
☆Rumah Sakit☆
setelah kembali dari pulau pelangi, arga langsung dilarikan kerumah sakit terbesar dikota X... arga dibawa keruangan IGD (instalasi gawat darurat) untuk melakukan pemeriksaan. setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, dokter keluar dari ruangan IGD.
"gimna keadaannya dok" ucap ze khawatir.
"keadaannya sudah mulai membaik, cukup dikasih tambahan vitamin saja agar kondisi pasien kembali pulih dan juga harus dirawat inap dalam beberapa hari, agar perkembangannya mudah dipantau...
"dok.... lakukan apa yg menurut dokter, baik bagi keselamatannya". sambung ze
"tuan... menurut saya, beruntung sekali pasien ini, dia terkena racun yg sangat mematikan, tetapi keadaannya sudah stabil seperti semula... padahal sudah banyak orang yg tidak selamat akibat terkena racun strychinine ini.
"saya yakin, sebelum pasien dibawa kesinih! pasti racun yg ada didalam tubuhnya sudah mendapatkan pertolongan lebih dulu. orang yg menyelamatkannya pasti seorang yg sangat jenius dan berbakat...saya sangat mengaguminya". ucap dokter memuji.
(seketika ze tercengang mendengar pujian dari dokter... "ehh... ternyata gue sudah salah paham sama cewek itu" gumam arga dalam hati).
"pasien akan dipindahkan keruang VIP... mohon tuan, ikut saya sebentar untuk mengisi data formulir pasien dan mengurus administrasinya", ucap dokter yg memeriksa arga.
"ba......baik dok......." sebelum ze meninggalkan arga, ze meminta tolong ke via...untuk menjaga arga... "tolong, jagain dulu boss saya._____saya mau mengurus administrasinya".
"baiklah.. jawab via singkat. "sekarang bukannya, seharusnya saya marah! saya kan dibawa secara paksa kesinih. udah gila palingan otak gue...kenapa juga harus dengarin perintahnya sih.
FLASHBACK...
via mengikuti ze dari belakang yg sedang memapah arga, menuju ke pelabuhan. via bingung, ketika sampai dikepelabuhan, "eehh... tunggu sebentar, kamu mau ajak saya kemana" ucap via.
"malam ini kita akan kembali ke kota X... kamu bilang, kalau boss saya harus dbawa kerumah sakit supaya mendapat perawatan dengan baik".
"memang sih? tapi gue gak mau ikut, udah gila lohh yaa... padahal saya sebagai penyelamatnya bukan sebagai pembunuh. ngapain gue harus ikutin kamu, sementara saya masih liburan dipulau ini" ketus via.
"tadikan saya sudah bilang sama kamu, sebelum masalahnya terungkap jelas... kamu gak dibolehin untuk pergi. jdi kamu harus ikut kemana pun saya pergi... sebaiknya kmu patuh, sebelum saya pake cara kasar".
"si***ng loh yaa....." belum sempat via melanjutkan bicaranya, anak buah arga sudah diberi kode ze untuk membawa via secara paksa.... "lepasin gak" ucap via marah sambil memberontak.
anak buah arga sedikit kewalahan ketika via memberontak, via pun diberi obat bius! kesadaran via mulai menghilang dan jatuh pingsan. setelah via sadar, dia sudah berada di rumah sakit terbesar dikota X.
☆☆☆☆
"hufff.... kenapa gue masih diam disinih, padahalkan ini kesempatan yg bagus untuk kabur! otak gue beneran udah gak beres", umpat via dalam hati.
__ADS_1
setelah selesai ze mengurus biaya administrasinya dan melengkapi data formulir! akhirnya, ze kembali keruangan arga dirawat...."patuh juga yaa" batin ze, melihat via masih menunggu diruangan arga.
via yg melihat kedatangan ze, dia dengan cepat menarik tangan ze,keluar dari ruangan...........?
"apaan sih tarik-tarik segala" ucap ze sedikit marah.
"saya mau bilang sesuatu".
"mau bilang apa, cepat sedikit" ucap ze datar sambil duduk dikursi rumah sakit yg ada depan ruangan arga.
"saya janji... saya akan patuhi perkataan kamu dan gak kabur, tapi saya ada satu permintaan".
"jangan tawar menawar loh yaa" jawab ze.
via yg mendengar perkataan dari ze, via sedikit kesal tapi dia tahan... "setuju gak, dengan apa yg saya bilang... kalau gak setuju! ya sudah, tapi saya gak bisa menjamin, kalau saya akan patuh". sambil melirik kearah ze.
"ehmm... baiklah-baiklah"
"gituu dong.... sebenarnya, saya pergi liburan kepulau pelangi bersama sahabat saya, truss mereka masih berada disanah... bisa gak! suruh anak buah kamu, jemput mereka! soalnya saya khawatir... takut terjadi apa2 sama mereka". lalu menunjukkan foto yg ada didalam ponselnya..."ini foto mereka".
ze hanya bisa menuruti, apa yg via katakan.... "baiklah, kalau ini perkara gampang... saya yg akan menjemput mereka sendiri, tapi dengan satu syarat sebagai gantinya kamu harus merawat boss saya sampai sembuh". sambil mengulurkan tangannya kearah via.
tanpa basa basi via langsung menyetujuinya, "sepakat kalau begtu" membalas uluran tangan dari ze, tanda setuju.
