
Keesokan Harinya...
Hari ini arga membuat janji bertemu dengan via disebuah restoran... awalnya via menolak tetapi arga memohon, katanya sebagai ucapan terimakasih telah menyelamatkannya.
☆Restoran Green Zenb****o☆
Arga baru tiba direstoran green zenbo, tidak lama kemudian disusul oleh via...
via masuk ke dalam restoran, mencari keberadaan arga... setelah menemukan nya, via menghampiri dan duduk di hadapan arga. "ughh...untuk yg terakhir kali bertemu dengannya, (batin via)".
"kirain gak datang". ucap arga, senang melihat via yang baru tiba.
"mana mungkin, gue gak pernah ingkar janji... lagian kamu mau telaktir saya, kesempatan emas jangan di sia-siakan".
arga terkekeh mendengar perkataan yg dilontarkan oleh via... sedangkan,
via yg melihat arga tertawa, dia merasa heran... "kenapa tertawa, ada yg lucu". ucap via serius.
"gak ada". jawabnya singkat.
"dasar orang aneh".
"terserah kamu mau bilang saya apa?ngobrolnya kita lanjutkan nanti...lebih baik kita memesan makanan dulu". ucap arga menyela.
via hanya patuh, mendengar apa yg arga katakan...lalu memesan makanan?
tidak menunggu lama pesanan pun datang....
via tidak tahan godaan ketika melihat makanan tertata rapi diatas meja, tanpa basa basi... via langsung melahap makanannya, tanpa memperdulikan keberadaan arga...
baginya, kalau menyangkut pautkan masalah makanan adalah nomor satu karna via termasuk pecinta kuliner.
arga yg melihatnya hanya bisa geleng kepala... "pelan-pelan nanti tersedak, tidak ada yg mau rebut juga". ucapnya. (tapi via tetap cuek, tidak peduli dengan perkataan arga...)
setelah selesai makan! tidak lupa, arga memesan beberapa hidangan penutup... hari ini, perilaku arga menjadi sangat baik dan penuh perhatian... via merasa sangat aneh "tumben ini orang agak normal, biasanya nyebelin"...(gumam via dalam hati).
via melihat terus kearah arga, disisi lain arga merasa risih... "saya akui...! kalau saya memang tampan... apa kamu sudah puas melihatnya". (ucap arga)
via tersadar dan merasa sangat gugup... "yaampun... apa yg barusan gue lakuin". (batin via).___ "A...apaan sih, gak usah kepedean".
"heehee...sudah jelas ketahuan, masih saja ngelak". jawab arga terkekeh.
"huuhf... dasar narsis? ehhh...tapi tumben hari ini sikap lu gak nyebelin seperti biasanya". (mencoba mengalihkan pembicaraan).
"masa sih...gak tuh".
"iyaa....? apa jangan-jangan lu kesambet jin ifrid".
"sembarang...? gue mau bilang sesuatu yang penting sama kamu". (ucap arga serius).
"apaan...." jawab via penasaran.
__ADS_1
"menikahlah denganku". (ucap arga).
via yang mendapat lamaran secara mendadak, langsung tertawa terbahak-bahak.... "haahaaa...haaa, sumpah gak lucu tau". ucap via sambil mengusap air matanya akibat kebanyakan tertawa?
"aku serius".
via yg melihat arga memasang tampang serius, langsung berhenti tertawa___ "gilaaa... emangnya pernikahan bisa kamu anggap sebagai sebuah candaan semata". (ucap via menanggapi).
"iya, gue gila karna kamu...? tapi ucapanku barusan gak bercanda, aku ingin menjadikan kamu sebagai wanita untuk anak-anakku kelak... jadi, menikahlah dengan ku". (ucap arga lagi).
"maaf aku gak bisa".
"kenapa... lagian kita sama-sama gak punya pasangan". (tanya arga).
"tapi... menikah itu harus dengan orang yang kita cintai... sebuah pernikahan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup, jadi harus dipikirkan secara matang...! lagian kita baru bertemu berapa kali dan kita gak dekat"...(ucap via menjelaskan).
"emangnya gak bisa menikah tanpa adanya kata cinta, kita bisa memulainya setelah menikah...lagian banyak orang diluar sanah yg menikah tanpa cinta, buktinya langeng ajah... cinta bisa tumbuh dengan sendirinya".
"aku tetap gak bisa... kamu cari orang lain saja".
"gak mau...? saya hanya ingin menikah dengan kamu". (ucap arga kekeh).
"kepala batu (keras kepala)... saya tetap menolak, lagian usia saya masih terbilang sangat muda untuk menikah... saya ingin mengejar karir dulu, menghabiskan masa muda seperti yang lainnya".
"aku gak akan melarang kamu dalam berkarir...dan kamu juga bisa hidup dengan bebas". ucap arga meyakinkan.
