
☆satu minggu kemudian☆
gak terasa sudah satu minggu arga dirawat dirumah sakit, untuk masa pemulihannya.... akhirnya, ia di perbolehkan untuk pulang kerumah.
selama dirumah sakit, via dengan setia merawat dan menjaganya dengan baik... meskipun biasa via dibuat kesal oleh sikap arga... seharusnya sekarang via senang bisa terlepas dari tanggung jawab mengurus arga tapi dia terlihat begitu sedih, entah sedih karena apa__ sulit sekali untuk dijelaskan?
"aku seharusnya, senang bisa hidup dengan bebas". (batin via)___ ahhh.... kenapa harus memikirkannya, apa perlu konsultasi kepsikolog buat periksa otak gua yaa". gumam via dalam hati.
tiba-tiba arga mengagetkan via yg sedang melamun... "jangan kangen yaa sama aku". ucap arga dengan pedenya, sambil memeluk via dari belakang.
"apaan sih..., jangan ngarep". umpat via sambil melepaskan pelukan arga.
"hehee... tapi aku bakal kangen sama kamu, gimana dong".
"lebih baik kamu konsultasi kedokter psikolog, truss cek deh otak lohh_____ mungkin ada yg eror".
"tega amat... emangnya gue mesin, bisa eror apa".
"hhheee... bisa jadi".
arga memasang muka bete didepan via. tak lama kemudian ze datang kerumah sakit untuk menjemput arga...
"boss... mobilnya sudah saya siapkan".
arga cuman menganggukkan kepalanya tanda mengerti... tidak lupa arga mengantar via pulang.
"ikut mobil saya saja... biar sekalian".
"gak perlu, saya bisa pulang sendiri".
"gak ada kata penolakan". ucap arga, lalu menarik tangan via secara paksa__ keluar dari rumah sakit, menuju mobil yg sudah disiapkan ze.
"kenapa masih bengong? tunggu apa lagi, cepat masuk kedalam mobil".
"sudah saya bilang gak perlu".
"masuk gak atau mau saya gendong".
via masuk kedalam mobil arga secara paksa,... lalu ze mengemudi dengan kecepatan sedang? selama perjalanan... mereka diam tanpa berbicara sama sekali, tapi tiba-tiba via membuka percakapan lebih dulu...untuk mengusir kecanggungan?
__ADS_1
"turunkan saya di halte bus, dekat kampus universitas singaperbangsa". ucap via.
"kenapa turun disitu" ucap arga penasaran.
"saya ada sedikit urusan disekitar situ".
sebenarnya arga penasaran ada urusan apa dan ingin bertanya ke via... tapi di urungkan niatnya untuk bertanya, karna gengsi. "ehmm baiklaah...? "ze turunkan sesuai yg dia bilang". ucap arga datar ke ze.
"baik boss".
tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai ke tempat yg via tuju, ze menghentikan mobilnya, lalu via turun dari mobil arga, tidak lupa juga mengucapkan terimakasih.
"terimakasih atas tumpangannya". ucap via
setelah mengucapkan terimakasih, via dengan cueknya langsung pergi meninggalkan arga dan ze yg berada didalam mobil... ze melanjutkan mengemudinya___menuju rumah arga.
*****
sore hari, via yg masih tertidur pulas diatas tempat tidur... merasa terganggu dengan bunyi bell pintar apartemen miliknya, "ahhh... berisik sekali". umpat via kesal sambil mengacak rambutnya yg berantakan khas orang bangun tidur.
via pun dengan malasnya beranjak bangun, menuju pintu apartemennya. lalu via membukakan pintunya... ckleeeek....? "siapa sih ganggu waktu istirahat saya saja". umpat via kesal.
via kaget mendengar suara yg menurutnya tidak asing lagi...."ehhh... kamuuu".___ mau ngapain datang keapartemen saya....? tanya via penasaran.
"emangnya gak boleh kalau saya main keapartemen kamu".
"gak boleh"... jawab via singkat.
"sadis amat".
"biarin...., pergi sanah! gue gak terima tamu kayak kamu". usir via
"tapikan saya sudah dat.......". belum selesai arga bicara, via dengan sengaja menutup pintu apartemennya, tidak memperdulikan arga. lalu via beranjak pergi menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan diri???
setelah via selesai mandi dan mengenakan pakaian, tiba-tiba bell pintar apartemennya berbunyi lagi... via kira, arga masih belum pergi... via membuka pintunya, lalu memarahinya?
