PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 28


__ADS_3

(fyuuuh... syukurlah, kalau dosen kiler itu gak marah? via merasa begitu lega).


"kenapa diam, tanya brama mengagetkan".


"NG...tidak kenapa-napa kok, jawab via terbata-bata".


"siapa nama kamu".


"nama saya ilvy santika"


(nama yang bagus, batin brama sambil tersenyum kecil). "ehmm...masih kuliah"


"i...iya...(ucap via singkat) pak brama tidak mengenal saya, (tanya via lagi)".


"mengenal... maksudnya? ucap brama bingung" (perasaan ini pertemuan pertama bagi kami, batin brama). brama sangat kaget ketika mendengar via menyebut namanya? "tunggu dulu, kenapa kamu bisa tau nama saya! padahal saya belum memperkenalkan diri, (tanya brama balik)".


(ulasan sedikit, "via adalah seorang siswa jenius dikampusnya, banyak dari para dosen yang memuji tentang bakat yang via miliki dan tidak ada dosen yang tidak mengenal tentang seorang ilvy santika. makanya itu via bertanya kepada brama, apakah brama termasuk dosen yang mengenalnya juga).


"masa pak brama tidak tau siapa saya, padahal saya kuliah diuniversitas singaperbangsa juga loh".


"apa...?maksud kamu diuniversitas singaperbangsa, ucap brama memastikan pendengarannya".


"iya pak... saya salah satu dari


siswa yang bapak kil.... ehh maksud saya salah satu siswa diuniversitas singaperbangsa".


"begitu ya... tapi kenapa saya tidak pernah melihat kamu".


"bagaimana bapak mau mengetahui saya, sementara dikampus sikap bapak acuh ta acuh terhadap siswa bodoh seperti saya. trus kampus juga sangat luas masa pak brama mau mengamati satu persatu siswa dikampus yang banyaknya begitu".


"ehmm... masuk akal juga sih, tapi ngomong-ngomong bisa tidak panggil saya pake nama saja, jangan panggil bapak kamu kira saya bapak kamu... protes brama".


"Ta... tapi pak brama, tidak sopan kalau saya memanggil nama orang yang lebih tua dari saya secara langsung dan... apalagi pak brama adalah dosen".


"kan ini bukan dikampus, masa panggilnya tetap bapak sih, gak enak didengarnya tau... emangnya saya terlihat tua ya".


"EM...Gak terlihat tua kok pak, malahan sebaliknya...! tapi...saya tidak biasa pak".


"makanya itu, mulai dari sekarang kasih biasa memang (ucap brama lagi)". paham tidak...?


"saya akan mencobanya P.....pak,?


"Tuhkan... baru juga dibilang jangan panggil saya bapak, ucap brama memotong perkataan via".


"ehhh... Ma..maaf, ucap via merasa bersalah".


"ehmm...."


"aduh... jadi serba salah begini (batin via sambil menghela nafas)"... apa anda perlu sesuatu (tanya via mengalihkan topik).


dengan cepat brama menggelengkan kepalanya, "tidak ada".


(aduh gimana nih, mau ngomong apa lagi... kenapa keadaan menjadi canggung begini, batin via bingung).

__ADS_1


"kalau begitu saya mau keluar dulu, ingin membeli sesuatu... apa anda ingin menitip sesuatu, tanya via".


"ehmm...apa ya... ketika sedang berpikir tiba-tiba, perut brama berbunyi sangat keras. kryuuuuuk.......! (ehh...bikin malu saja ini perut, batin brama tersipu malu).


"lapar toh, bilang kek dari tadi (ucap via asal ceplos) ya sudah sekalian saya akan membelikan makanan diluar, kalau begitu tunggu sebentar" via pun langsung bergegas pergi meninggalkan brama didalam ruangannya sendiri.


setelah keluar dari rumah sakit, via melangkahkan kakinya menuju ke seberang jalan, disanah terdapat sebuah restoran modern yang begitu elegan.


tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai disebuah restoran tersebut, via langsung memesan makanan. ketika sedang menunggu pesanannya, tanpa sengaja via melihat senja? (kayak kenal, batin via. ehhh, senja.. sontak membuat via begitu terkejut)


(kenapa gue bisa se'ampes ini...hufff... ternyata kota X hanya sebesar daun kelor ya, kenapa harus bertemu manusia alien disinih sih, umpat via kesal dalam hati).


setelah kejadian waktu itu senja yang menjadi penghianat, via sangat malas bertemu dengannya lagi setelah sekian lama tidak bertemu, ia ingin sekali menghindari pertemuan dengan senja, tetapi senja melihat kearah via.


"wow... ternyata primadona sekolah bisa hidup dengan tenang setelah kejadian waktu itu, ucap senja sinis sambil berjalan mendekat kearah via".


via tidak menggubris perkataan senja sama sekali, via malah sibuk mengorek telinganya yang tidak gatal dengan memasukan jari kelingking seakan-akan tidak mendengar perkataannya.


"k*p*r*t, beraninya kamu mengabaikan gue... apa kejadian waktu itu, belum membuat lo sadar dimana posisi kamu sebenarnya... umpat senja kesal sambil menggebrak meja yang ada didepan via".


(seketika orang,,orang yang berada didalam restoran melihat kearah senja sambil berbisik,,bisik).


sedangkan, senja yang mendapat tatapan oleh banyak orang yang berada direstoran, ia tidak bergeming sama sekali..baginya itu sudah biasa menjadi pusat perhatian bagi banyak orang.


via hanya tertawa sinis dan melihat kearah senja dengan tatapan yang sangat menjijikan. (cihh... maaf ya, saya tidak pernah mengenal siapa anda).


