
MALAM HARI
Apartemen arga..
(****** banget sih.. kenapa gue pake acara setuju segala sih tadi, ini namanya mencari mati secara instan *batin via sedikit gelisah*)
♡
"ayo masuk.. kenapa cuman bengong diluar (ucap arga, mengagetkan via)"
"ehh.. iya.."
"takut.. tenang saya nggak suka makan orang kok (guraunya)"
"ini orang lama-lama gue tabok da.. (jengkelnya) apaan sih.. siapa juga yang takut (bantahnya)"
"kalau memang nggak takut.. kenapa masih berdiri disitu"
"Ehmm.. (via berjalan masuk kedalam apartemen arga dengan ragu-ragu)"
(yaallah lindungi hamba'mu ini dari iblis mesum yaallah.. sumpah gue lebih baik menghadapi para penjahat, biar banyaknya bagaimana.. masih bisa gue atasi, laah ini harus berhadapan dengan serigala mesum *batinnya pasrah*)
sementara arga hanya bisa geleng kepala, diiringi senyum liciknya.. "gitu dong masuk, emang nggak capek' dari tadi berdiri terus"
*
via duduk disalah satu sofa yang berada diruang tamu.. "kamu menyuruh saya buat datang kesinih.. mau di suruh ngapain (to the point)"
"Ehmm.. nggak disuruh ngapa-ngapain sih (menjawab dengan santai)"
"ya terus.. untuk apa saya datang kesinih coba, kalau tidak disuruh ngapa-ngapain"
"gimana ya.."
???
"ahhh.. kalau begitu, mau nggak malam ini kamu tidur dengan saya.. saya janji akan bertanggung jawab kok"
"keparat.. kamu kira saya wanita apaan, seenak jidatnya mau diajak tidur (umpatnya geram)"
"maaf.. makanya yaa! kamu jangan kebanyakan tanya.. sebenarnya yang saya inginkan hanya satu yaitu beri satu kesempatan malam ini buat saya untuk bisa bersama kamu.. emangnya salah ya, lagian saya tidak ada bermaksud lain kok..(tuturnya)"
"Ehmm..*basi banget sih^batinnya* baiklah, tapi kamu jangan pikir bisa macem-macem terhadap saya.."
"iya-iya.. saya berjanji, nggak bakal macem-macem.. atau apa-apain kamu sebelum kita menikah! tapi..."
"tapi kenapa"
"asalkan kamu patuh.. saya bisa memegang ucapan saya barusan, tapi kalau kamu nggak bisa patuh.. jangan salahkan saya (sedikit menggertak)"
"Ehmm (dehemnya) *ini orang makin lama, makin nggak waras kayaknya deh ^batinnya^*
Tiba-tiba..
^kryuuuuuuuk^
(perut arga berbunyi)
__ADS_1
via yang mendengarnya pun terkekeh geli.."pffffh.. ternyata ada yang lagi kelaparan nih (ledeknya)"
"ukhuk..ukhuk.. siapa juga yang kelaparan (menahan malu)"
Tapi...
^Kryuuuuuk^
(perutnya berbunyi kembali)
(ini perut nggak bisa diajak kompromi sekali *batin arga*)
"pfhuahaaa...(via tertawa dengan lepas ketika mendengar perut arga berbunyi lagi) nggak usah keliatan sok chool deh, kalau lapar ya.. bilang ajah lapar.. pake acara nggak mau ngaku segala lagi (ledeknya)"
"humptt.."
"dikulkas ada bahan makanan apa saja (tanyanya.. mengalihkan pembicaraan)"
"lihat saja sendiri"
via bangkit dari duduknya.. menuju dapur! ketika hendak membuka kulkas, via sempat tercengang kaget sekaligus kagum melihat isi didalam kulkas..
(buset.. full amat ya! di apartemen gue ajah isi kulkasnya nggak sampai se'full ini *batinnya*)
Ehmm.. kira-kira enaknya masak apa ya???
.
.
.
setelah cukup lama berkelut dengan dapur, akhirnya selesai juga acara memasaknya.. via menyajikan semua masakannya diatas meja makan
"akhirnya kelar juga *batinnya..sambil menyeka keringat yang membasahi keningnya*"
RUANG TAMU...
harum menyeruak memenuhi seluruh ruangan apartemen milik arga.. arga yang sedang asik menonton, menjadi ter'unggah selera ketika mencium bau masakkan milik via..
"wanginya..bikin tambah lapar"
tanpa basa basi lagi, arga bangkit dari duduknya.. menuju kemeja makan! "Waww.. makan enak nih"
"biasa ajah kali"
"uhhh.. cuek amat sih (ketusnya) nanti kalau betulan naksir baru tau"
"Ck..ck.. PD-banget.."
"harus donk.."
"dasar luhhh.."
"apaan.."
"makan.. katanya tadi lapar"
__ADS_1
"tanpa disuruh pun.. ini juga mau makan kok"
"Ehmm.."
mereka berdua menghentikkan berdebatnya seperti anak kecil.. ya seperti lagi memperebutkan sebuah mainan! kemudian via dan arga memulai acara makan malamnya dalam diam.
.
.
.
keesokan harinya..
hari ini brama keluar dari rumah sakit dan dibantu oleh via.. sebab semalam brama ada menelpon via
FLASHBACK...
"Hallo.. maaf ini siapa ya"
(berhubung nomor asing.. yang menelpon via)
"....."
"yaampun.. kirain siapa! ada apa"
"....."
"kayaknya nggak ada deh.. emangnya kenapa"
"....."
"ehmm..bisa kok"
"....."
"iya..byy"
(panggilanpun berakhir)
OFF FLASHBACK..
"kamu yakin.. sudah sembuh seratus persen (tanyanya lagi)"
"iya.. bawel, perasaan kamu sudah bertanya yang kesekian kalinya deh"
"kok dibilang bawel sih (nggak terima) ya buat jaga-jaga saja, kalau belum sembuh total.. sebaiknya jangan keluar dari rumah sakit.. biar mendapat perawatan dengan baik (sarannya)"
"ceritanya kamu mendoakan saya supaya sakit terus nih (candanya)"
"Bu-bukan begitu.. maksudnya.."
"iya ngerti kok.. lagian kamu tidak dengar, tadi dokter bilang apa (memotong perkataan via)"
"dengar sih.."
"itu dengar.. kalau begitu, cepat bantu aku berkemas dan pergi dari sinih.. lebih cepat lebih baik, soalnya nggak tahan sama bau rumah sakit"
__ADS_1
"baiklah (pasrah)"
akhirnya, via mengalah juga dan membantu brama dalam berkemas beberapa barangnya