"apa kamu gak, tau bahasa manusia? umpat via kesal.
"begini caranya, kamu bersikap sopan kepada yg lebih tua". ucap sandijaya marah.
__ADS_1
via kaget melihat yg ada dihadapannya bukanlah arga... melainkan orang yg paling dibencinya?
"anak liar, sama seperti ibunya". sambung mawar(ibu tiri via).
via sangat marah ketika mawar menyangkut pautkan tentang pratiwy (ibu kandungnya)...reflek via mendorong mawar hingga jatuh kelantai (gbraaak)... "apa hak kamu berbicara tentang ibu saya dengan mulut kotormu itu".
sandijaya yang melihat via yang mendorong mawar, dia langsung marah... "anak kurang ajar". ucap sandijaya meninggikan suara.
"sudah mass... aku gak apa-apa". sambung mawar memasang muka melasnya... lalu berdiri dibantu oleh sandijaya.
"cihhh.... pasangan yg tidak tau malu". umpat via dengan nada mengejek.
"kamu.......? cepat minta maaf terhadap ibumu". ucap sandijaya tegas.
"ibu....? heehee... lucu sekali, saya hanya mempunyai satu ibu, bernama pra...ti...wy..." jawab via dengan kata penuh penekanan). "perasaan saya gak kenal sama wanita asing yg ada dihadapan saya sekarng". sambil menunjuk kearah mawar.
"saya tau kamu sangat membenci kami... tapi itu sudah menjadi masa lalu... biar begini kami tetap orang tua kamu". ucap sandijaya.
"karna itu menjadi masa lalu, membuat saya menjadi sangat muak terhadap keluarga bermaga sandijaya... anda tau, kenangan buruk yang keluarga sandijaya berikan masih terngiang jelas didalam kepala saya... sejak kapan saya mempunyai orang tua terpandang kayak kalian? maaf... sejak saya dilahirkan, saya hanya mempunyai seorang ibu dan ayah angkat... kalau kamu tanya tentang keberadaan ayah kandung saya, mungkin dia sudah mati".
mawar geram, terbakar emosinya? mendengar perkataan via yg kurang ajar kepada sandijaya... "lancang sekali kamu... mengganggap ayah kandungmu sendiri sudah mati".
"upss... emangnya saya salah". sambil menatap sinis kearah sandijaya dan mawar... "lebih baik kalian berdua pergi secepatnya dari sinih... merusak pemandangan saja".
sandijaya menahan emosinya sebisa mungkin atas perilaku via yg buruk terhadapnya... "kami datang kesinih, tidak mau mencari ribut....? kami cuman meminta kamu pulang kerumah, sebab besok kakak kamu berulang tahun... kami mau merayakan pestanya dirumah, lagian kamu juga sudah lama tidak pernah berkunjung ke rumah"?
"atas dasar apa, saya harus datang".
"karna kamu putry kami".
"maaf mungkin anda salah mengenal orang... saya bermaga santika, bukan bermaga sandijaya". (seketika sandijaya diam membatu, tidak bisa menjawab pertanyaan via.....)
mawarpun angkat bicara, melihat suaminya diam terpojok.... "sudahlah mas.... anak kurang ajar kayak dia, gak perlu dibicarakan dengan cara baik-baik? mau dia datang atau tidak___itu terserah, yg penting kita sudah memberitahunya untuk pulang kerumah sandijaya besok".
via yg mendengar perkataan mawar, ia mengubah pikirannya, memutuskan untuk datang.... "ppfff... sayang sekali, kalau harus melewatkan pertunjukan yg menarik, besok" (batin via)____ "bagaimna mungkin! saya tidak menghadirinya, karna tuan dan nyonya sudah datang jauh-jauh kesinih... untuk mengundang saya, tentunya saya akan datang". sambil mengedipkan sebelah matanya.
"bagus... kalau kamu mengubah keputusanmu, untuk datang___ kami akan mengirimkan gaun kesinih, kalau begitu kami pamit pulang dulu".
"tidak perlu, saya masih mampu membeli gaun sendiri... meskipun gaun yg mahal sekalipun".(langsung menutup pintunya), "cihhh... menghina sekali, kalian pikir saya semiskin itu... sampai gak bisa membeli gaun sendiri___ akan ku buktikan besok", (umpat via kesal).
__ADS_1