"hallo via, lohh kemana ajah sih... udah malam begini masih belum balik juga ke vila". ucap ayu khawatir
"maaf... sebenarnya gue sudah kembali ke kota X", (merasa bersalah).
ayu dan putri kaget, mendengar apa yg via katakan... "gilaaa lohh yaa, jngan bercanda deh" balas putri sedikit kesal.
"gue serius, gak lagi bercanda...? dan kalian siap-siap, nanti ada yg mau jemput kalian kesanah..."
"beneran nih... (ucap ayu dan putri masih gak bercaya)... "yaa sudah kalau bgtu, yg penting kmu baik-baik saja... sebenarnya, dari tadi kita khawatirin kamu tau, takut terjadi sesuatu".
"iyaa...ehmm makasih yaa, udah khawatirin gue, kalian memang keluarga terbaikku" ucap via.
"jelaslahh khawatir... kita bertiga sudah lama saling kenal, susah senang selalu bersama, sudah kayak saudara kandung sendiri".
"iya deh... nanti kalau kalian sudah kembali ke kota X, bakal gue telaktir apa ajah, satu hari full, buat permintaan maaf" ucap via.
__ADS_1
"heehee... sepakat yaa" sambung ayu dan putri serempak sambil terkekeh di telpon. "ya sudah gue dan ayu mau siap-siap dulu" sambungan telpon pun dimatikan.
☆☆☆☆
via masuk kedalam ruangan VIP, arga dirawat... ia jalan mendekat kesisi ranjang rumah sakit, melihat arga yg sedang terbaring lemah. "melihat cowok breng**k lemah kayak gini, kenapa gue jadi prihatin ya" ucap via pelan.
sebenarnya, arga sudah siuman dari tadi. ketika sadar, arga melihat keseliling ruangannya, tidak menemukan seorangpun... tapi tiba-tiba, arga mendengar ada suara langkah kaki masuk kedalam ruangannya... arga berpura-pura, menutup matanya kembali, dan mendengar perkataan via barusan.
"ahhh... gue mikirin apaan sih" lebih baik istirahat, udah jam segini... sambil berjalan menuju sofa... ketika via sudah terlelap, arga membuka matanya kembali dan melihat kearah via...
"ehmm... ternyata gadis kecil itu yaa, yg sudah nyelamatin gue" gumam arga, sekilas senyum diwajahnya. "gak nyangka, gadis kecil yang galak... ternyata ada sisi lembutnya juga". (melihat kearah via) kemudian, arga memejamkan matanya kembali untuk melanjutkan istirahatnya.
keesokan pagi....
vie terbangun dari mimpi indahnya, via kaget ketika melihat arga yang sudah siuman, via pun mendekat kearah arga... "ehh... sudah sadar yaa, tunggu sebentar... gue panggil dokter kesinih" ucap via dengan suara khas bangun tidur.
arga hanya diam... sambil menatap kepergian via... tidak berapa lama, via kembali dengan membawa seorang dokter, yg kemarin memeriksa arga...
"gimana dok... keadaannnya" tanya via penasaran.
"bagus kondisinya sudah mulai stabil... jadi disarankan, untuk meminum vitamin yg sudah saya berikan secara rutin... lalu perbanyak istirahat"... dalam beberapa hari, kondisinya akan membaik seperti semula".
"terimakasih dok". (ucap via senang)
"iyaa... ini sudah menjadi tugas saya sebagai dokter. kalau begitu, saya permisi dulu, kalau ada apa-apa.____ panggil saja saya... mohon bantuannya, untuk menjaga kesehatan pasien". ucap dokter, lalu pergi pamit undur diri meninggalkan ruangan arga.
setelah kepergian dokter, via bingung harus berbuat apa ketika berada diruangan yg sama dengan arga... "aduhh... kok jadi salting begini yaa"batin via... "ehhh... kmu mau makan apa, biar saya belikan dibawah"ucap via.
tapi arga tidak merespon via sedikitpun... "gila... ini orang sudah sakit, sikapnya masih saja arogan, bisu kali yaa gara-gara terkena racun! kalau dia gak sakit udah gue marahin" umpat via kesal di dalam hati.
("heehee... kena lohhkan gue kerjain"... batin arga). senang didalam hati, melihat wajah via yg menurutnya lucu.
"aduhh... bilang sesuatu dong, mau makan apaan, mumpung gue lagi baik... gue lagi gak mau berantem".
"terserah"ucap arga singkat.
"busett... ini orang, dikasih hati malah minta jantung" gumam via dalam hati..
"kalau begitu gue pergi dulu... ingat selagi saya gak ada disinih... jngan banyak bergerak dulu".
__ADS_1
"iya...iya, pergi sanah! cerewet sekali".
via pergi meninggalkan arga sendiri diruangannya.