Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.41


__ADS_3

Semalaman Ryo mengotak - ngatik komputer dengan keahliannya karena ia akhirnya mempunyai petunjuk, pagi hari ia berteriak membangunkan teman - temannya karena berhasil menemukan tempat Vincent menyembunyikan Ayah Kei dan Lazarus.


"Bagus Ryo! Aku menyayangimu, emuahh!" peluk Kei seraya mencium pipinya.


"Menjauhlah dariku, bishonen!" decak Ryo tapi ia tersenyum membayangkan Samantha akan memaafkannya karena ia berhasil menemukan Ayah gadis itu.


"Hubungi anggota yang setia kepadaku, persenjatai mereka. Aku akan memberitahu Paman Albert dan juga Tante Angela. Kita akan berkumpul disini! Aku pergi!" Kei segera berlari keluar.


"Aku akan ikut dengan Kei, sebelum pergi menyelamatkan Ayah Samantha aku ingin meminta maaf lebih dulu dan berpamitan padanya." Ucap Ryo kepada Daisuke dan Jiro, ia lalu berlari mengejar Kei yang berlari menuju motornya.


Ryo menepuk pundak Kei, " Aku ikut! Bawa aku bertemu Samantha, aku ingin segera meminta maaf!"


Kei hanya mengangguk, memberi helmet ke Ryo. Ia dengan kecepatan penuh membawa ngebut motornya dari sana.


Setelah menurunkan Ryo di Rumah sakit, Kei menelepon Albert dan meminta bertemu di tempat yang aman. Sekitar 15 menit menunggu, ia melihat Albert dan Angela turun dari mobil dan menghampirinya. "Paman, Tante," sapanya.


Angela menarik lembut tubuh Kei, ia memeluk hangat gadis itu, "Oh, Evelyn. Terimakasih, kata Albert kau sudah berhasil menemukan suamiku." Angela lalu melepaskan pelukannya dari tubuh gadis itu.


"Iya, Tante. Saya sedang mengumpulkan semua anak buah yang setia pada saya, kami akan segera bersiap pergi."


"Aku akan memberikan Timothy dan anak buah kami untuk membantumu, aku harus tetap disini untuk melindungi Harem," ucap Albert.


"Tentu Paman, jaga mereka. Percayalah padaku, aku akan membawa Ayahku dan Paman Lazarus dengan selamat."


"Pergilah, hati - hati. Aku akan mengirimkan Timothy ke tempatmu tinggal." Ujar Albert lagi.

__ADS_1


"Baik," Kei mengangguk.


Angela kembali memeluk Kei, "Hati - hati, nak. Sekali lagi maafkan aku dan suamiku tak berhasil menemukanmu selama bertahun - tahun ini sampai membuatmu seperti ini. Kami menyayangimu, kamu tau kan?"


Kei mengangguk, " Ya."


Angela melespaskan pelukannya, tersenyum lembut pada Kei.


"Aku pergi," pamit Kei lalu mengenderai motornya dengan kecepatan penuh menuju Rumah sakit menjemput Ryo.


***


Ryo melihat Sean di luar pintu kamar rawat Samantha, disana juga ada Hazel yang sedang menemani lelaki itu. Saat mata gadis itu melihatnya, gadis itu seketika berdiri dan menatap padanya marah, "Kau! Beraninya kau datang kesini!"


"Pergi!" gadis itu menggertakan giginya marah.


Bugh!


Hazel mulai maju menyerang, ia meninju wajah Ryo. Sekali dua kali gadis itu terus meninju wajah Ryo lalu menendangnya.


Ryo tak melawan sampai akhirnya gadis itu memukulnya keras dengan lutut kaki di perutnya, ia sesak nafas dan meringis sakit akhirnya ia tak bisa menahan tubuhnya dan terjatuh ke lantai.


"Hazel! Hentikan! Ada apa ini? Siapa dia?!" Sean yang belum mengerti sejak tadi hanya berusaha menahan tubuh gadis itu tapi ia baru berhasil menahannya.


Sean menatap tubuh pemuda yang dihajar Hazel, tubuhnya sudah terjerembab di lantai dengan wajah yang sudah babak belur mengeluarkan darah dari hidung juga darah keluar dari sela bibirnya.

__ADS_1


"Siapa kau? Kenapa Hazel memukulmu?" tanya Sean menatap lelaki yang terjatuh di lantai itu.


"Biar aku yang jawab Kak, dia berpura - pura berteman dengan Kak Samantha dan berusaha mendekati Kak Samantha. Lalu kami berbohong pada kalian ingin pergi ke Villa Daddy-ku padahal kami akan pergi balapan, kami mengajaknya tapi dia sengaja memutar jalan dan disanalah kami diserang dan diculik. Aku sudah curiga padanya saat kami diculik, tapi Kak Samantha selalu membela lelaki ini. Aku lalu ingin menusuk lelaki brengsek ini dengan belati tapi Kak Samantha melindungi lelaki ini dengan tubuhnya membuatku tak sengaja menusuk Kak Samantha, semua ulah dia Kak Sean! Huhu... Kak Samantha tertusuk olehku..." Hazel menangis mengingat semuanya.


"Bajingan! Jadi semua ini adalah perbuatanmu! Kemari kau! Kita pergi ke kantor polisi!" Sean melepaskan tangannya pada tubuh Hazel, ia langsung menerjang ke arah lelaki di lantai dan menariknya berdiri.


"Stop!!" Samantha berteriak dari belakang mereka, ia berdiri disana dengan memakai pakaian pasien.


"Lepaskan dia Kak Sean, biar aku bicara padanya." Lanjutnya.


"Tidak! Aku akan membawanya ke kantor polisi, tapi sebelum itu aku akan menelepon Daddy, agar lelaki ini dihajar olehnya!" Geram Sean.


Kei melihat kejadian ini dari kejauhan, ia secepatnya berlari menghampiri mereka. " Sean, lepaskan dia. Biarkan dia bicara dengan Samantha, waktu kami tidak banyak!"


Sean menatap Kei tak percaya, " Apa maksudmu kami, kalian saling mengenal?"


"Ya, dia adalah temanku. Kita berdua bisa bicara, tapi dengan keributan ini aku takut rencana kami terbongkar. Sebaiknya kau ikut denganku lebih dulu ke rumahku, akan menjelaskan semuanya disana. Waktuku tidak banyak, Ryo cepatlah masuk dan bicara pada Samantha." Kei mendorong tubuh Ryo mendekati Samantha.


Hazel sekali lagi melangkah mendekati Ryo, tangannya sudah mengepal.


"Hazel!" teriak Samantha sekali lagi padanya.


Akhirnya Hazel membiarkan Ryo lewat.


"Ayo pergi Sean! Biarkan Ryo menyusul kita nanti, aku harus kembali lebih dulu!" Kei menarik tangan Sean bersamanya, Sean hanya menurut.

__ADS_1


__ADS_2