Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.29


__ADS_3

Kei berhasil mengatur nafasnya yang melemah, akhirnya dia bisa mengalahkan rasa sakit di kepalanya. Sebenarnya saat kepalanya terasa sakit, bayangan - bayangan buram masa lalu selalu datang dan pergi, selama ini dia masih belum bisa mengingat masa kecil sebelum dia berusia 7 tahun.


Kini tiba - tiba Pria yang ia duga adalah Ayah kandungnya berada di depan matanya, sakit kepalanya kembali menderanya. Untung saja ia berhasil bertahan dan tidak pingsan.


"Da-vid? Kamu benar - benar bernama David?" tanya Kei ingin memastikan sekali lagi.


David hanya mengangguk, "Ada apa? Kau sepertinya sakit? Kau tidak apa - apa?"


Seketika Kei memeluk Ayahnya, ia memang belum mengetahui semua kebenaran tapi saat ia melihat video Ayahnya yang mencarinya saat kecil, Kei tau Ayahnya adalah orang baik.


"Ini aku putrimu, Evelyn." Kata Kei dengan tubuh yang gemetar.


David terhenyak dia merasa bermimpi, " Eve? Evelyn-ku?" tanya David masih tak ingin percaya.


Kei melepas pelukannya, " Aku hanya tau namaku Evelyn dan kamu adalah Ayahku dari sebuah video tentang kamu yang sedang mencariku beberapa tahun lalu dengan memperlihatkan foto seorang anak perempuan kecil dan itu sangat mirip denganku saat kecil. Selebihnya aku tidak ingat kehidupan masa kecilku, aku hanya mengingat saat aku sudah berada di Jepang."


David menatap wajah Kei dengan seksama, akhirnya dia tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Eve, putriku. Kau memang putriku, aku melihat tanda hitam kecil di dagumu. Oh, putriku... Kenapa kamu berpakaian seperti laki - laki? Apa Vincent menyakitimu? Apa dia berbuat sesuatu padamu?" geram David.


"Tunggu, tadi kamu juga bilang aku diculik. Tapi, Paman Vincent bilang jika dia menyelamatkanku saat keluarga Lazarus ingin menangkapku dan membunuhku seperti Ibuku, Michelle."


"Tidak, itu semua bohong. Lazarus adalah orang baik, dia malah ingin menyelamatkan kita, nak. Tapi, Vincent menculikmu. Bahkan Lazarus lah yang selama ini selalu membantuku mencarimu."


"Itu tidak mungkin!" Kei menolak percaya.


"Percayalah padaku, aku Ayahmu. Aku bersumpah demi Ibumu, wanita yang aku cintai jika aku berkata benar. Vincent adalah seorang penjahat, dia selalu mencoba membunuh Lazarus sejak lama. Jangan percaya pada Vincent, nak."


Ceklek!


"Hei! Kau berbicara dengan siapa?" Salah satu penjaga menendang tubuh David.


"Ahhh! Aku berbicara sendiri, kau pikir aku tidak akan gila dikurung terus. Katakan pada Tuanmu, aku ingin bertemu putriku!" Ucap David lalu berbicara sendiri seolah dia benar - benar gila.


"Sudah biarkan dia! Mungkin saja dia benar - benar menjadi gila, ayo pergi!" Kata salah satu penjaga.

__ADS_1


Kedua penjaga itu pun keluar kembali.


Kei masuk kembali ke dalam kamar dengan perlahan, ia mendekati Ayahnya, " Aku percaya padamu, tunggu aku disini. Secepatnya aku akan menyelamatkanmu, aku tidak bisa melepaskanmu sekarang atau Vincent akan curiga. Aku juga harus bicara dengan Lazarus di kamar sebelah, aku ingin mendengar kejujuran dari mulutnya karena aku tidak percaya padanya."


"Apa Lazarus ada disini juga? Apa kamu menyakitinya?" Tanya David.


"Memang aku yang menjebaknya, tapi Vincent yang mengurung dan menyakitinya." jawab Kei.


"Cepat lepaskan dia, kita berhutang banyak padanya. Dulu ayah lah dan Ibumu Michelle yang sudah mengkhianati Lazarus, ibumu berbohong tentang dia yang sudah mempunyai anak yaitu kamu. Ibu mu berbohong saat menikah dengan Lazarus, tapi Lazarus tidak pernah sekali pun menyakiti Ibumu. Malah Ibu mu lah yang berencana akan menyakiti Lazarus, tapi dia meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Lazarus menyelidiki tentang kecelakaan Ibumu dan berhasil menangkap asisten Ibumu Berta dan Berta mengatakan jika pria bernama Lucas yang mencelakai Ibumu atas suruhan Vincent. Jika kamu bisa bertemu dengan Berta, kamu akan percaya padaku dan Lazarus." David menjelaskan semuanya.


"Baiklah, aku bertanya langsung pada Lazarus. Bertahanlah, oke." Kei berdiri bersiap pergi.


"Eve?" suara David saat memanggil putrinya sarat akan kerinduan.


Kei berbalik menatap haru pada Ayahnya, " Ya."


"Sekali saja panggil aku seperti saat kau kecil, panggil aku Daddy." Pinta sang Ayah.

__ADS_1


"Daddy, aku akan kembali menjemputmu." Setelah mengatakannya Kei berbalik pergi dari kamar itu.


Kei kembali ke ruangan kamar tempat Lazarus berada, ia melihat Lazarus belum sadarkan diri. Dengan sabar dia menunggu Lazarus siuman, akhirnya setelah menunggu selama 1 jam Lazarus membuka sepasang matanya.


__ADS_2