Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.39


__ADS_3

Lucas membuka pintu kamar, dari luar pintu tadi ia sudah mendengar tangisan istri Lazarus. Ternyata aksinya bersama Irene barusan benar - benar berhasil, ia mendekati Angela di sofa kamar.


"Angela, a-aku minta maaf. Aku terbuai nafsuku, maafkan aku jangan menangis lagi. Kau boleh menghukumku apa saja, tapi jangan menangis seperti ini hatiku ikut merasakan sakit." Ucap Lucas seraya berjongkok di depan wanita itu.


Angela tak menjawab, ia hanya menunduk menangis seraya mengepalkan tangannya. Pria di depannya adalah penjahat yang bekerja sama menyekap Lazarus, ia kini sedang menahan amarahnya.


"Angela jangan seperti ini, tampar lagi aku atau bunuh aku. Jika kau yang membunuhku, aku akan terima." Kata Lucas.


Angela seketika berdiri diikuti Lucas, dengan amarah yang ditahan Angela mengambil semua pakaian Lazarus dari dalam lemari, ia melempar semuanya keluar pintu kamar lalu mendorong tubuh Lucas keluar. "Keluar dari kamarku dan jangan pernah masuk ke kamar ini lagi! Kau sudah kotor Lazarus! Tubuhmu kotor!"


Brak!


Angela menutup pintu kamar di depan wajah Lucas, ia mengunci pintu dan bersandar disana. "Aku takkan pernah memaafkanmu, Lazarus! Tidak akan!" teriaknya lagi.

__ADS_1


Lucas tersenyum diluar pintu, ia mengambil satu - persatu pakaian Lazarus di lantai dan akan membawanya ke kamar di ruang kerjanya. Menurut info Lazarus terkadang tidur disana, jadi sepertinya ia akan mengikuti kebiasaan Lazarus.


Irene mengintip dari sela pintu kamar saat Lucas melewati kamarnya berjalan ke arah bawah dengan beberapa pakaian di kedua tangan lelaki itu. Ia seketika tersenyum senang, sepertinya sandiwara mereka berhasil.


"Tunggu Vincent! Kau yang sudah membuatku terdesak, kau dengan tanpa hati memberikanku pada Lucas! Sekarang tunggu pembalasanku!" Geram Irene.


***


Kei setelah tadi bicara dengan Angela, ia lalu masuk ke dalam Rumah sakit. Ia menemui Sean dan melihat keadaan Samantha karena Ryo terus saja menanyakan keadaan gadis itu. Temannya itu sempat shock saat Samantha menjadi tameng melindunginya, lelaki itu tak pernah menyukai seorang perempuan apalagi perduli.Tapi sejak Samantha dibawa pergi, Ryo terus menerus khawatir entah karena rasa bersalahnya atau karena hal lain ia belum bisa menebak kelakuan temannya itu.


"Terimakasih kau sudah mau datang, Kei. Aku benar - benar sedang butuh teman." Kata Sean seraya mengambil makanan yang dibawa Kei.


"Tak masalah, aku teman mu juga kan. Jadi jangan sungkan," Jawab Kei seraya tersenyum, senyuman tulus untuk pertama kalinya pada Sean.

__ADS_1


Degh!


Saat menatap wajah Kei yang sedang tersenyum padanya, tiba - tiba jantung Sean berdebar kencang. Wajahnya terasa hangat, ia menatap bibir Kei yang tersenyum itu. Ingin sekali rasanya ia mencium bibir yang tersenyum manis itu.


Argghttt! Sial! Apa yang kupikirkan? Dia adalah seorang lelaki, otakmu sudah busuk Sean!


"Kenapa wajahmu memerah, kau demam?" tanya Kei seraya menyentuh dahi Sean dengan punggung tangannya.


"Sepertinya tidak, apa kau merasa tak enak badan?" tanya Kei kembali.


Sean seketika melonjak berdiri, ia tak berani menatap wajah Kei. " A-aku baik - baik saja, aku akan masuk ke dalam melihat Samantha dan Louis," gagap Kei seraya berjalan pergi masuk ke dalam kamar rawat inap saudari kembarnya.


Kei hanya menatap punggung Sean yang masuk ke dalam, lalu ia menelepon Daisuke.

__ADS_1


"Samantha baik - baik saja, setelah aku pulang ada sesuatu yang harus aku ceritakan pada kalian semua. Tunggu aku pulang." Ucapnya lalu menutup telepon.


__ADS_2