
☆apartemen via☆
setelah selesai mandi, via mengenakan pakaian, sweater putih senada dengan celana jeans hitam.___
via membaringkan tubuhkan diatas tempat tidur. "untung masih tersisa 1 jam lagi... jadi bisa santai biar cuman sebentar" gumam via.
"kalau dilihat-lihat arga sangat tampan, termasuk tipe cowok idaman yang sempurna...(sambil cengengesan seperti orang gila)... "aduh, ngapain juga gue harus ngehaluin cowok breng**k itu...(sambil menampar pelan kedua pipinya), baru kenal ajh udah bikin tekanan darah tinggi, apa lagi kalau sudah kenal lama trus punya hubungan! ngeri banget yaa, sampai gak bisa di bayangin".
"sabar via, kamu harus sabar... tunggu sampai br*ngs*k itu sembuh dulu, gue gak akan terlibat dengannya lagi.____ capek sekali, harus mengurus bayi kolot". batin via lagi.
sebelum via pergi kerumah sakit...! ia memasak terlebih dahulu untuknya, sekalian dibawa kerumah sakit juga.... setelah selesai acara memasak, via menyantap makanannya dengan sangat lahap.. tak lupa juga, memasukkan masakannya kedalam kotak makan. "semoga ajah suka dengan makanan yg aku buat" batin via sambil tersenyum.
******
arga yang sedang duduk diatas ranjang rumah sakit, sambil memainkan ponselnya. tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar...tok...tok..tokk....
"boss... bisakah saya masuk". ucap ze
"iyaaa...."(jawab arga singkat),
ze pun berjalan masuk mendekat kearah arga. "lapor boss... saya sudah melenyapkan rubah tua itu tanpa jejak... ini dokumen pentingnya" ucap ze, sambil menyerahkan map yg berisi dokumen penting kearga.
"ehmm... bagus". arga membuka map lalu mengeluarkan secarik dokumen. arga tersenyum puas ketika melihatnya, lalu memasukan kembali dokumen pentingnya. "kamu kirimkan dokumen ini ke sekertaris pribadi saya, biar mereka yg menanganinya".
"baik boss...(ucap ze), gimana keadaan boss sekarng".
"seperti yg kamu lihat....aku baik-baik saja".
disela perbincangan arga dan ze, via datang... ia tidak tau kalau ze ada didalam ruangan bersama arga, via langsung masuk tanpa mengetuk pintu. ia terkejut ketika melihat ze sedang berbincang dengan arga.
"ma...maaf, saya sedikit lancang, sudah masuk tanpa permisi".
__ADS_1
"gak perlu minta maaf... ngapain masih berdiri disitu, cepat kemari". sambung arga.
"ta..tapi, (jawab via ragu)....."
"cepetan kesinih... sebelum saya hukum". ucap arga kesal.
via jalan mendekat kearah arga dan meletakkan kotak makan di atas meja... "kamu bawa apaan" tanya arga penasaran.
"ohhh... ini makanan, buat kamu".
"wahh... calon istri yang baik". ucap arga menggoda via.
"istri... palaluh? siapa juga yg mau jadi istri kamu". sambung via sedikit kesal.
"makin imut deh... kalau lagi marah".
"huff.... dasar? (sambil memalingkan mukanya kearah lain).... ekhemm, mending sekarang dmakan dulu, nanti keburu dingin makanannya". sambil menyodorkan kotak makanan kearga.
(yaelah ceritanya gue dikacangin?mending pergi, dari pada nyesek disinih melihat mereka berdua. batin ze). "boss saya pamit undur diri".
("ya ampun cuman dikasih respon gitu doang... miris amat" batin ze lagi, lalu pergi meninggalkan arga dengan via didalam ruangan).
"kenapa cuman diliatin... cepetan dimakan" ucap via, ketika melihat arga yang dari tadi cuman memandang makanan yg via bawa.
