PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK

PEMBALASAN DENDAM DENGAN CARA CANTIK
BAB 33


__ADS_3

.


.


.


"ck..ck.. kenapa jadi merinding begini ya (batinnya) ahh.. sudahlah mungkin cuman perasaan'ku saja"


via kembali memasuki ruang rawat inap brama.. "sudah.. (tanyanya.. yang melihat via baru masuk kedalam)"


"Ehmm..


tadi ceritanya sampai dimana (tanyanya mengalihkan pembicaraan)"


"owhhh sampai disinih......................"


mereka berdua pun kembali melanjutkan ceritanya yang sempat terpotong tadi...


.


.


.


"Dooor...


(mengagetkan putri yang sedang melamun)"


"kebiasaan deh (ketusnya)"


"heheee.. (ayu hanya tertawa tanpa dosa) habisnya.. kamu melamun dari tadi, lagi mikirin apa sih (tanyanya! sambil duduk di samping putri)"


"ughh.. gue lagi pusing nih.."


"pusing kenapa.. nggak seperti biasanya, atau kamu lagi ada masalah? apa lagi kekurangan uang (nyerocosnya)"


"ehmm.. bukan"


"ya terus kenapa (tanyanya lagi).. jangan bikin gue jadi penasaran nih


(mulai kesal soalnya setiap ucapan ayu nggak ada yang betul)"


menatap kearah ayu.. "ehmm...? sudah lupain ajah.. gue lagi nggak mood untuk cerita"


"nggak asik banget sih.. ayo dong cerita put! kamu mau kalau tiba-tiba gue mati secara mendadak gara-gara penasaran dengan cerita loh (ucapnya polos)"


"dasar aneh.. mana ada orang yang meninggal, cuman gara-gara penasaran dengan cerita orang lain.. baru dengar"


"kan versi gaul namanya.. hehee! makanya itu cerita put"


"lain kali deh.. kalau gue sudah mood"


"ahh.. palalu, kapan bisa moodnya coba? palingan belum juga cerita sudah keburu lupa duluan"


"lagian nggak penting juga kok"


"kalau memang nggak penting.. kenapa atuh bisa bikin sahabat gue jadi seperti orang galau begini"


"Ehmm.. udah ahh males tau ngebahasnya lagi? ngomong-ngomong ini via kemana ya, perasaan dari tadi nggak nongol-nongol (mengalihkan pembicaraan)"

__ADS_1


"kebiasaan deh (menatap kearah putri dengan sedikit kesal) ehmm mana'ku tau (ucapnya lagi sambil mengangkat kedua bahunya)"


.


.


.



"pfhuahaaaa..haaa.. bisa ajah, aduh udah dong jangan bikin ketawa mulu.. bisa sakit perut nih..


(keluhnya, sambil memegang perutnya)"


brama yang melihat via tertawa lepas menjadi begitu senang.. "ini anak kalau ketawa makin bertambah cantik deh *batinnya* ehh.. mikirin apaan sih elu bram.. sadar, loh harus sadar *batinnya lagi sambil mengoyangkan kepalanya kekiri dan kekanan*"


???


(ini dosen kenapa ya.. kek orang kesurupan *batinnya! menatap brama secara intens*)


"ada yang sakit (tanya via tiba-tiba)"


"ehh...NG-gak ada kok (jawabnya cepat)"


"kirain ada yang sakit.. kalau memang ada yang sakit, bilang! jangan ditahan.. nggak baik tau"


(makin perhatian banget sih ini anak! uhh.. bikin meleleh deh *batinnya mulai baper*)


mereka berdua yang berkelut didalam pikirannya masing-masing..


tiba-tiba dikagetnya oleh kedatangan seseorang! via dan brama beralih menatap kearah pintu..


(*ya orang itu adalah arga*)


arga yang melihat sebuah pemandangan yang menurutnya sangat menjijikan untuk dilihat.. dia langsung bertepuk tangan!


Prok..prokk..


"ohh.. jadi begini kelakuan kamu selama ini (ucap arga geram)"


(aduh bisa bahaya.. kalau sampai ini anak menjadi pengacau dirumah sakit *batinnya, sambil memikirkan cara supaya arga tidak mengacau*)


soalnya selama via mengenal arga, arga orangnya akan berbuat sesuatu hal di luar nalar


"ka-kamu.. kenapa bisa disinih (balik bertanya)"


"mau tau kenapa aku bisa disinih.. saya mau menjemput istri saya yang sedang menjenguk selingkuhannya (ucapnya asal)"


(tuhkan makin sembarang ajah ini anak kalau bicara *batinnya*)


sementara brama yang melihatnya menjadi bingung sendiri..


