Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.27


__ADS_3

Suara langkah kaki menggema di ruangan itu, Vincent dengan wajah arogan tersenyum sinis menatap saudaranya satu Ayah itu telentang terbelit rantai besi dengan mengerang kesakitan.


Lazarus memutar kepalanya ke arah suara, ia tidak terlalu terkejut melihat siapa yang berani mengurungnya.


"Hai, kakak." sapa Vincent tersenyum meremehkan Lazarus.


"Apa kau menculik putriku?" Lazarus tidak keberatan dengan keadaan dirinya yang terkurung, tapi ia butuh memastikan keadaan putrinya baik - baik saja jika benar Vincent yang menculik Samantha.


" Dalam keadaan mu yang seperti ini, kau masih memikirkan putrimu. Ckkkk..."


"Jadi benar, kau yang menculik Samantha dan Hazel?" Lazarus sudah yakin tapi ia hanya ingin memastikan.


"Karena kau akan segera mati, aku akan berbaik hati padamu, Kak. Ya, Aku yang menculik putrimu dan jika kau melawan atau berusaha kabur maka putrimu akan aku, clek!" Vincent memperagakan seolah memotong kepalanya.


"VINCENT! Kalau kau menyentuh sehelai rambut putriku dan menyakitinya, jangankan membunuhmu bahkan aku akan membunuh Ibumu!" teriak Lazarus.


"Beraninya kau, Lazarus!" Vincent tidak terima ibu nya akan disakiti Lazarus.


Lazarus menatap marah pada Vincent, ia akan melakukan apa yang baru saja ia ucapkan jika Vincent benar - benar menyakiti putrinya.


Sebelum pergi Vincent menyuntikkan sesuatu kepada Lazarus, lalu ia berbalik pergi dengan marah. Dia akan segera menjalankan rencana selanjutnya yaitu memasukkan Lucas ke dalam Harem.

__ADS_1


.


.


.


Malam berganti pagi, Samantha terbangun karena merasa haus. Ia berteriak ke arah pintu meminta air dan ingin ke kamar kecil.


Pintu terbuka, ternyata bukan pria yang datang kemarin. Setelah penjaga itu memberinya minum, ia pergi ke kamar kecil. Semalam ikatan di kedua tangan dan kakinya dibuka, jadi ia leluasa bergerak di dalam ruangan yang lumayan besar itu.


Setelah keluar dari kamar kecil, ia membangunkan Hazel, " Zel, bangun. Sudah pagi."


"Sakit kah? Mau aku panggil penjaga dan meminta memeriksa lukamu lagi?" Samantha memegangi tubuh Hazel yang berusaha duduk.


"Gapapa, kak Samantha ingat kan jika aku sudah sering terluka karena balapan dan terkadang saat latihan atau tanding taekwondo aku sering dibanting. Jadi, luka seperti ini bagiku sudah biasa." Hazel tidak ingin membuat Samantha khawatir.


"Kau memang gadis yang kuat, bertahan lah sampai kita kembali ke rumah." Samantha menguatkan.


Hazel mengangguk.


.

__ADS_1


.


.


Kei datang ke Villa Paman nya Vincent, Paman nya sedang tidak ada disana. Para anak buah Pamannya membawa dia ke ruang bawah tanah tempat Lazarus dikurung.


Dengan tangan yang mengepal akhirnya dia akan berbicara tentang Ibunya dan ia juga akan membongkar indetitasnya sebagai putri dari Ibunya Michelle pada Lazarus.


Penjaga membuka pintu sel, Lazarus ternyata di tempatkan di sebuah ruangan seperti sel penjara. Pria yang pernah menikah dengan Ibunya itu, terbelenggu rantai di seluruh tubuhnya. Anehnya, saat melihat keadaan Lazarus, Kei tak merasa senang sama sekali.


"Lazarus!" Ujarnya dengan suara keras, membangunkan Lazarus yang sepertinya tertidur. Tapi tidak ada jawaban, Kei mencoba sekali lagi. "Lazarus!"


Berapa kali pun dia memanggil Lazarus, tidak ada respon sama sekali. Dia merasa panik, " Penjaga, ada apa dengannya?"


Salah satu penjaga menghampiri Kei, "Sebelum pergi, sepertinya Tuan Vincent menyuntikkan sesuatu tapi saya tidak tau apa itu."


Kei mendekati tubuh Lazarus yang pucat dan bibir yang membiru, "Sial! Gendong dia ke kamar atas dan siapkan peralatan medis! Denyut nadinya lemah!"


"Baik, Tuan."


Tubuh lemah Lazarus dibawa ke kamar atas, jantung Kei berdebar kencang ia takut terjadi apa - apa kepada Lazarus. Tidak ia pungkiri setelah mengenal Lazarus ada rasa yang tak bisa jabarkan, ia hanya belum mengetahui perasaan apa itu.

__ADS_1


__ADS_2