PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 25


__ADS_3

ze menyerahkan data dan riwayat milik via ke arga. "ini data informasi yang bos inginkan, ucap ze tanpa basa basi".


"ehmm... (lalu melihat data dan riwayat milik via) sejak kapan dia anak dari sandijaya...? ".


(aduhhh, ya sejak lahir lah bos pertanyaannya aneh banget sih...batin ze bingung).


"pantas saja dia ada di acara pesta pada malam itu. ucap arga lagi".


"benar bos, tapi keluarga sandijaya tidak pernah mengakui dia sebagai anak kandungnya sendiri".


"maksud kamu? tanya arga penasaran".


ze menceritakan semua informasi yang dia dapat secara rinci ke arga.


"............????".


argapun mendengarkan dengan penuh hikmah dan hanyut dalam lamunannya sendiri."ohhh... pantas saja, dia tumbuh menjadi gadis yang tangguh dan pemberani, batin arga".


"bos..... ucap ze membuyarkan lamunan arga".


"ehmm... kamu amati setiap gerak gerik keluarga sandijaya, saya mempunyai rencana tersendiri' ucap arga memberi perintah".


"baik bos,kalau begitu saya undur diri".


arga yang masih setia duduk di kursi kebesarannya sambil berpangku tangan memikirkan tentang via.


"kenapa aku jadi simpati terhadap gadis liar itu? ini sama sekali tidak seperti diri ku yang biasanya. ukhh... sial, jangan bilang kalau aku sudah jatuh hati ke gadis liar itu, gumam arga".


☆sore hari dikediaman sandijaya☆


gita yang baru pulang dari kampus dengan perasaan sangat kesal, lalu melampiaskan dengan mengobrak


abrik seisi kamarnya.


"arghhhh... perempuan si*l*n, apa yang lebih baik dari j*l*ng itu dibandingkan aku, ucap gita marah".


mawar merasa heran ketika melihat putri kesayangannya pulang dalam keadaan marah, menghancurkan kamarnya dengan membabi buta.


"kamu kenapa lagi, tenangkan pikiranmu oky jangan melampiaskan kemarahan mu dengan menghancurkan barang yang ada dikamar, ucap mawar menenangkan gita".


"mom tau, pertukaran antar pelajar tahun depan masa dari pihak kampus merekomendasikan j*l*ng s**lan itu. apa coba yang lebih baik dari dia di banding aku, mereka semua pada buta kali ya.(ucap gita dengan perasaan iri)".


"kamu ini, kirain ada masalah serius bikin kaget saja".


"pokoknya momhy harus bantuin aku buat gagalin j*l*ng itu untuk ikut, ucap gita memohon".


"kali ini momhy gak bisa bantuin kamu".


"kenapa.....? tanya gita tak suka".


"ini kesempatan yang bagus buat nyingkirin j*l*ng s**lan itu. jadi, kita gak perlu lagi mengotori tangan kita sendiri".


(gita masih belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh mawar, gita bertambah kesal ketika mendengar mawar mendukung via).


"momhy kok malah memberi dukungan ke j*l*ng itu sih. sebenarnya, anak mom aku apa dia (ucap gita dengan perasaan bertambah kesal) padahal aku ingin sekali sekolah diluar negri".


"bukan begitu syg".

__ADS_1


"ya terus......ucap gita menyela meminta penjelasan"


"kamu tau sendirikan akhir-akhir ini ayahmu sudah mulai peduli pada j*l*ng kecil itu".


apa hubungannya mom.....?


"kalau sampai j*l*ng itu mendapat warisan dari keluarga sandijaya posisi kamu sebagai pewaris bisa terancam".


(ehmm betul juga yang momhy bilang, bisa-bisa aku tidak mendapat warisan biar sedikitpun, mana aku bukan anak kandung dari keluarga sandijaya. nanti j*l*ng itu yang dapat untung besar, batin gita).


"benar juga, kenapa aku gak kepikiran sampai kesitu".


"makanya, biarlah j*l*ng kecil itu pergi bersekolah diluar negri yang penting kamu mendapat warisan resmi dari keluarga sandijaya".


"momy memang yang paling pintar, ucap gita sambil memeluk mawar".


mawar membalas pelukan putri kesayangannya. "iya dong, ucap mawar".


ditempat lain via yang sedang melakukan rapat online dengan para staf perusahaannya yang berada di jepang, membahas mengenai produk yang akan di luncurkan pada minggu depan.


seperti biasanya via selalu menutup setengah wajahnya dengan sangat misterius lalu menampilkan sorot mata yang tajam seperti sedang mengincar musuhnya.


"bagaimana persiapannya, tanya via dingin".


"sudah hampir 100% semuanya siap bos, ucap quze yang sedang memimpin rapat disebrang sanah".


