
Samuel dan Ella hanya saling berpandangan, mereka sebagai orang tua sudah tak bisa mengatur kelakuan putri mereka, tapi meskipun begitu mereka tetap bangga pada putrinya itu karena menurut mereka Hazel melakukan segala hal masih dalam jalur yang benar.
Saat melihat Sean, Hazel berlari menghampirinya. Sebelum tubuhnya di dorong Sean, ia lebih dulu mencium bibir Sean. Lalu dengan cepat kabur dan memeluk bibinya Angela sambil menjulurkan lidahnya pada Sean.
"Kau! Kau masih gadis nakal!" Sean mengomel tapi dalam hatinya sangat menyayangi Hazel layaknya seorang adik.
"Aku gadis nakal katamu? Tunggu aku 5 tahun lagi, gadis nakal ini akan menidurimu!"
"Hazel!!!" sontak Samuel dan Ella meneriaki putrinya sambil melotot, tapi dibalas acuh tak acuh oleh Hazel bahkan mengejek orang tuanya dengan memanyunkan bibirnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Angela yang dipeluk Hazel hanya tertawa lepas, "Baiklah, jadi Hazel sebentar lagi akan menjadi menantu aunty-mu ini. Aunty akan sabar menunggu, xixixi... " Angela sangat gemas pada putri temannya itu.
"Mom!" protes Sean.
Kei hanya berdiam diri melihat keributan di depannya tapi ia merasakan suatu kehangatan dari cara mereka semua berinteraksi, membuat rasa penasarannya seketika muncul.
Apa mereka ini yang dibicarakan paman Vincent? Kenapa berbeda sekali dari yang dibicarakannya, mereka tidak saling menyombongkan diri dan malah saling menghargai, apalagi aku baru pertama kalinya melihat dan merasakan kehangatan suatu keluarga seperti ini.
Angela melihat Kei berdiri sendirian, dia mendekati Kei lalu merangkul lengannya, "Ayo gabung, jangan panggil nyonya seperti tadi ya. Panggil aku bibi atau mau panggil Mommy seperti Sean juga boleh." ujar Angela sambil tersenyum, kelembutan dan keramahan Angela membuat Kei mematung.
__ADS_1
"Jangan gugup, ayo," ajak Angela kembali masih sambil merangkul lengan Kei membawanya ke meja makan.
"Callista, panggil Daddy-mu. Bilang semua orang sudah berkumpul."
Callista segera pergi ke ruangan kerja Ayahnya.
"Daddy... semua orang sudah datang," Callista masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, membuat Lazarus menghela nafas pasrah dengan kelakuan putri bungsunya itu.
"Baiklah, Daddy akan keluar sebentar lagi."
Setelah putrinya keluar, Lazarus membaca lagi informasi tentang latar belakang Kei. Disana tertulis nama lengkap Kei adalah Kei Alenjandro keturunan keluarga Alenjandro yang sukses dalam dunia bisnis perkapalan dan batu bara . Kei berasal dari keluarga kaya raya yang menghasilkan milliar-an dolar di negaranya.
"Menurut dari sumber yang saya selidiki, saat berusia 15 tahun tuan Kei mengalami kecelakaan mobil dan sebagian wajahnya rusak parah, akhirnya keluarga meminta operasi wajah kepada Dokter yang menanganinya. Saya juga sudah mengkonfirmasi kebenarannya pada Dokter yang mengoperasinya dan hal itu memang benar."
Lazarus mengangguk, "Kita bisa periksa lagi lebih lanjut, tapi sepertinya data ini memang benar. Bagaimana prestasinya dan alasan dia pindah ke kampus Sean?"
"Nilai akademisnya sangat bagus, bahkan di kampus sebelumnya tuan Kei mendapatkan nilai terbaik. Untuk alasan kenapa pindah ke kampus tuan muda Sean, saya belum bisa mendapatkannya Tuan besar. Tapi jika menilik semua perilaku dan nilai pelajarannya di kampus sebelumnya sepertinya tidak ada alasan khusus, mungkin saja alasan pindah ke kampus tuan muda Sean karena ingin pindah ke kampus terbaik di Eropa," Timothy menjelaskan dan memberikan pendapatnya.
"Baiklah, cukup untuk hari ini. Kau fokus lah mencari dalang kejadian yang menimpa Sean," meskipun masih ada ganjalan dalam hatinya tentang Kei, tapi Lazarus hanya bisa memantau lebih lama lagi.
__ADS_1
"Baik, Tuan besar."
Saat Lazarus datang semua orang sudah lengkap di depan meja makan, Lazarus mengucapkan beberapa patah kata lalu mulai memakan hidangan pembuka.
Ketika mulai memakan menu hidangan utama, Lazarus melirik ke arah Kei, "Nak, lauk apa yang kamu suka?" tanya Lazarus saat melihat Kei belum mengambil makanan di meja makan.
"Uh... Itu paman... " gagap Kei masih bingung.
"Cobalah kepiting, ini adalah kesukaan Sean," ujar Angela seraya mengangkat satu kepiting berukuran sedang berbumbu pedas lalu memindahkannya ke atas piring Kei.
Sambil tersenyum sopan Kei berterima kasih. Rasa aneh menjalar lagi ke dalam hatinya, dia merasa akan terjerumus ke dalam pusaran kehidupan Harem yang bukan lagi dirinya tau, keadaan di hadapannya sekarang bercampur aduk membuatnya kebingungan karena beberapa hal seperti berbeda dari yang selama ini ia dengar dari pamannya.
.
.
.
LIKE, KOMEN, GIFT DAN VOTE.
__ADS_1