Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.22


__ADS_3

Angela sedang sibuk mempersiapkan kepulangan putri Amanda dan Albert. Sudah disepakati bersama jika Amanda akan mulai menempati kediaman sayap timur tempat tinggal bekas Ibu Sheril dulu.


Dengan kamar bernuansa warna serba pink dan putih, membuat kamar baby yang dinamai baby Sierra itu semakin membuat suasana kamar terlihat cerah untuk seorang baby girl.


"Bagaimana kabar mertuamu, Gel?" tanya Ella saat menempel kertas bertuliskan welcome baby Sierra di dinding.


"Papah Abraham sehat, meskipun sesekali dia harus diperiksa Dokter. Ibu Sheril juga semakin lengket dengannya, Lazarus bilang bahkan Papah tak bisa melepaskan tangan Ibu Sheril sebentar pun. Merea benar - benar seperti pengantin baru, xixixi..."


"Meskipun gue masih gak suka sama papah mertua kamu, tapi aku salut kamu sudah memaafkan kejahatan Tuan Abraham," Ella bukan manusia munafik, jika dia tak menyukai seseorang pasti dia tak akan menyembunyikannya.


"Bagaimana pun, dia adalah Ayah dari suamiku dan kakek dari anak - anakku. Apalagi, papah sudah banyak bertobat dan berubah menjadi orang baik. Rasa sakit saat dulu berpisah dari Lazarus, sudah tak berbekas lagi."


"Jadi, apa yang sedang digosipkan istri cantikku ini?" tanya Lazarus saat memasuki kamar baby Sierra.

__ADS_1


"Xixixi, istrimu bilang kau semakin hari semakin seperti banteng di atas ranjang. Nyerang terusss..... haha," usai mengatakannya Ella kabur keluar.


Lazarus mengangkat sebelah alisnya, lalu menarik tubuh istrinya agar menempel padanya.


"Jadi, aku sekarang berubah jadi banteng?"


"Cih! Kau tak sadar atau berpura - pura tak tau! Staminamu sebagai laki - laki yang sudah semakin tua tapi tetap masih membuatku kelabakan! Sayang, aku wanita beranak 4 yang sudah semakin tua, jadi... kasih aku kelonggaran, oke. Gimana selama satu minggu, jatahmu hanya 3x?" tawar Angela menatap penuh permohonan pada suaminya.


"Ckckck... tidak!" tolak Lazarus tegas.


"Kalau aku selalu bernafsu saat melihatmu, itu bukan salahku, sayang. Salahkan dirimu sendiri, kenapa kau semakin cantik setiap aku memandangmu," gombal Lazarus seraya memagut bibir istrinya dan menciumnya bergairah.


"Wangi tubuhmu, aromanya.... Ahhh... membuatku selalu gila, sayang," goda Lazarus menurunkan bibirnya ke leher jenjang istrinya lalu mencumbunya disana.

__ADS_1


"La-zarus... ini kamar putri adikmu, kau harus lihat - lihat tempat jika mencumbuku! Ya Tuhan!" Angela berusaha melepaskan diri.


Lazarus dengan sigap memangku tubuh mungil Angela, masih menekan kepalanya di ceruk leher istrinya ia berjalan keluar dan masuk ke kamar tidur sebelah yang kosong. Ia membaringkan tubuh istri tercintanya itu di atas ranjang dan mulai melucuti satu persatu pakaian yang melekat di tubuh mereka berdua.


Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk penyatuan sempurna dan sudah puas menyalurkan hasratnya, mereka berdua terengah - engah saling berpelukan.


"Kenapa saat aku bersamamu, aku masih tidak merasa puas akan waktu kebersamaan kita. Apa karena dulu kita terlalu lama berpisah, sayang?" ucap Lazarus seraya mengecup dahi Angela, ia menyelipkan rambut berantakan istrinya ke belakang telinga.


"Aku juga, apakah kita akan selalu bersama? Kau tau Lazarus, aku ingin meninggal sebelum kamu,"


"Tidak sayang, jangan egois. Sudah cukup aku begitu menderita saat kehilanganmu dan kedua anak kita dulu. Biarkan aku meninggal lebih dulu darimu, sepertinya aku tak sanggup harus kehilangamu lagi," Pelukan Lazarus semakin erat, jika mengigat dia harus kehilangan Angela kembali membuatnya takut.


"Aku mencintaimu, Lazarus."

__ADS_1


"Aku mencintaimu juga, sayang. Bidadariku, cintaku."


Angela tersenyum bahagia ia akan selalu menikmati saat - saat bersama pria yang dicintainya itu. Masa lalu memang tak bisa ia lupakan begitu saja, tapi masa sekarang ini yang lebih penting dari apapun dan ia akan menjaga kebersamaan itu.


__ADS_2