
via sedari tadi yang sedang mengerjakan beberapa file penting dikomputer miliknya mendadak tidak fokus sebab terbayang perkataan arga ketika direstoran, via pun berdecak sangat kesal.
"Arghhh....sumpah kalau begini terus kapan bisa selesainya, kenapa harus kepikiran dia sih! apa jangan-jangan gue kena pelet cintanya ya" (tebak via sambil mengacak rambutnya, frustasi).
via memutuskan bangkit dari duduknya untuk membersihkan diri sebab ke gelapan dibumi telah menyelimuti seluruh kota X menandakan akan berganti petang dan malam ini via juga akan menghadiri acara ulang tahun kakak tirinya.
"mandi dulu deh, dari pada mikirin yang gak berfaedah...siapa tau habis mandi otak gue kembali normal". (umpatnya)
viapun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah selesai, via segera berganti pakaian! malam ini via mengenakan dress floral berwarna putih menambah kan kesannya yang cantik, anggun dan berkelas.
tidak lupa juga via mempoles sedikit wajahnya yang sudah cantik dari lahir dengan sangat sederhana, sebab via lebih mengutamakan polesan pada bibirnya.
via menata rambutnya yang pirang, panjang dan lurus, sengaja ia urai jatuh kebawah! menambahkan kesannya yang semakin cantik, ditambah perpaduan heels hitamnya menjadi lebih sempurna!
setelah selesai bersiap-siap, via langsung pergi meluncur ketempat acara dikediaman sandijaya. via membawa mobilnya dengan kecepatan sedang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.
*Kediaman sandijaya*
ketika via turun dari mobil semua mata tertuju kepadanya, seakan mampu menghipnotis para tamu undangan yang hadir malam ini karna penampilannya terlihat begitu memukau seperti bintang dilangit (bercahaya).
para tamu undangan berbisik-bisik memuji kecantikan via. "waww... cantik sekali, siapa gadis itu". (ucap para tamu yang hadir)
"seperti malaikat". (sambung yang lain lagi)
"iya... ehhh, bukannya itu anak dari keluarga sandijaya yang dulu di kabarkan pernah hilang".
"ahhh... masa sih"
"iya....."
"pantas saja bersinar, dari keluarga terpandang toh".
semua tamu yang hadir sangat ribut memuji kecantikan via, meskipun mereka membicarakannya secara pelan tapi tetap kedengaran ditelinga via.
"ya ampun, biasa ajah kali kayak yang lagi liat artis saja..." (batin via cuek)
malam ini bukan hanya via saja yang hadir tetapi masih banyak dari para tamu undangan lainnya juga ikut serta di dalam acara.
pesta berlangsung sangat meriah, tidak lupa via menghampiri kakak tirinya untuk memberikan ucapan selamat serta sengaja membuatnya sedikit kesal.
__ADS_1
"selamat? ehhh... tambah tua ajah lu, dikurangi berbuat jahatnya", (ucap via ke gita).
"apa lo bilang....? makin kurang ajar itu mulut". (ucap gita kesal)
"upss...! keceplosan" (jawab via sambil menutup mulutnya).
"lo masih punya muka untuk datang kesinih"
"sebenarnya sih, malam ini gue males banget buat datang...tapi berhubung orang tua lo sendiri yg memohon, gak mungkin kalau gue menolak niat baik mereka".
"hhhaa... lucu sekali, mana mungkin! jangan kebanyakan ngarang cerita".
disela perbincangan via dengan gita! tanpa sengaja via melihat arga berjalan kearahnya... "******, kenapa harus bertemu arga disinih". (batin via, sambil menundukkan sedikit wajahnya).
via mencoba untuk melarikan diri, tapi dengan cepat gita menahannya... "mau pergi kemana lo, gue belum selesai bicara". (ucap gita kesal).
"bukan urusan kamu". balas via, sambil melepaskan tangan gita yang memegang lengannya.
"gak sopan banget sih... mau kabur, jangan harap". (kembali mencengkram lengan via dengan kuat).