"ehmm... kerja yang bagus, jangan sampai kalian melakukan kesalahan besar seperti bulan lalu (ucap via memberi peringatan). apa ada kendala di perusahaan dalam persiapan peluncuran produk baru kali ini, tanya via lagi".


"tidak ada bos, semua berjalan dengan semestinya dan bisa dibilang sangat lancar".


via melakukan diskusi rapat selama 3 jam lebih, entah apa saja yang dibahas sampai memakan waktu selama itu. setelah selesai rapat via bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu beristirahat.


"ehhh...kamu....? (ucap via membulatkan matanya kaget ketika melihat arga). "belum kapok waktu itu saya usir".


"ehmm...galak amat sih, balas arga".


"mau ngapain kamu kesinih, tanya via tak suka".


arga tidak menjawab pertanyaan via, dia menerobos masuk ke apartemen via tanpa di beri izin.


via yang melihatnya begitu sangat kesal. "kamu gak sopan sekali,keluaaaar......... ucapnya sedikit membentak".


"gak mau, jawab arga kekeh".


"keluar sanah, mengganggu saja".


arga tetap cuek tidak bergeming sedangkan, via dari tadi sudah sangat geram dengan perilaku arga yang mengacuhkannya "lo tuli ya... apa gak tau bahasa manusia".


"coba kamu bilang sekali lagi, sambung arga kesal".


"gak ada kata siaran ulang, jawab via jutek".


"makin berani kamu ya, jangan kira saya bersikap lembut' kamu bisa berkata seenaknya terhadap saya. kamu kira saya gak bisa berbuat sesuatu kekamu, ancam arga".


"coba saja kalau berani, tantang via".


argapun berjalan mendekat kearah via, lalu memojokkannya didinding, sontak via sangat ketakutan ketika arga sudah berada di hadapannya tanpa jarak sedikitpun.

__ADS_1


"ka...kamu mau ngapain, ucap via terbata-bata".


"menurut kamu, balas arga menyeringai".


"ja...jangan kurang ajar kamu ya".


arga yang melihat via gugup menjadi begitu senang... "hehee... bukannya kamu sendiri yang menantang saya, kenapa harus takut (membisikkan ketelinga via)".


via memicingkan matanya kearah arga dengan sinis, kemudian mendorong tubuh arga supaya menjauh darinya.


tapi hasilnya gak sesuai sebab tenaga arga lebih kuat. "br*ng**k....bagaimana aku bisa terlepas darinya, batin via".


otaknya mendadak menjadi buntu ketika berhadapan dengan arga, dia bingung harus berbuat apalagi.


"kenapa diam...mana keberanian seorang ilvy santika anak dari keluarga sandijaya".


via terperanjat kaget. "beraninya kamu menyelidiki saya".


"hehee...kenapa, seharusnya kamu merasa bangga dong".


"cihh... bangga, gak salah dengar".


arga tidak bisa mengontrol dirinya lagi, lalu menarik tangan via membuang tubuhnya keatas sofa dengan kasar.


"awww... kasar banget sih, umpat via kesakitan".


tanpa basa basi arga menindih tubuh via dan menguncinya dengan kuat supaya via tidak dapat berkutik.


via terperanjat kaget ketika arga sudah berada diatas tubuhnya, "ka...kamu...." belum sempat via melanjutkan perkataannya, arga mengecup bibir via dengan singkat.


"cup... itu hukuman buat kamu (ucap arga)".


via yang mendapat ciuman secara mendadak seketika langsung melototkan matanya. "k*p*r*t ciuman pertama gue, gila lo ya".


"hehee... itu belum ada apa-apanya, mau yang lebih gila lagi. menyeringai penuh kemenangan".


"br*ngs........"


cup..... arga kembali mencium bibir via lalu melumatnya dengan lumayan lama.


via terbuai dengan sentuhan bibir arga, lalu membalasnya meski masih terbilang sangat kaku karna ini merupakan ciuman pertama baginya.


arga menyudahi ciumannya untuk mengatur nafasnya yang kehabisan akibat berciuman.


"kamu milikku, ucap arga sambil mendekatkan kewajah via".


(Bluss... seketika wajah via langsung memerah). "Aa...apa yang kamu katakan, ucap via gugup".


"mulai sekarang kamu adalah wanitaku".


"enak saja, aku menolaknya. (jawab via membantah perkataan arga)".


"pfff.... emangnya aku perlu persetujuan dari kamu, didalam kamus seorang arga mahesa gak ada namanya kata penolakan".


"cihhh.... seumur hidup, gue gak sudi jadi pasangan pria tak tau diri macam kamu".


"sudi gak sudi, selamanya kamu adalah wanitaku gak ada yang berubah... sampai disinih dulu ya syg, mainnya kita lanjutkan dilain waktu yang lebih hot lagi, ucap arga lalu bangkit dari atas tubuh via".

__ADS_1


via diam membisu tidak membalas perkataan arga.


__ADS_2