"maksud anda apa ya! tiba-tiba main masuk keruangan saya dan mengaku mau menjemput istri anda.. sebenarnya anda masih waras! saya sarankan lebih baik kamu periksa ke RSJ


(ucapnya dengan penuh penekanan)"


"siapa yang suruh kamu untuk bicara (ucapnya menatap tajam kearah brama) dan beraninya kamu mengatai saya gila.. rupanya sudah nggak sayang sama nyawa kamu lagi (seringainya)"


Gleek..

__ADS_1


via menelan salivanya sendiri melihat ancaman arga.. (ughh.. serem juga ya *batinnya*)


"aduhh.. kok malah jadi berdebat begini sih (selanya) dan kamu (menunjuk kearah arga) ikut saya sekarang (sambil menarik tangan arga untuk keluar dari ruangan brama)"


.


.


.


"kamu apa apaan sih.. pake acara datang kesinih segala dan tadi kenapa lagi pake acara ngaku-ngaku kalau saya istri'mu (menatap tajam kearah arga)"


"emangnya saya salah ya (menatap balik kearah via) ya memang sih sekarang belum jadi.. tapi sebentar lagi bakalan jadi juga kok"


"jangan kebanyakan ngehalu deh.. siapa juga yang mau"


"tanpa persetujuan dari kamu juga.. emangnya kamu bisa menghalangi seorang arga mahesa"


"ka-kamu..."


"bukannya kamu lagi mencari keberadaan ibu kandung'mu ya (memotong perkataan via)"


"kenapa kamu bisa tau (bertanya penuh selidik).. jangan bilang, kamu menyelidiki kehidupan tentang saya"


"apa sih yang nggak bisa dijangkau oleh seorang arga mahesa (dengan nada sombong)"


"keparat kamu (umpatnya)" via merasa tidak suka, kalau ada seseorang yang mencari tau tentang kehidupan pribadinya.. tapi untung saja identintas aslinya sebagai pembunuh no2 yang paling ditakuti.. tidak pernah terungkap


"heheee.. (arga hanya bisa tertawa.. ketika mendengar via mengumpatnya) saya bisa mencari tau tentang keberadaan ibu kandung'mu"


"kamu kira saya akan percaya"


(sudah lama sekali saya mencari keberadaan bunda..


tetapi hasilnya nol besar, sudah banyak anak buah dan koneksi luar yang gue kerahkan untuk mencari bunda.. tapi tetap saja, aku nggak bisa menemukan dimana keberadaannya *batinnya* kamu kira gue akan percaya dengan begitu mudahnya *batinnya lagi*)


"terserah kamu mau percaya atau tidak.. tapi kalau sampai saya bisa menemukannya, apa yang bisa saya dapatkan dari kamu (sambil tersenyum licik)"


"b****ngan betul (umpatnya) kalau kamu bisa menemukannya.. saya akan menuruti apa keinginan kamu"


"apa saja.."


"Iya.. pokoknya selama kamu, bisa menemukan dimana keberadaan ibu kandung saya (ucapnya tegas)"


"baiklah..saya suka dengan keputusan kamu barusan! tapi.. sayangnya saya nggak bisa mempercayai perkataan kamu dengan begitu mudahnya, gimana dong?"


"ukhh.. terus saya harus gimana lagi, supaya kamu bisa percaya (tanyanya)"


"Ehmm.. gimana kalau malam ini kamu datang ke apartemen saya"


"ba***e.. laki-laki keparat.. beraninya memanfaatkan situasi ini *batinnya* ukhh.. tahan via, loh harus tahan! ini demi menemukan bunda.."


"baiklah.. saya akan datang! apakah kamu puas"


"sangat puas (seringainya)"


(kalau bukan demi bunda.. mana mau gue nuruti kemauannya b****ngan licik ini *batinnya*)


arga yang sudah mendapatkan apa yang dia mau.. dia pergi entah kemana! sementara via diam termenung masih memikirkan keputusan yang barusan dia ambil...?

__ADS_1


__ADS_2