
"gimana.."
"bos.. ternyata wanita yang bos suruh awasi, sedang menjenguk tunangannya dirumah sakit yang sedang mengalami kecelakaan.."
Braaaak...
(arga menggebrak meja yang ada dihadapannya dengan sangat keras)
"apaaa.. kamu bilang (sambil menampilkan sorot matanya yang tajam)"
ze diam membatu tidak berani menatap kearah atasannya yang sedang murka..
"nggak mungkin.. dia adalah wanitaku, tidak ada yang pantas menjadi pendamping hidupnya selain aku (ucapnya dengan tegas)"
"tapi bos...."
"diam kamu (bentaknya) selidiki laki-laki itu, atau bila perlu hancurkan saja dia dari muka bumi ini"
"Ba-baik bos.."
ze pergi meninggalkan ruangan atasannya.. dia tidak berani membantah perkataan dari arga sebelum nyawanya sendiri yang akan melayang!
"cihh... tunangan, jangan harap.. kamu hanya ditakdirkan menjadi wanitaku (batinnya sambil menatap foto via yang berada dilayar ponselnya)"
sementara disisi lain..
Huaaaaacih..
"siapa lagi yang dengan berani mengumpatku dibelakang (batinnya)"
via yang sedang menunggu kedua sahabatnya disebuah taman sampai mau berakar.. tetapi ayu dan putry tidak kunjung muncul juga..
"ini dua curut pada kemana sih (batinnya) bilangnya cuman sebentar, lah ini nunggunya sampai mau akaran..(ketusnya) tau begitu tadi gue ikut mereka saja"
"kenapa gue harus bertemu dengan k***rat ini lagi sih.. sial betul hari ini (sindirnya)"
via beralih melihat kearah dimana suara itu berasal.. "senja" sambil membulatkan matanya.. "ngapain kamu disinih.."
"ya suka-suka gue lah.. mau disinih atau dimana"
"ya permasalahannya.. kemunculan kamu disinih, cuman bikin sakit mata (ejeknya)"
"k***rat kamu... (ucapnya agak emosi)"
"yang saya bilang fakta kok.. (ucapnya dengan nada santai, sambil mengorek telinganya yang tidak gatal)"
"ka-kamuu.. (sambil menunjuk kearah via sebab tidak terima)"
perdebatan antara via dan senja yang berujung sengit, tidak lama kemudian ayu dan putri yang baru kembali.. mereka berdua yang melihatnya, bertanya satu sama lain..
"ehh put.. itu via bersama siapa tuh (ucapnya)"
"nggak tau..mending samperin ajah yuk, kayaknya ada yang nggak beres nih"
__ADS_1
"kuyyy lah.."
tanpa basa basi lagi mereka berdua langsung bergegas dengan cepat menghampiri via..
"ehhh... ada biang kerok nih (sindir putri)"
"husss.. jangan sembarang, yang pantas itu nenek lampir (sambung ayu, sambil tertawa mengejek)"
"keparat kalian... bisanya main kroyokkan, awas saja (ucap senja)"
senja pergi dengan perasaan kesalnya, dia meninggalkan ketiga wanita yang sedang setia menertawakannya..
"huhh.. bisanya cuman kabur dan kabur.. (ejek putri dengan suara keras)"
"betul put.. kan cuman itu keahlian si nenek lampir (sambung ayu tak mau kalah)"
*awas ajah kalian bertiga akan kubalas nanti (batin senja dengan kesal)*
sementara via hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.. "yaampun kalian ini.. mulai deh bikin ulahnya"
"hahaa.. siapa suruh sibiang kerok itu berani muncul dihadapan kita lagi setelah kejadian lalu yang dia perbuat ke kita.."
"iya betul.. untung gue masih ada rasa kasian, kalau tidak! mungkin sudah habis gue cabik-cabik itu wajahnya yang sok polos..."
