Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.18


__ADS_3

Tangan Kei yang memegang mouse bergetar, jari telunjuk Kei di mouse terus menscroll ke bawah. Ia menelusuri tulisan - tulisan tentang pencarian dirinya belasan tahun lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ia dicari, bukankah Paman-nya Vincent berkata jika dirinya dibawa kabur dari kejaran anak buah Lazarus saat Ibunya mencoba menyembunyikan dirinya dan bahkan Ibunya akhirnya terbunuh?


"Kei! Kau tak apa - apa?" Daisuke yang sudah mengetahui gender yang sebenarnya dari Kei, merasa yakin jika berita yang mereka temukan adalah tentang Kei.


Kei tetap menatap layar komputer, tiba- tiba kepalanya terasa sakit. Ia mengaduh kesakitan, "Oghh!!!"


Sambil memegang kepalanya Kei mengerang kesakitan, ia terjatuh ke lantai dari dudukan kursi putar.


"KEI!!!" seru ketiga temannya.


Daisuke dengan cepat memeriksa keadaan Kei, tapi Kei terus menjerit kesakitan sambil memegang kepalanya. Dengan sigap Daisuke memangku tubuh Kei ke dalam pelukan dan membawanya menuju kamar.


"Kalian cari obatnya di laci meja, 3 botol kecil!" teriak Daisuke masih tetap berjalan sambil memangku tubuh Kei yang mengerang.


Daisuke membaringkan tubuh Kei di atas ranjang, mengambil botol obat yang disodorkan Jiro, mengambil 1 butir pil dari tiap botol. Ia memasukan obat lalu menutup mulut Kei agar obat tertelan. Akhirnya tak selang berapa lama tubuh dan tangan yang memegang kepalanya terkulai lemas lalu mata Kei menutup perlahan.

__ADS_1


...*****...


Di sebuah rumah besar di ujung kota, rumah yang ditinggali Vincent di Swedia. Seorang pria berusaha melarikan diri dari sebuah kamar yang dijaga ketat oleh beberapa pria berpakaian hitam.


David sudah berusaha keras untuk melarikan diri selama setahun ini dari kurungan Vincent. Ya, Vincent, pria bajingan yang sudah menculik putrinya Evelyn. Setelah melacak keberadaan putrinya selama belasan tahun, ia akhirnya menemukan titik terang dimana putrinya Evelyn berada.


David mendapatkan info dan akan memastikan sendiri kebenaran tentang keberadaan putrinya dan ternyata info itu benar, ia menemukan kebenaran jika putrinya berada di tangan Yakuza, tapi sayang saat akan menghubungi dan meminta bantuan Lazarus, Vincent berhasil menangkapnya.


"Buka!" diluar pintu kamar yang mengurungnya terdengar suara perintah dari pria yang sudah tak asing di telinga David.


"Cuih!" David meludahi wajah Vincent dengan mata yang berapi - api.


Vincent tidak terganggu sama sekali, dengan santai ia menarik sapu tangun dari saku jas nya lalu mengelap wajahnya.


"Aku bilang jangan bertingkah, David! Atau selamanya kau takkan pernah bertemu putrimu lagi!" setelah mengatakannya Vincent duduk di sofa single, menumpuk kedua kakinya.

__ADS_1


"Jangan berani - berani kau menyakiti putriku!" raung David memberontak dari belenggu rantai yang mengikatnya, terdengar suara berisik dari gesekan rantai membentur lantai dan dinding.


"Hahaha... aku tidak akan menyakiti putrimu, dia adalah aset berhargaku. Tapi, mungkin sebentar lagi keluarga Lazarus yang akan menyakitinya."


"David, di otakku terlalu banyak rencana jahat yang sudah lama kususun, putrimu adalah pion untuk membuka jalanku untuk membalas dendam dan mengambil kembali semua milikku dari Lazarus!" Vincent berkata dengan mata seperti orang gila.


"Tidak! Aku mohon... Biarkan aku bertemu putriku. Jangan jadikan dia jahat sepertimu, putriku tidak bersalah apapun padamu!"


Vincent mencondongkan tubuhnya ke depan, gigi nya menyeringai, "Kau pasti akan bertemu dengan putrimu, tapi saat dia selesai dengan misi-nya dan jika dia berhasil selamat, David."


"Dan kau disini akan menjadi sandera-ku, jika sekali saja putrimu terlihat akan mengkhianatiku maka kau akan sangat berguna! Haha..." lanjut Vincent.


"Arghhtt! Persetan denganmu, Vincent. Kau akan masuk neraka!!!"


Mendengar sumpah serapah David, pria bajingan itu hanya tertawa. Dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar dan memerintahkan para anak buahnya untuk jangan memberi minum saat David memintanya dan hanya memberinya makan dan minum sehari 1 kali.

__ADS_1


__ADS_2