"serius ini makanan" jawab arga ragu... "kok bentuknya meragukan yaa, gak ditaro racunkan".
"sembarang... ceritanya, gak ngehargai makanan yg gue masak sendiri nih... biar bentuknya jelek, tapi rasanya lumayan kok".
seketika arga kaget bercampur senang, mendengar via yg memasak sendiri makanan untuk dirinya... "ehmm... baiklah, saya akan memakannya!!! menghargai jerih payah kamu yang sudah membuatkan makanan untuk saya".
"etsss... jangan salah paham dulu? tadi saya cuman iseng masak, trus makanannya kelebihan makanya saya bawa kesinih, (jawab via bohong). lagian saya gak maksain kamu untuk makan masakan saya kok... kalau gak suka buang ajah, biar saya belikan makanan dikantin rumah sakit".
__ADS_1
"gak usah". lalu arga menyuapkan makanannya kedalam mulutnya. "ada pepatah mengatakan... jangan melihat makanan dari tampilan luarnya saja yg terlihat jelek, sebelum mencicipi rasanya... "meskipun bentuknya agak memprihatinkan ternyata rasanya enak, jago masak juga ini bocah kecil".batin arga senang.
via yg melihat arga memakan masakannya dengan sangat lahap, ia meminta penilaian dari arga, "bagaimna, enakkan" ucap via menunggu jawaban dari arga.
"biasa ajh, tapi...... boleh lah untuk mengganjal perut". jawab arga datar... padahal dihatinya memuji,masakan via. arga menghabiskan makanannya dengan lahap tanpa tersisa sedikitpun.
("katanya biasa saja... tapi kok dimakan sampai habis begitu, dasar bayi kolot". gumam via dalam hati).
via menyerahkan segelas air minum serta mengambil beberapa butir vitamin... lalu arga meminum vitamin yg diberikan via. "anak pintar.. sekarng waktunya untuk istirahat".ucap via
"gak mau".
"gak boleh bandel, kamu ingatkan dokter bilang apa.....? untuk masa pemulihan, kamu harus beristirahat dengan cukup".
"ehmm... capek tau dari tadi istirahat mulu, gak ada kegiatan". jawab arga kesal.
"tapi ini demi kesembuhan kamu, jangan membantah perkataan dari dokter. nanti kalau sudah sembuh, terserah kamu mau lakukan apa saja".
"hufff...iya-iyaaa....... dasar bawel", jawab arga sambil memasang muka kesalnya.
(via tertawa yg melihat arga ngambek seperti anak kecil... "hehee..... dasar bayi kolot". gumam via dalam hati).
arga sedikit tidak senang, ketika via tertawa meledeknya... "apa yg kamu tertawakan".
"heehe... lucu ajah melihat kamu yg ngambek seperti anak kecil". ucap via sambil mencubit kedua pipi arga.
"aww... apa-apaan sih, sakit tau". sambil memegang kedua pipinya yg sakit.
"itu hukuman buat anak yg keras kepala, kayak kamu... sekarang istirahat? jngan mikirin yg aneh-aneh dulu...ekhemmm, sekalian saya juga mau tagih perjanjian yg disepakati tadi pagi, kalau saya boleh beristirahat disinih" (sambil melirik ke arah arga).
"kamu tau kan kalau semalam saya tidak beristirahat dengan cukup... kamu gak kasihan sama saya, yang tidak tidur dari semalam... lihat nih dibawah mata, sampai ada lingkaran hitamnya". ucap via sambil menunjuk kearah lingkaran matanya.
__ADS_1
arga yg melihat via jadi tidak tega... sebab via adalah penyelamat baginya, belum lagi via yg menjaga arga dari semalam dirumah sakit._____ tetapi masih ada pertanyaan yg menjanggal di dalam pikirannya... tanpa basa-basi arga menanyakan beberapa pertanyaan kepada via.
"kenapa.........?" ucap arga datar.