"ihhh.. serem amat (ledek via sambil memperagakkan muka yang sedang ketakutan)"
"mulai deh.."
kemudian ayu mengambil ancang-acang untuk menggelitiki perut via.. "pfhuahaaa.. ampun.. hahaaa geli.. gue nyerah hahaa.."
putri yang melihatnya tidak mau tinggal diam.. dia juga menyerang ayu dengan cara menggelitiki perutnya.. mereka bertiga pun tertawa sangat lepas, bagai beban berat terlepas dari pundaknya!
☆
Tiga hari kemudian..
"keadaan kamu gimana (tanya via yang sedang menjenguk brama)"
"sudah pulih seratun persen.. dokter juga memperbolehkan saya untuk pulang besok"
"baguslah.. saya senang dengarnya (sambil menampilkan senyum simpulnya kearah brama)"
"Ehmm... kenapa kamu baru kesinih (tanyanya)"
"(pertanyaan macam apa ini *batin via* kemarin-kemarin ada sesuatu hal penting yang perlu saya urus.. makanya, hari ini baru bisa kesinih"
"owhhh.. saya kira kamu sudah lupa sama saya, makanya nggak pernah datang menjenguk"
"hahaaa (tertawa lepas) mana mungkin lah saya lupa.. lagian saya juga sudah janji bakalan datang kesinih lagi"
"Ehmm.."
(ini orang ternyata asik juga ya.. tapi kalau lagi dikampus buset kenapa bisa datar N galak banget.. ehmm kalau dipikir- pikir lagi, kalau mengenalnya lebih jauh ternyata orangnya berbanding terbalik *batin via*)
__ADS_1
"kenapa..."
"ehhh.. (menatap kearah brama) kenapa, apanya (jawabnya bingung)"
"dari tadi kamu bengong.. lagi mikirin apa"
(nj****r kepergok deh *batinnya sedikit malu*) "hahaa.. biasa lagi mikirin tugas kampus (ucapnya berbohong)
"owwh.. kirain lagi mikirin saya Ck.. (ucapnya dengan PD-)"
"(buset ini dosen makin PD- amat ya *batinnya* ya meskipun jawabannya ada benernya juga sih *batinnya lagi*).."
"bercanda kok (ucap brama lagi)"
"hahaa.. saya tau kok (diiringi ketawa)"
ketika mereka berdua sedang asik mengobrol.. Tiba-tiba.. (ponsel milik via berbunyi) via beralih mengambil ponselnya, ingin melihat siapa yang menelponnya..
"arga.. *batinnya*"
(via dengan sengaja tidak mengangkat telpon dari arga)... "loh kira gue mau mengangkatnya gitu, jangan harap *batinnya*
"kenapa nggak diangkat (tanya brama tiba-tiba)"
"nomor kesasar kayaknya.. nggak penting juga (ucapnya santai)"
tetapi ponselnya kembali berdering.. "lebih baik diangkat dulu, siapa tau ada sesuatu hal yang penting (sarannya)"
"baiklah.. kalau begitu, saya mau angkat telponnya sebentar (sambil keluar dari ruangan brama)"
"............"
(arga langsung meneriaki via dari balik telpon, sementara via langsung menjauhkan dari telinganya)
"ya suka-suka saya lah..."
"......."
"ehmm..."
"......"
"kalau nggak ada sesuatu hal yang penting, saya tutup nih (ancamnya)"
"........"
(arga terus nyerocos dari balik telpon, via yang merasa jenuh.. dia langsung mematikan telponnya secara sepihak.. tidak lupa untuk mematikkan ponsel miliknya)
"hehee.. cara aman (batinnya)"
sementara ditempat lain.. arga berdecak sangat kesal karena via memutuskan sambung telponnya secara sepihak
"makin berani kamu ya (ucapnya geram) Ck..ck.. lihat saja kalau nanti bertemu, akan aku kasih pelajaran (seringainya)"
__ADS_1
Dan via merasa merinding sendiri.. entah gara-gara kenapa! "ughh.. kenapa jadi merinding begini ya (batinnya)"