PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 29


__ADS_3

(saking keasikan mengobrol via sampai melupakan waktu, tidak terasa waktu sudah semakin petang saja).


"Gak pulang"


via yang tiba-tiba mendapat pertanyaan dari brama, dia menjadi bingung. "maksudnya...., ucap via bertanya balik"


"maksud saya, kamu gak pulang... sudah larut malam".


"ceritanya ngusir nih... (ucap via bercanda)".


"Bu...bukannya begitu, entar orang tua kamu nyariin lagi (ucap brama menjelaskan)".


"Ooo....emangnya sekarang sudah jam berapa?"


"jam dua belas"


"Aaa....apa? jam dua belas, (sambil membulatkan matanya kaget)".


"biasa ajah kali, meni sampai kaget begitu...(ucap brama sambil terkekeh geli)".


"Ehhh...hehee... (via hanya tertawa cengengesan seperti orang bodo') ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu, dan saya juga tau kalau kamu perlu untuk beristirahat supaya cepat pulih..lain kali saya akan kesinih lagi, untuk menjenguk kamu".


"Ehmmm.... sambil menganggukkan kepalanya".


viapun bergegas bangkit dari duduknya untuk pulang tetapi waktu via hendak membuka pintu, tiba-tiba...


"Tungguuu...."


via yang mendengar, langsung membalikkan badannya melihat kearah brama "kenapa lagi..., tanya via".


"Hati-hati dijalan, ucap brama sambil tersenyum manis".


via sampai membulatkan matanya tidak percaya, apa yang barusan ia lihat.


"OMG... gak salah liatkan dosen killer itu bisa tersenyum juga, mana manis banget lagi...bikin meleleh ajah ini hati yang jomblonya gak ketulungan (batin via termenung)".


"Kenapa...., tanya brama lagi mengagetkan via".


"Ken...napa apanya, tanya via balik".


"itu kenapa kamu malah bengong disitu, emang lagi mikirin apaan sih atau kamu mau nginep disinih temani saya".


"isss... ini juga mau pulang kok, (ucap via cepat).... ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu (via pun kembali berpamit ke brama) lalu pergi menjauh meninggalkan ruangannya".


sedangkan brama yang melihat tingkah via, dia menjadi begitu gemas... "ada-ada saja, ihhh... gemes deh ngeliatnya, sambil tersenyum ketika via sudah menghilang dari pandangannya).


"Ck...ckk, kenapa aku bisa senang begini ya, gara-gara melihat tingkahnya, (batin brama) ehmm... sudahlah, lebih baik beristirahat saja (batin brama lagi, sambil mengatur posisinya untuk berbaring).


.


.


.


.


.


Apartemen Via


Via yang sudah berada diapartemennya karena perjalanan yang ia tempuh tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.


"capenya... seharian gak ada waktu untuk beristirahat (keluh via sambil membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur)".


"mau mandi tapi masih males, apa besok saja ya mandinya...(via masih mempertimbangkan lagi ucapannya barusan)...kenapa gue jadi jorok begini sih, gak seperti akoh yang biasanya cinta kebersihan (meskipun masih cape via memutuskan untuk bangkit kembali lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya).

__ADS_1


15 menit kemudian....


setelah selesai mandi, via langsung bergegas mengenakan pakaiannya.


ia pun kembali merebahkan badannya sambil menatap dinding langit kamarnya.


ketika sedang asik mengamati setiap jengkal dinding langit kamarnya, tiba-tiba... via kembali teringat dengan masa lalunya yang dulu bersahabat sangat akrab dengan senja.


tetapi karena dulu senja menjadi penghianat, hubungan mereka menjadi renggang.


FLASHBACK...


Via adalah seorang murid yang baru duduk dibangku kelas 2 SMP, waktu itu dia mempunyai 3 orang sahabat.


ayu, putry dan salah satunya lagi adalah senja... mereka berteman sangat akrab, kemana-mana selalu ber-empat...!


disekolah sampai diberi julukan geng keong racun. kenapa mereka sampai diberi julukan begitu? karena kalau salah satu dari mereka yang berbuat ulah atau masalah pastinya mereka akan setia kawan dan dihukum secara bersamaan.


bukan hanya itu saja, mereka juga sering bolos mata pelajaran...apalagi untuk guru yang mereka tidak sukai, sampai banyak guru yang menyerah atas sikap dan perilaku mereka ber-empat.


tetapi setelah kejadian dimana senja menjadi penghianat besar hubungannya dengan via, ayu dan putry menjadi tidak mulus seperti biasanya.


