
Albert yang baru saja datang mendengar suara jeritan kakak iparnya Angela, dia juga baru saja mendapatkan kabar yang membuatnya shock.
"Ada apa ini?" tanya Albert menghampiri Samuel.
Samuel kemudian menjelaskan jika mereka kehilangan jejak Lazarus dan hanya menemukam handy talky miliknya.
Tentu saja Albert yang sudah mengetahuinya tidak terkejut, tapi dia harus tetap berpura - pura tidak tau apapun.
"Kita harus bersikap tenang, Tuan. Kita akan melanjutkan pencarian Tuan Lazarus dan Nona Hazel juga Samantha," ujar Albert.
"Tentu saja," Jawab Samuel.
"Sayang, istirahatlah sebentar." Ella merangkul tubuh Samuel, dia mengusap punggung suaminya menenangnkan.
"Anak kita akan baik - baik saja, Hazel bukan gadis biasa. Kamu tau itu, kan?" Ucap Ella.
Samuel mengecup dahi istrinya, " Maaf, aku belum berhasil menemukan putri kita."
Mendengar suara Samuel yang sarat akan penyesalan, Ella semakin mengeratkan pelukannya. Dia tau suaminya sudah berusaha semaksimal mungkin menemukan putrinya, sekarang mereka bahkan harus menemukan Lazarus jadi suaminya harus banyak mempunyai tenaga ekstra.
__ADS_1
***
Samantha yang masih belum sadarkan diri dibawa ke Rumah sakit oleh Lucas yang berhasil menyamar sebagai Lazarus. Saat melihat Lazarus yang datang, para medis segera menghubungi Theo karena mereka tau Atasan mereka Theo adalah sahabatnya.
"Lazarus, ada apa dengan kakimu? Kau berdarah? Samantha! Kau akhirnya menemukannya!" Theo segera datang saat pegawai rumah sakit menemuinya.
"Theo, jangan banyak bertanya. Obati dulu putriku, perutnya tertusuk belati dan belum sadarkan diri." Ujar Lazarus palsu.
"Paman, selamatkan kak Samantha. Hiks..." Hazel menarik jubah dokter Theo.
"Baiklah, Paman akan memeriksa lukanya. Kamu juga terluka, wajahmu banyak goresan. Perawat!"
"Bawa Tuan Lazarus dan nona ini ke dalam ruangan, obati luka - luka mereka. Aku harus memeriksa pasien wanita ini."
"Baik."
Para medis mendorong ranjang Samantha masuk ke dalam ruang periksa, Theo langsung memeriksa luka tusukan di perut putri sahabatnya itu dan dia terkejut luka itu sudah terjahit rapi. Theo memeriksa denyut nadi dan suhu badan Samantha dan semuanya normal, bisa dipastikan dalam beberapa jam gadis itu bisa siuman.
Theo keluar dari ruangan lalu berjalam masuk ke ruangan tempat Lazarus diperiksa, "Kamu baik - baik saja? Sebenarnya apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Saat aku mencari keberadaan Samantha, aku terporosok jatuh ke jurang tapi aku berhasil selamat dan naik kembali ke atas tebing. Tapi anak buah yang bersamaku semua jatuh ke dalam jurang, dalam keadaan linglung dan kakiku terluka aku berkeliling mencari bantuan. Saat sampai di pinggir jalan, sebuah mobil datang dan seorang wanita menolongku dan membawaku ke rumahnya lalu dia merawatku," Jelas Lazarus palsu.
"Lalu?"
"Sehari berlalu, aku tidak ingin kehilangan jejak putriku. Akhirnya wanita yang menolongku dijalan membantuku dengan membawa beberapa pria kenalannya. Karena dia tinggal disana, wanita itu mengetahui jalur - jalur tersembunyi dan akhirnya aku dan beberapa orang yang membantuku menyerang sebuah rumah tersembunyi di dalam hutan lalu aku berhasil menemukan Samantha dan Hazel," Lanjut Lazarus palsu melanjutkan penjelasannya.
"Sekarang dimana penolongmu?" tanya Theo penasaran.
"Kau mengenalnya." Jawab Lazarus palsu.
"Siapa?"
"Irene, setelah keluar dari penjara dia tinggal disana."
Theo terperangah kaget, mana mungkin seorang Irene yang pernah Lazarus masukan ke bui mau menolong Lazarus?
"Kau yakin Irene menolongmu dengan tulus?"
"Aku tau itu sulit dipercaya, tapi Irene benar - benar sudah menolongku bahkan memanggil semua kenalannya dan akhirnya aku menemukan putriku. Aku harus mencurigai apa?" tanya balik si Lazarus palsu, dia mengarang semua cerita meskipun itu memang kurang meyakinkan tapi saat ada yang akan memeriksa kebenaran perkataannya, semua akan baik - baik saja karena Irene memang sudah tinggal disana sejak beberapa tahun lalu sesuai rencana mereka.
__ADS_1