Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.20


__ADS_3

Sean menatap mata Kei dengan ketekadan di matanya.


"Kau yakin? Apa kau percaya padaku?" tanya Kei, ia menyenderkan tubuhnya di samping mobil dengan bersedekap.


"Kau meremehkan tekadku?" Kesal Sean.


"Tidak! Hanya saja kau sepertinya tidak mengerti arti 'mandiri' karena sejak kecil kau sangat dimanja," Kei menunjuk tubuh Sean dari bawah ke atas, memperjelas jika semua barang - barang yang menempel di tubuh Sean semuanya adalah pemberian dari kedua orang tuanya.


Sean melirik tubuhnya yang ditunjuk Kei, dari sepatu sampai jam tangan branded yang dipakainya memang semua bukan hasil dari jerih payahnya.


"Aku akan berusaha, makanya kau ajari aku. Aku sudah melihatmu bekerja mencari uang saat pesta waktu itu, jadi aku tau kau bukan seorang anak manja." Ujar Sean.


"Hm, baiklah. Ijin lah pada Daddy-mu lebih dulu, bukankah kau dihukum tidak boleh kemana pun. Bilang padanya kau bersamaku," Kata Kei akhirnya menyetujui permintaan Sean.


Sean tersenyum lebar, ia akhirnya bisa berteman dengan Kei. " Tentu, sekarang aku akan menelepon Ayahku," ucapnya senang.


"Tunggu sebentar," lanjut Sean lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon menjauh dari Kei.


Kei merogoh ponselnya saat Sean pergi menjauh untuk menelepon Ayahnya.


" Halo Dai, sepertinya Sean sudah mulai percaya padaku. Bagaimana rencana kita selanjutnya?"


"Memangnya Sean percaya padamu seperti apa?" tanya Daisuke dari sambungan telepon.

__ADS_1


"Dia memintaku mengajarinya agar tidak bergantung pada orang tuanya." Jawab Kei.


"Kalau begitu... bawa dia ke club, kita ajari dia dunia tak semudah yang dia bayangkan, haha..." Daisuke tertawa.


"Jangan terlalu sadis mengerjainya, bagaimana pun orang tuanya mengenalku. Berikan cara yang tidak terlalu kentara, mungkin... Dengan membuat Sean menderita secara mental," Kei menahan tawanya.


"Baiklah, kau masih di Kampus?" tanya Daisuke.


"Iy--"


"Kei!"


Ucapan Kei terpotong karena Sean memanggilnya, " Aku tutup!" setelah mematikan ponsel ia memasukkan ponselnya kembali.


"Ya," Kei menghadap Sean.


"Tentu saja sekarang, masuk!" Kei mengeluarkan kunci mobilnya, pintu mobil terbuka dan Sean beserta Kei masuk ke dalam mobil lalu pergi dari sana.


...*****...


Di sebuah Kafe yang terbilang ramai, Hazel dan Samantha sedang mengobrol sambil mencicipi cake menu baru di kafe langganan mereka.


Mata semua pria disana tertuju pada kedua gadis cantik itu, bagaimana tidak? Hazel yang berperawakan tinggi dan atletis tapi aura kecantikannya masih terpancar, apalagi Samantha yang tidak usah diragukan lagi wajah cantiknya adalah perpaduan antara Lazarus dan Angela menghasilkan wajah cantik yang sempurna.

__ADS_1


"Xixixi... kau lihat cowok ganteng disana, dia tak berhenti menatapmu kak," celetuk Hazel tak tahan untuk tertawa.


"Stttt, nanti dia akan dengar. Dia bukan tipeku, ambil saja kalau kau mau, Hazel!" balas Samantha.


"Kau ingin Dad dan Mom membunuhku, kau tau mereka mengijinkanku berpacaran jika usiaku 17 tahun. Menyebalkan, padahal aku mencari cowok seperti Kak Sean," Hazel berpura - pura berwajah kecewa.


"Cih! Aku tau kamu belum berminat berpacaran, bagimu semua hobimu adalah pacarmu, xixixi..." Akhirnya giliran Samantha yang tertawa.


Tiba - tiba mata Samantha tertuju pada seorang pria yang berwajah Asia yang dikenalnya, wajah yang berbeda dari para pria kebanyakan di Negaranya. Mata Samantha bahkan tak berkedip, membuat Hazel penasaran dan ikut mengalihkan tatapannya ke arah yang sedang dilihat Samantha.


"Wow, yuhuuu. Jadi itu tipe idealmu, kak." Hazel mengacungi jempol, memberi nilai 90 atas pilihan Samantha.


"Diam! Dia berjalan kesini, tutup mulutmu!" Ujar Samantha saat pria Asia yang kemarin pernah ditemuinya di toko buku berjalan ke arah meja mereka.


"Halo, Nona... kita bertemu lagi, kebetulan yang sangat berharga," sapa si pria Asia.


"Ahya-ya... Aku tidak tau kamu tau kafe ini juga," jawab Samantha gugup.


"Aahhh, jadi kalian sudah saling mengenal. Halo, namaku Hazel, kamu?" Hazel berinisiatif bertanya lebih dulu.


"Halo, nama saya Ryo." Jawab si pria yang ternyata tak lain adalah Ryo.


"Kamu sepertinya orang Asia? Korea, Indonesia, China, Jepang?" Hazel memberondong pertanyaan pada Ryo.

__ADS_1


Ryo hanya tersenyum hangat, " Jepang."


Saat Ryo dan Hazel sedang berbicara, Samantha mencuri pandang ke sosok Ryo yang tempo hari sudah menggelitik rasa penasarannya, pria yang melepas jaket untuk menutupi kepala Samantha saat hujan tempo hari yang akhirnya berhasil menarik perhatiannya, yang selama hidup Samantha belum pernah menyukai satu pria mana pun.


__ADS_2