"apaan sih... lepasin gak". (ini anak makin lama rese juga ya, kalau bukan ditempat rame sudah gue hajar, batin via)
(via memikirkan cara agar gita mau melepaskannya secara suka rela dan tiba-tiba muncul ide brilian diotaknya?) "woww... tampan sekali". (mencoba mengalihkan perhatian gita).
gita sangat tergoda oleh perkataan via barusan, karna penasaran? kemudian dia mencari sosok pria tampan itu, benar saja gita langsung terpesona ketika melihatnya. ("OMG......! gue gak sedang bermimpikan, ya ampun pangeranku jalan kearah sinih, apa jangan-jangan dia terpesona sama kecantikan gue. rasanya ini jantung kayak yang mau melompat keluar", gumam gita dalam hati).
ketika gita sedang bengong melihat kearah arga, via langsung melepaskan tangannya dari genggaman gita.
"hehee...kena lu, gue kadalin",(batinnya). dengan cepat, via bergegas pergi sebelum gita menyadarinya.
disisi lain arga yang melihat via pergi menghindar darinya, berusaha untuk menggapainya! tetapi via keburu lari menjauh dan menghilang dari pandangan, "arghhh... sial, cepat banget ngilangnya sih". (ucap arga kesal)
setelah itu, arga melihat kearah gita lalu menanyakan kemana perginya via. "wanita yang berbicara dengan kamu barusan, itu pergi kemana". (tanya arga)
"a...apa...?"ucap gita gugup... (wahh... pangerankuš batin gita terpesona)
"ditanya kok malah bengong", (ucap arga kesal)
gita tersadar dari lamunannya... "ehhh... maaf, barusan kamu tanya apa". (ucap gita sedikit gugup)
__ADS_1
"wanita yang berbicara dengan kamu, itu pergi kemana". (tanya arga lagi)
"maksud kamu... wanita j*l*ng itu".
arga sangat marah, ketika gita menyebut via sebagai wanita j*l*ng... "apa kamu bilang...? berani sekali kamu mengatai wanitaku sebagai wanita j*l*ng, cari mati kamu yaa", (bentak arga)
"ma...maaf....?"jawab gita ketakutan, (ehhh...kok jadi begini sih, batin gita)
"cihh... bikin emosi saja".
arga sangat kesal, lalu pergi tanpa memperdulikan gita! untuk mencari keberadaan via. gita yang melihat arga pergi mencoba untuk menahannya, tapi arga tidak menggubrisnya.
"tu...tunggu sebentar" arga yang bersikap mengacuhkannya, gita sangat marah, (ughhh...sial, ini semua gara-gara wanita j*l*ng itu).
ditempat lain, via yang berhasil kabur dari arga lalu ia berhenti tepat disebuah pekarangan rumah untuk mengatur sedikit napasnya yang sudah tidak beraturan lagi.
"fyuuuuh... untung masih bisa untuk kabur" (ucap via lega), aku yakin pasti sekarang dia lagi nyariin aku, jalan satu-satunya harus segera pergi dari sinih".
setelah cukup mengatur napasnya, via kembali melangkahkan kakinya, untuk pergi meninggalkan kediaman sandijaya pulang keapartemennya.
****
arga yang sedari tadi mencari keberadaan via, tetapi tidak menemukannya juga... "arghhh... sial, sebenarnya dia pergi kemana! sudah mencari ke semua tempat disekitar sinih tapi gak ketemu juga".
argapun meninggalkan tempat acara, menuju mobilnya. kemudian, arga menyuruh ze buat mencari tau tentang via yang hadir malam ini diacara keluarga sandijaya...
"cepat sekali keluarnya bos, perasaan acaranya belum kelar". (tanya ze penasaran).
"lebih baik kamu simpan pertanyaan yang tidak berguna itu....! saya punya tugas penting yang harus kamu selidiki". (ucap arga serius)
(buset serem amat, kenapa lagi ya. batin ze)..."tugas apaan bos".
"selidiki tentang via".
".............???". (meminta penjelasan)
"malam ini via ada hadir diacara keluarga sandijaya, sebenarnya apa hubungan mereka... saya dengar dari para tamu yang hadir via adalah anak dari keluarga sandijaya yang hilang, tapi saya belum sepenuhnya yakin...maka dari itu kamu harus menyelidikinya".
"oky bos...serahkan saja tugas ini ke saya".
__ADS_1
lalu ze menjalankan mobilnya pergi dari tempat acara, untuk pulang menuju tempat tinggal arga.