
Angela terbangun dari tidurnya, ia ingat kejadian yang terjadi sebelumnya. Ia segera turun ke lantai bawah mencari orang tapi hanya menemukan putrinya Callista dan Louis.
"Louis, dimana kakakmu Sean?" tanya Angela.
Louis hanya mengangkat bahu, tapi matanya menatap ke arah ruangan kerja Ayahnya dengan wajah serius.
"Kamu sedang melihat apa?" Tanya Ibunya lagi.
"Orang di dalam sana, ada seseorang di ruangan kerja Daddy." Jawab Louis lalu tiba - tiba dia kembali berwajah cuek.
"Orang lain siapa maksudmu? Apa bukan Pamanmu Albert?" tanya Angela kembali.
Louis tak menjawab, ia anteng lagi dengan gadget nya.
Angela menggeleng, ia ingin menelepon Ella karena tak melihat keberadaan Ella dan Samuel dirumahnya. Tapi ia penasaran dengan omongan Louis, putranya itu sebenarnya sedang membicarakan siapa yang ada diruang kerja suaminya itu?
__ADS_1
Angela berjalan ke arah ruang kerja Lazarus, ia melihat pintu terbuka dan tidak ada penjaga seorang pun di depan pintu ruang kerja. Ia mendorong pintu sampai terbuka lebar, seketika kedua matanya melebar, " Lazarus! Sayang..."
Angela berlari menghampiri Lazarus, ia memeluk erat suaminya, " Lazarus, kamu kembali! Terimakasih Tuhan, kamu kembali dengan selamat. Kamu tidak apa - apa? Kapan kamu kembali, apa kamu kembali dengan Samantha?" Tanya Angela seraya melepaskan pelukan pada suaminya.
Lucas tertegun karena dipeluk begitu erat bahkan sekarang Angela menanyainya tanpa jeda.
"Angela, Aku baik - baik saja tapi Samantha dirawat dirumah sakit. Perutnya terluka karena tertusuk, aku baru saja kembali dari Rumah sakit." jawab Lucas menjelaskan.
"Apa? Terluka! Oh, aku akan menemui putriku. Ayo pergi, Lazarus." Angela berkata cepat.
"Tunggu, aku tidak bisa ikut denganmu. Kakiku terluka cukup parah, jalanku sedikit pincang. Jadi Angela, bisakah aku tinggal dirumah untuk istirahat? Lagipula Samantha sudah aku titipkan pada Theo, aku juga menaruh beberapa pengawal disana." Tolak Lucas.
"Coba aku lihat lukamu." Ucap Angela seraya menunduk ke bawah ingin memeriksa kaki Lazarus, ia menarik ke atas celana suaminya itu.
Lucas menahan tangan Angela, " Tunggu, biar aku saja. Sebentar." Lucas dengan perlahan menarik celananya ke atas lalu memperlihatkan luka di kakinya.
__ADS_1
"Apa kata Theo? Kenapa kamu pulang dari Rumah sakit?" tanya Angela heran karena melihat luka sobek di betis Lazarus yang lumayan besar meskipun sudah dijahit.
"Theo bilang kakiku baik - baik saja, aku yang meminta untuk pulang karena sangat merindukanmu dan anak - anak. Jadi, tadi saat pulang aku meminta Sean pergi ke Rumah sakit menemani Samantha."
"Pantas saja Sean tidak ada, Ella dan Samuel juga tidak ada. Apa Hazel juga ketemu, apa anak itu baik - baik saja?" tanya Angela.
"Semua baik, Hazel sudah kembali pada keluarganya. Mungkin mereka sudah pulang, tadi aku ke kamar tapi karena kamu masih tidur aku lalu datang kesini. Saat itu mereka memang sudah tidak ada disini." Balas Lucas.
"Baiklah, apa kamu ingin sesuatu? Aku akan mengurusmu sebelum pergi ke Rumah sakit," tawar Angela.
Saat Lucas ingin mengatakan sesuatu, suara Albert terdengar dari arah pintu.
"Nyonya, apa Anda sudah mendengar tentang Samantha? Aku sekarang akan pergi ke Rumah sakit lagi untuk memeriksanya. Apa Nyonya ingin ikut bersamaku?"
Angela menatap Lazarus, " Aku sepertinya akan pergi bersama Albert, nanti saat pulang aku akan melayanimu. Tunggu aku," Ucap Angela seraya mendekati wajah Lazarus ingin menciumnya.
__ADS_1
"Mommy, ayo cepat! Aku juga ingin ikut!" Teriak Louis dari belakang Albert, sejak awal Angela masuk ke ruang kerja Lazarus sebenarnya ia bersembunyi di luar pintu. Saat Albert yang datang memergokinya, Louis terkejut.
Albert mencurigai sesuatu saat melihat Louis sedang menguping di luar pintu ruang kerja Lazarus, tapi ia sudah bisa menebak sepertinya Putra kedua Lazarus itu sudah mengenali jika Lucas yang menyamar bukan Ayahnya. Ia harus segera berbicara dengan Louis, takutnya anak jenius yang sering berpura - pura cuek itu akan melakukan sesuatu pada Lucas yang akan membahayakan nyawa Louis.