"pura-pura gak kenal... aktingmu bagus sekali"


"maksudnya, maaf sebelumnya...emang kita saling mengenal satu sama lain. bukannya, ini pertemuan pertama kami (tanya via balik sambil menatap kearah senja dengan tatapan tak kalah sinis).


(hohoo... masih berani melawan, setelah kejadian itu kamu pikir saya akan diam saja. batin via menyeringai).


setelah pesanannya tiba, via pun bergegas pergi tanpa pamit meninggalkan senja yang masih berada direstoran.


Rumah Sakit...


"lama sekali beli makanannya... apa belinya dijonggol ya, (oceh brama gak sabar)".


brama yang bagitu gelisah menunggu dari tadi ke datangan via yang tak kunjung datang juga? bukannya, brama tidak sabar menunggu makanannya tiba, tetapi dia sedang mengkhawatirkan via.


tiba-tiba, terdengar suara pintu ruangan rawat inapnya terbuka...sedangkan, brama yang mendengar pintunya terbuka, ia merasa sangat gugup dan berpura-pura beristirahat.


"maaf sudah menunggu lama, ucap via pelan sambil meminta maaf kepada brama".


"ehmm... gak apa kok, (jawab brama santai). padahal, didalam benaknya brama ingin sekali mengajukan banyak pertanyaan kepada via. tapi, karna gengsi yang besar brama memilih diam.


"ehh...gak lagi marahkan".


"ya gak lah...ngapain harus marah (jawab brama masih bicara santai).


"baiklah kalau begitu. ini makan dulu, baru lanjut lagi beristirahatnya supaya cepat pulih (sambil menyodorkan makanan yang tadi ia beli kedepan brama).


brama yang mendapat perhatian secara khusus, dia menjadi salah tingkah sendiri. (ehmm... makasih, ucap brama tersipu malu).

__ADS_1


"G..gak perlu terimakasih juga (ucap via gugup). tapi ngomong-ngomong anda sudah menghubungi orang tua atau keluarga anda, (tanya via mencoba mengalihkan kegugupan yang ada).


"belum"


"kenapa...? orang tua anda harus tau, tentang keadaanmu sekarang".


"bukannya gak mau menghubungi mereka, tetapi orang tua saya tidak tinggal di kota X dan saya tidak mau membuat mereka menjadi khawatir".


"jadi... (ucap via penasaran meminta jawaban)".


"ya saya tidak ingin memberitahu orang tua saya lah...."


"emangnya orang tua anda tinggal dimana"


"mereka tinggal dikota Y... sebenarnya, saya tinggal disinih cuman seorang diri...keluarga juga kebanyakan tinggal di kota Y".


via kaget ketika mendengar ucapan brama. "kenapa bisa... kamu sampai terdampar dikota X sendiri, gimana ceritanya (tanya via makin penasaran).


"jadi, begini.......blabla...blaa..."


"ohhh...begitu, trus dosen brama sudah menemukan kabar dari teman lama'mu itu".


brama menggelengkan kepalanya dan terbesit diwajahnya rasa kecewa. "belum, padahal saya sudah mencarinya dalam waktu yang sangat lama, tapi belum juga mendengar kabar darinya".


"kenapa dosen brama tidak menyerah saja, siapa tau teman lama yang dosen cari sudah tidak tinggal dikota X lagi, kan percuma saja mencarinya".


"benar juga apa yang kamu katakan. lagian, saya juga sudah menyerah kok".


"baguslah kalau begitu, ya terus...kalau memang dosen brama sudah menyerah, kenapa anda masih tinggal dikota X... kenapa anda tidak pulang ketempat kota anda berasal, (tanya via lagi).


"saya sudah terlanjur nyaman dikota ini... jadi, saya memutuskan untuk menetap disinih saja".


"kenapa begitu...emangnnya orang tua dosen setuju kalau anda menetap dikota ini".


"awalnya, mereka tidak setuju karna disinih saya tinggal seorang diri mereka sangat khawatir... tetapi karena sifat saya yang keras kepala dan orang tua saya juga takut kalau mereka tidak memberi izin saya akan kabur lagi seperti dulu. akhirnya, mereka menyetujuinya".


via hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya. "yaampun...sampai segitunya, tapi...orang tua anda pernah berkunjung kekota ini untuk melihat anda".


"ehmm...sering malahan, kalau bukan karena masalah bisnis yang berada dikota Y mungkin mereka sudah ikut tinggal dikota ini bersama saya".


"ohhh...begitu ya".


"............??? masih ada yang mau kamu tanyakan lagi, (tanya brama)".


"Eng...gak ada? (sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat)... ******, cari mati gue ya...kenapa hari ini gue secerewet ini sama dosen killer itu, yaallah tolong kirimkan seseorang buat selamatin hidup gue, (jerit via didalam hatinya).


brama yang melihat via seperti orang linglung, ia tertawa cekikikan. (hehee...gak usah tegang begitu! santai saja, saya gak suka makan orang).


"ehh... bisa saja bercandanya, tapi ngomong-ngomong gimana keadaan anda sekarang".


"sudah baikan, sekali lagi terimakasih atas bantuannya".


"syukurlah kalau sudah baikan, dengarnya jadi lega".

__ADS_1


"ehmm (sambil tersenyum kecil kearah via).


saking keasikan mengobrol via sampai melupakan waktu, tidak terasa waktu sudah semakin petang saja.


__ADS_2