
Angela yang sudah bersiap akan mencium Lazarus, seketika ia menghentikan aksinya karena teriakan dari Louis putranya. Ia sekali lagi berpikiran aneh, karena biasanya Louis selalu menjadi anak yang pendiam dan cuek tapi sekarang putranya itu seperti tergesa - gesa memanggilnya.
Sekali lagi Ia menghilangkan pikirannya yang ngawur, mungkin karena situasi rumah dan keadaan anak - anak yang ekstrem membuat pikirannya terlalu sensitif.
"Lazarus, aku pergi dulu. Aku akan membawa Louis, bisakah kau menjaga Callista di rumah. Aku takut Callista mengantuk, sebentar lagi waktunya untuk tidur malam." Pinta Angela.
Lucas gelisah ia benar - benar tidak menyukai anak - anak apalagi seorang anak seperti Callista yang bawel dan berisik. Bagaimana ini?
"Nyonya, aku akan meminta Amanda menemani Callista. Disana ada baby sister putriku, jadi dia bisa menidurkan Callista sekalian," Saran Albert.
Lucas menghela nafas lega, setidaknya hari ini ia bisa terlepas dan hari - hari berikutnya akan ia pikirkan lagi.
"Baiklah, Albert. Aku lupa Lazarus sedang cedera, mungkin Callista akan menempel pada Daddy - nya terus membuat kaki Lazarus kesakitan." Ucap Angela.
"Baik, hati - hati Angela. Albert, jaga istriku." Kata Lucas.
__ADS_1
"Iya, Tuan."
Setelah ia tinggal sendiri di kediaman Lazarus, Lucas tidak serta merta bertingkah semaunya. Ia tau banyak Cctv terpasang di seluruh kediaman Lazarus, ia bertingkah masih menirukan gaya Lazarus. Sesekali ia membuka dokumen - dokumen yang tidak penting yang berada diatas meja, setelah itu ia pergi ke dalam kamar di ruangan kerja dan masuk ke kamar mandi mengeluarkan ponselnya menelepon Irene.
"Ya, Lucas?" tanya Irene.
"Kapan kau siap masuk kesini?" tanya Lucas.
"Terserah, tapi saat aku datang nanti jika Angela mengamuk lindungi aku. Kita sudah berjanji dan telah selesai membuat kesapakatan jika aku berhasil dalam misi ini, kau akan membantuku lepas dari Vincent, aku sudah muak dengannya!"
"Tentu, jangan pikirkan itu. Mungkin saja akhirnya aku akan melenyapkan Vincent agar semua harta menjadi milikku, tentu saja 20% akan menjadi milikmu Irene sesuai kesepakatan kita agar kau bisa memulai hidupmu kembali tanpa bayang - bayang Vincent lagi."
"Aku tunggu." Lucas mematikan telepon.
Esok harinya seperti perkataannya, Irene datang ke Harem. Kediaman Lazarus yang pernah membuatnya trauma, seketika tubuhnya gemetar. Tapi ia menguatkan kakinya, melangkah masuk ke dalam kediaman yang pernah ia tempati selama 6 tahun.
__ADS_1
Kepala staff rumah langsung membawa Irene ke ruangan Lazarus, di dalam kediaman sangat sepi karena Angela dan yang lainnya belum kembali dari Rumah sakit kecuali Albert.
Albert memperhatikan dari Cctv kedatangan Irene, ia menyipitkan matanya tidak suka keberadaan wanita itu.
Lucas menyuruh pelayan membawakan koper Irene di mobil, dan menyuruhnya membawa koper itu ke kamar disamping kamar Angela dan Lazarus.
***
Di Rumah sakit sejak semalam Samantha sudah siuman, Dokter bilang Samantha sudah bisa pulang besok. Angela menemani putrinya itu sejak semalam dan mendengar cerita dari Hazel semua kejadian dari awal sampai akhir. Tapi saat ia mendengar tentang seorang wanita yang datang bersama Lazarus ketika menjemput mereka dari para penculik, seketika dahinya berkerut.
Theo yang menyadari raut wajah Angela segera mendekatinya lalu mengajaknya berbicara di ruangannya.
"Ada apa Theo? Apa Lazarus bercerita siapa wanita itu padamu saat dia disini kemarin?" tanya langsung Angela.
Theo menghela nafas, ia sebenarnya tak ingin menceritakannya tapi sepertinya Lazarus belum menyeritakan tentang Irene yang sudah menolong.
__ADS_1
"Wanita itu adalah penolong Lazarus saat suamimu itu baru terjatuh dari jurang, saat Lazarus mencari pertolongan wanita itu lah yang menolongnya merawat luka - lukanya. Bahkan wanita itu juga yang akhirnya bisa menemukan tempat penyekapan putrimu dan putri Samuel sampai berhasil menyelamatkan mereka. Dia adalah Irene," ucap Theo.
"Apa?!" Angela tertegun.