Awal ceritanya begini, malam minggu senja mengajak via, ayu dan putry untuk berkumpul disebuah club malam.


"woyy...berhubung ntr malam,,malam minggu, kumpul yuk, (ajak senja)".


"ayo...tapi dimana"


"tempat biasa, kita nongkrong (sambung via menyela)".


"bosen tau ditempat situ terus (ucap senja)".


"ya trus dimana...".


"kita ganti tempat saja, ntr gue serlok tempatnya... gimana,tawar senja".


"ya sudah kalau begitu gue cabut duluan ya, ucap via".


"woyyy mau kemana... buru-buru amat (tanya putri)".


"iya nih, gak asik banget lo vi...(ucap ayu)".


"gue disuruh pulang cepat sama ayah gue".


"yaelah...anak papih banget sih elu, bukannya dimana,,mana anak mamih ya...lah elu sendiri yang anak papih doang".


"apaan sih... gue cabut duluan, udah gak keburu nih (ucap via sambil melambaikan tangan kearah ayu, putri dan senja lalu pergi meninggalkan mereka)".


โ˜†


โ˜†


โ˜†


Malam hari


sesuai perjanjian tadi siang, mereka berkumpul ditempat yang senja bilang.


"tempat apaan nih..."


"gak usah sok polos deh Ay...masa lo gak pernah ketempat beginian atau dengar gitu dari orang dewasa"


"njirrr...meskipun kelakuan gue kayak *******, tapi baru pertama kali gue ketempat beginian. apa gue masih takut dosa kalee(ucap ayu membenarkan)".


"hehee...iya2... tapi, ngomong-ngomong via kok belum muncul-muncul sih...trus senja kemana lagi".

__ADS_1


"tau nih... kita kaya orang linglung disinih".


"ehmm, gak peka banget sih mereka (ucap putry)".


beberapa menit kemudian, via akhirnya muncul juga.


"ehhh... sorry gue telat (ucap via meminta maaf sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan).


"ehhh... elu kenapa vi... habis lari maraton apa (tanya ayu)".


"habis dikejar setan kali, ini anak (sambung putri asal)".


"iya... noh setannya didepan gue (jawab via asal, masih mengatur nafasnya)".


"Huuuh... semprull lo, gue dikatain setan? masa setan wujudnya cantik begini (ucap putri dengan PD-NYa)".


"gak salah dengar nih..."


"stop put... ingin muntah gue dengarnya (sambung ayu)".


"woyyy... sebenarnya lo ada dipihak mana, kenapa jadi ikut,,ikutan ngebully gue sih"


ayu hanya tertawa cengengesan seperti orang ****** tingkat dewa... "hhhaa... gue gak dipihak mana2, gue jadi wasitnya saja lah (ucap ayu polos)".


"dasar lu... ntr gue pecat lo jadi sohib gue, baru ****** (balas putry)".


"yaelah gitu ajah ngambek mba'Q yang super duper cantik".


"sudah,,sudah... napa jadi berantem begini (ucap via menyela)... ngomong2 gue gak melihat senja, ini senja kemana (tanya via)".


ayu dan putri hanya mengangkat kedua bahunya dan tangannya. "mana kita tau, tiba-tiba dia ngilang gitu ajah".


"aneh banget sih, sampai gak tau kemana perginya senja...emangnya dia gak bilang sama lo berdua (tanya via khawatir)".


"Nothing (ucap mereka serempak)..."


"yaellaaah... lagian dia sudah besar juga kalee vi, gak perlu khawatir".


"huuufss... kalian ini".


"ehhh...malah marah".


"yasudah lo berdua tunggu disinih saja, gue mau nyari senja dulu... takut dia kenapa napa".


"kita ikut ya vi..."


"gak usah, lagian cuman bentar doang kok..."


"Hisss... dasar pelit, gitu ajah gak boleh ikut (ucap putri menggerutu)".


"tau nih... sudah tau kalau cuman berdiam disinih kayak orang linglung".


.


.


.


.


.


ย 


๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

__ADS_1


ย 


__ADS_2