"meskipun kamu bilang begitu...tapi tetap saja! setelah menikah, aku gak bisa sebebas seperti sekarng ini... jadi saya sarankan kamu untuk menyerah". ucap via, lalu pergi meninggalkan arga! keluar dari restoran, arga yg melihat kepergian via hanya bisa menatapnya dari belakang dan menghilang dari pandangan matanya.
tiba-tiba, ponsel milik arga berbunyi... tring...tringgg.... lalu arga mengambil ponselnya untuk melihat siapa si penelpon, ternyata itu dari ratna (maminya arga).
argapun langsung mengangkat...
"hallo... kapan kamu pulang kerumah, mami kangen sama kamu". (ucap ratna dari sebrang sanah).
"aku akan pulang sekarang mam". (balas arga).
ratna yg mendengar putra ke sayangannya akan kembali, ratna begitu sangat senang... "baiklah, hati-hati dijalan___sayangnya mami"(mengakhiri panggilan).
setelah selesai menelpon, arga langsung bergegas menuju mobilnya untuk pulang kerumah orang tuanya. (*sedikit penjelasan* semenjak kuliah, arga tidak tinggal bersama dengan orang tuanya. dia memutuskan untuk menjalani hidup mandiri... sebenarnya, ratna (maminya arga) sempat melarang tapi karna sifat arga yg keras kepala orang tuanya hanya bisa mendukung keputusannya itu).
Beberapa jam kemudian, arga sampai dirumah orang tuanya... dia melihat ada sebuah mobil asing... setelah memarkirkan mobilnya! tanpa pikir panjang, arga langsung masuk kedalam rumah.
arga terkejut ketika melihat senja berada dirumah orang tuanya... "ngapain kamu disinih". ucap arga datar.
"ak...aku hanya main". (jawab senja).
ratna yang melihat putranya terlihat begitu kesal ketika melihat senja, ratna merasa heran... "baru datang, hari ini sikap kamu kenapa... lagian mami yang suruh senja datang".
"ngapain sih, mami undang dia segala". ucap arga kesal.
"memangnya kenapa... lagian senja sudah lama gak pernah main kerumah".
__ADS_1
"hufff... tau begitu, hari ini arga gak bakal pulang kerumah". ucapnya, lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
"bukannya selama ini kamu senang, jika senja datang kerumah...". ucap ratna setengah berteriak.
Arga terus berjalan menaiki tangga, tidak memperdulikan ucapan ratna. disisi lain senja mencoba untuk menenangkan ratna, "gak apa-apa tan....! mungkin suasana hatinya arga lagi jelek". (sambung senja).
"anak baik... jangan diambil hati atas sikapnya hari ini, biasanya arga gak pernah begitu". (ucap ratna lembut sambil membelai rambut senja).
"iya tan....". (balas senja sambil memeluk ratna).
Sementara arga berjalan masuk kedalam kamarnya... "sudah lama gak pernah masuk ke kamar ini, tapi gak ada yang berubah sama sekali". gumamnya, sambil melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur.
arga memejamkan matanya, lalu mengingat kejadian barusan. "Arghhh..... kenapa sih harus bertemu dia...", (batin arga kesal).
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari balik pintu kamarnya....tok..tok...... "sayang ini mami". (ucap ratna, membuka pintu kamar arga).
cklee....k.......!!!
ratna yg melihat arga baring diatas tempat tidur, dia pun berjalan mendekat kearahnya... "syg... ayo makan". (ucap ratna lembut).
"arga, gak lapar mam".
"hari ini kamu kenapa sih...? ayo buruan turun, kasian senja sudah nungguin dibawah".
"mami makan duluan ajh, entar arga nyusul kalau sudah lapar".
"ini anak, keras kepala sekali... kalau kamu gak turun kebawah, mami bakal ngambek sama kamu".
"plisss... mam jangan paksa arga, aku beneran lagi males untuk turun kebawah apalagi harus bertemu dengan dia".
"owwh... ternyata karna ada senja? mami gak tau, ada permasalahan apa' diantara kalian berdua. tapi mami sarankan, semarah apapun kamu sama senja harus dibicarakan secara baik-baik, jangan menghindar".
("ughhh... mami gak tau betapa sakitnya hatiku... aku belum bisa menerimanya". (gumam arga dalam hati)... "mami gak usah ikut campur".
"iya...iya, mami cuman memberi saran untuk putra kesayangan mami.....? ya sudah kalau kamu gak mau turun untuk makan, biar nanti mamih suruh bibi yg antarkan makanannya kekamar kamu".
"gak usah mam... lagian arga mau balik kekantor".
"tapi kamu baru sampai dirumah loh".
"tiba-tiba, ada masalah penting yang harus arga urus dikantor... lain kali arga bisa mengunjungi mami lagi".
"huuh, kamu kayak papih...gak ada waktu buat mamih". (ucap ratna sedih).
"maafin arga mam! sebagai gantinya, gimana kalau arga ada waktu senggang aku ajak mamih liburan...". (ucap arga, membujuk ratna).
"setuju...mamih pegang janji kamu".
"iyaa... mamiku tersayang...". (ucapnya, lalu memeluk ratna)... setelah itu, arga berpamitan ke ratna untuk pergi ke kantor.
sebenarnya, arga membohongi ratna... karna dia tidak ingin bertemu dengan senja... arga memakai alasan ada masalah penting dikantornya.
__ADS_1