PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 16


__ADS_3

...................?


via merasa bingung ketika mendapat sebuah pertanyaan dari arga... "kenapa apanya". ucap via bingung.


"kenapa kamu nyelamatin hidup saya, apa motif kamu sebenarnya" tanya arga penasaran.


"kalau saya bilang, saya gak punya niat apa-apa.___ kamu percaya tidak...?


"gak mungkin... seseorang yang menyelamatkan hidup orang lain gak punya motif apa-apa" sambung arga lagi


"terserah! kamu mau percaya apa tidak, saya membantu kamu dengan tulus... tanpa niat apapun".


"ehmm... kalau kamu gak punya motif apapun, kenapa sekarang kamu masih merawat saya".


"ohhh... kalau itu, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri (ucap via berbohong)... kalau saya mau merawat kamu sampai sembuh? gak ada niat lain kok, kalau kamu sudah sembuh, saya gak akan ganggu hidup kamu kedepannya... jadi tenang saja......? ("hufff... jngan sampai arga tau kalau saya sudah membuat kesepakatan dengan ze" (gumam via dalam hati).


"ehmm satu pertanyaan lagi (gumam arga)... waktu kamu menolong saya, kamu dengan mudah lolos membantu saya, tanpa terluka sedikitpun dari anak buah bilof",apa kamu yang melawan mereka? (menatap dengan penuh curiga kearah via).


("gawat... harus menghilangkan kecurigaan arga terhadap saya, (batin via). via pun memasang muka tenang dihadapan arga supaya dia gak mencurigainya, "hehee... gak mungkinlahh saya melawan orang sebanyak mereka, saya hanya seorang perempuan yg lemah... apalagi saya lihat mereka anak buah yg terlatih dan terdidik akan kemampuannya yg hebat!!! kamu ini mengajukan pertanyaan yang konyol ". ucap via.


arga percaya dengan apa yg via katakan, "masuk akal juga... masa seorang gadis kecil yg lemah... bisa menghabisi setengah dari anak buah bilof sendiri dalam semalam, mustahil juga" (gumam arga dalam hati). "tapi kenapa kamu bisa berhasil membawa saya dan malam itu juga setengah anak buah bilof mati semua".

__ADS_1


"sebenarnya, kejadiannya begini? malam itu, saya juga di culik oleh sekelompok bandit.___ kebetulan melewati hutan yg sama... untung ajah ada seorang yg baik hati menyelamatkan nyawa saya trus menolong kamu juga.___ dia menyuruh saya membawa kamu ketempat yg lebih aman... katanya dia yg akan membereskan para penjahat itu. selebihnya, saya gak tau lagi... orang yg menyelamatkan kita berdua berhasil apa tidak.......?"


karna setelah mendengar perkataannya, saya langsung membawa pergi kamu ketempat yg lebih aman, lalu mengobati racun yg ada didalam tubuh kamu, begitu ceritanya (ucap, via bohong)".


arga cuman menganggukkan kepalanya tanda percaya... "tapi siapa yg dengan baik menyelamatkan kita berdua..."apa kamu melihat jelas orang yg menyelamatkan kita dan ada berapa orang yg menyelamatkan kita berdua" tanya arga lagi penasaran


"ehmm tidak... soalnya malam itu saya ketakutan sekali, sampai tidak terlalu memperhatikannya, sepertinya dia cuman seorang diri... tapi aku sempat mendengar, "orang itu bilang... katanya, "anggap saja, dia adalah seorang yg akan memusnahkan orang yg berbuat jahat, intinya begitu.. aku sudah gak ingat jelas".


"hmm... pasti orang yg menyelamatkan kita, bukan seorang biasa melainkan orang yg berbakat".


(hehee... ya iya lah... karna orang yg kamu cari ada hadapan kamu sekrang, gumam via dalam hati)... "kenapa kamu bisa menyimpulkan begitu....?". tanya via lagi


"buktinya dia dapat menghabisi setengah dari anak buah bilof sendirian dalam semalam".


"tenang saja... saya akan mengerahkan seluruh anak buah saya untuk mencarinya! segera kita akan bertemu... saya juga berhutang nyawa padanya dan sama kamu juga".


("hufff... gila ini orang, pake nyelidiki segala? untung waktu menghabisi mereka...cepat-cepat menghilangkan jejak buktinya, jadi sepintar apapun kamu mencari... kamu gak akan bisa, menemukannya". (gumam via dalam hati). "ehmm bagus kalau kamu mau mencarinya (sambil tersenyum kearah arga)... tapi kenapa kamu bilang berhutang juga sama saya, kan saya cuman sebagai perantara".


"jelaslah... kalau gak ada kamu yg mengobati racun didalam tubuh saya... emangnya saya bisa hidup sampai sekarang", jawab arga.


"hehee... masuk akal juga sih". sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.

__ADS_1


"tapi saya membantu kamu dengan tulus kok..., sudah kewajiban saya menolong orang yg membutuhkan bantuan saya".


"tetap saja, saya berhutang sama kamu... jadi apapun yg kamu minta, akan saya kabulkan". jawab arga.


"saya kan sudah bilang, kalau sya tidak meminta apa-apa, saya tulus membantu kamu". ucap via sedikit kesal.


"ehmm...saran saya, lebih baik kamu memikirkannya dulu! kalau sudah, baru bilang ke saya". ucap arga ngeyel.


(tiba-tiba via teringat akan sesuatu)


"owhh ada satu permintaan, saya gak meminta harta kamu... cuman satu yg saya minta, setelah keadaan kamu pulih, jangan pernah kamu mengusik hidup saya... anggap saja kita gak saling mengenal satu sama lain".


tetapi, arga sedikit tidak suka dengan permintaan yg via ucapkan barusan,


"lebih baik kamu pikirkan baik2... baru bilang ke saya".


"saya sudah memikirkan dengan ba....." belum sempat via menyelesaikan bicaranya, arga menyelanya lebih dulu.


"kita bahas nanti lagi... saya mau beristirahat". sambung arga sedikit kesal.


"kebiasaan... belum selesai saya bicara, kamu main serobot ajah". ucap via kesal. "selamat beristirahat tuan arga yang terhormat". lalu via berjalan menuju sofa membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


("kenapa.... kamu harus meminta permintaan yg gak masuk akal, kamu kira saya akan setuju... kamu boleh meminta apapun, asal jangan meminta untuk menjauh dari saya". batin arga).


lalu mereka berdua terlelap dalam mimpinya masing-masing...


__ADS_2