidak akan membuang kesempatan emas yang bos berikan kepada kami, ucap mereka serempak sambil meringis kesakitan".
"kalian berdua boleh pergi dan obati luka kalian..., (ucap via, sambil memberikan sejumlah uang secara tunai lalu menyodorkan sepotong
kertas bertuliskan alamat) minggu depan kalian datang ke alamat ini".
setelah mencapai kesepakatan bersama viapun pergi meninggalkan kedua pria asing itu.
☆ keesokan pagi ☆
waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, tetapi via masih bermalas,,malas diatas tempat tidur. "hoaaamm.... nikmatnya hidup ini kalau gak ada kelas pagi, (ucap via sambil menatap dinding,,dinding langit kamarnya).
saking asiknya, tiba-tiba cacing didalam perutnya berbunyi dengan sangat keras. "kryuukk......(arghhh... gak bisa di ajak kompromi banget sih ini perut, (umpat via kesal, lalu bangkit dari tempat tidur menuju kedapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan).
__ADS_1
tetapi ketika via membuka kulkas, dia tidak mendapat satupun makanan sama sekali, via lupa bahwa ia belum belanja untuk membeli bahan makanan ke supermarket.
"sial bener hari ini, mana gak ada apa2 didalam kulkas lagi... cacing diperut sudah pada demo semua, (umpat via)".
via dengan sangat terpaksa keluar dari apartemennya mencari makan untuk mengisi perutnya yang lapar.
sebelum keluar dari apartemennya, terlebih dahulu via membersihkan diri agar terlihat lebih frees. hanya memakan waktu 15 menit saja baginya untuk mandi dan bersiap-siap mengenakan pakaian. setelah selesai, viapun keluar dari apartemennya?
sebenarnya, via sangat malas untuk keluar dari apartemennya karna hari ini merupakan hari cuti baginya untuk tidak masuk ke kampus pagi, tapi cacing di perutnya tidak bisa berbohong. akhirnya, via mengalah pergi keluar untuk mencari makan.
via memutuskan untuk pergi kesebuah restoran diseberang jalan dekat dengan apartemennya. ketika via hendak menuju ke sebuah restoran ithali diseberang jalan, tiba-tiba terjadi sebuah kecelakaan mobil... karna sangat penasaran lalu, via melihat sebentar siapa yang mengalami kecelakaan itu.
ketika via melihat, dia sangat terkejut ternyata orang yang mengalami kecelakaan itu adalah dosen kilernya.
"dosen brama... ucap via setengah kaget".
sedangkan brama yang masih setengah sadar mendengar suara via secara samar-samar, tetapi pandangannya kabur. "To.....tolonggg, ucap brama pelan lalu pingsan".
via pun sangat panik ketika melihat dosen kilernya pingsan dengan berlumuran banyak darah dikepalanya.
"pak brama.... bangun, ucap via sambil mengguncang-guncang tubuh brama".
"bagaimana ini, ucap via masih dalam keadaan panik... dia berteriak meminta tolong untuk di panggilkan mobil ambulance. "tolonggg... cepat panggilkan ambulance".
beberapa menit kemudian ambulance datang, lalu membawa brama kerumah sakit terdekat... tidak lupa via juga ikut naik ke dalam mobil ambulance untuk mendampingi brama.
tidak membutuhkan waktu lama, untuk sampai kerumah sakit... ketika sampai, brama langsung dibawa keruang IGD untuk segera diberi pertolongan pertama oleh para dokter.
"kamu keluarga pasien, ucap dokter yang baru keluar dari ruang IGD dengan keadaan panik".
"bu...bukan dok, bagaimana keadaannya, tanya via".
"kondisi pasien sangat buruk, harus segera ditangani dengan cepat kalau tidak nyawanya bisa terancam".
"tolong selamatkan dia dok".
"tapi... saya harus mendapat persetujuan dari keluarganya, sebab rumah sakit kami tidak berani mengambil keputusan yang berisiko untuk mengoperasi pasien tanpa adanya persetujuan dari keluarganya... kalau sampai terjadi apa,,apa pada pasien, akan berdampak buruk juga pada rumah sakit kami".
"ta...tapi dok, (gimana nih, mana aku gak tau keluarga pak brama...kalau gak segera ditangani nyawa pak brama bisa terancam, batin via). "dok... saya akan bertanggung jawab sepenuhnya pada pasien itu, ucap via ceplos".
"kamu siapanya pasien... kalau kamu bukan siapa,,siapanya, maaf rumah sakit kami tidak berani untuk melakukan operasi pada pasien".
"sa...saya tunangannya dok...".
"baiklah... kalau memang kamu tunangannya, silahkan tanda tangan dibawah sinih (ucap dokter percaya,
lalu menyerahkan selembar kertas ke tangan via untuk ditanda tangani). setelah selesai, via kembali menyerahkan kertas tersebut ke dokter.
"ini dok, ucap via".
__ADS_1
"kamu tenang saja, rumah sakit kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan tunangan anda, mohon perbanyak berdoa, ucap dokter menenangkan via".
via hanya bisa diam ketika mendengar perkataan dokter. setelah itu, dokter kembali masuk keruang IGD meninggalkan via, untuk membawa brama keruang operasi.