
Daisuke memberi kode pada kedua temannya, Jiro dan Ryo dengan cepat membantu menahan tubuh Kei agar tak memberontak terus menerus.
"Jiro ambil mobilmu, kita bawa dia pergi dari sini. Dia mengalami serangan panik, dia akan terus menyakiti dirinya!" Teriak Daisuke.
Jiro berlari mengambil mobilnya, Kei semakin memberontak membuat Daisuke kewalahan menahannya.
Akhirnya Daisuke memukul punggung lehernya, membuat Kei pingsan.
"Atama ga okashii!" Jiro berteriak gila pada Kei saat membuka pintu mobilnya.
"Diam!" Daisuke lalu mengangkat tubuh Kei dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Kita bawa dia kemana?" Tanya Jiro yang sudah berada di depan setir mobil bersiap membawa mobil sport-nya pergi.
"Bawa ke rumahku, orang tuaku sedang pergi," jawab Daisuke.
Jiro menyalakan mobilnya, menancap gas dengan kecepatan yang aman.
Daisuke meletakkan kepala Kei yang tak sadarkan diri di atas pahanya, ia menatap nanar ke arah Kei tangannya mengelus kepalanya.
Ryo duduk di samping Jiro yang sedang mengemudikan mobil, ia melihat ke arah belakang memeriksa keadaan Kei. Tatapannya jatuh pada tangan Daisuke yang mengelus kepala Kei, Ryo langsung mengerti Daisuke mempunyai perasaan pada Kei.
...*****...
Sean sudah berada dalam mobil bersama Ayahnya, tapi pikirannya tertinggal di club malam tadi. Ia masih merasa pernah mengenal pemuda tadi? Tapi entah dimana.
"Sean! Daddy sedang bicara padamu!" Lazarus menaikkan volume suaranya.
Sean tersentak dari lamunannya, "Ya, Dad. Apa?"
"Daddy tanya, bagaimana menurutmu tentang menjadikan Jepang sebagai cabang Perusahaan Daddy. Kamu sedang melamunkan apa?"
Sean menyengir jahil , "Wanita seksi yang menari tadi, yang meliuk-liuk seperti ular sambil memeluk tiang. Sean sedang berpikir, apa Sean harus melaporkannya pada Mommy kalau Daddy tadi sempat menatap tubuh telanjangnya."
Klepak!
__ADS_1
Lazarus memukul kepala putra jahilnya itu dengan map di tangannya. "Coba saja, hadiahmu masuk kampus akan Daddy tarik lagi. Daddy akan memberikannya pada adikmu Samantha."
Sean panik, "Sean bercanda Dad, ayolah. Salah Daddy kenapa bertemu orang di tempat seperti itu, mataku yang masih suci ini jadi ternoda, cih!" Sean mencibir pada Ayahnya.
"Suci? Terus yang adikmu temukan di atas ranjangmu sampai dia teriak itu apa? Dasar nakal, awas saja kau kelepasan bicara di depan Mommy-mu," ancam Lazarus.
Putranya itu malah menjulurkan lidah padanya, Lazarus hanya bisa menghela nafasnya, kenapa semakin hari putranya semakin nakal saja?
"Ingat nak, Daddy masih akan menoleransi kenakalanmu saat remaja. Tapi saat kamu sudah mencapai usia dewasa, jangan terlalu membuang waktumu bermain dengan hal-hal aneh dan tak penting."
Lama tak ada jawaban dari putranya, Lazarus menatap ke arah sampingnya. Ternyata putranya itu sedang memejamkan matanya, artinya putranya tak ingin mendengarkan ceramahnya.
"Dasar bocah bandel! Daddy jodohin sama perempuan jelek, baru tau rasa!"
...*****...
"Arghtt... " Kei merintih saat menggerakkan tubuhnya.
"Kau sudah sadar?" Daisuke langsung membantu Kei bangun.
"Kondisimu seperti terakhir kali kau kolaps, bukankah sebaiknya kau jujur pada Pamanmu tentang kondisimu ini." Saran Daisuke.
"Tidak perlu, apa aku berada di rumahmu?"
"Ya, Ryo dan Jiro sudah pulang."
"Kau perlu apa? Aku akan ambilkan." Ujar Daisuke.
Kei menggeleng, ia menyibak selimut yang menutupinya, lalu turun dari ranjang. "Aku harus pulang, dimana motorku?"
"Ada diluar, tadi aku suruh orang untuk mengambilnya dari club. Kamu yakin baik-baik saja?"
"Tenanglah, Dai. Penyakitku tidak begitu serius, aku yakin bisa mengatasinya sendiri. Jangan bilang siapapun."
Kei mengambil jaket kulit hitamnya yang tergantung di stand hanger lalu memakainya. "Aku pergi." Kei melambaikan satu tangannya ke atas sambil membelakangi Daisuke lalu pergi melangkah keluar.
__ADS_1
Daisuke berjalan ke balkon kamarnya, dari atas dia bisa melihat ke tempat depan garasi rumahnya.
Tak selang berapa lama, Kei dengan atribut keselamatan bermotornya yang full berwarna hitam, membawa motor kesayangannya pergi meninggalkan rumah Daisuke.
"Aku hanya perlu selalu berada disampingmu Kei, meskipun aku sudah mengetahui kamu seorang perempuan tapi aku akan selalu berpura-pura tidak tau, sampai kamu mengatakannya sendiri padaku," gumam Daisuke menatap kepergian Kei dari balkon kamarnya.
Beberapa hari kemudian semua anggota Yakuza yang mendaftarkan diri mereka di duel memperebutkan gelar anggota terkuat sudah berkumpul di tempat yang sudah disiapkan.
Ada 10 ruangan yang disediakan untuk bertarung. Satu ruangan terdapat 30 peserta, sistem pertarungan adalah sistem KO. Satu kali duel kalah langsung KO dan yang menang akan langsung melawan peserta berikutnya.
Kei berada di ruangan 7, ia memakai t-shirt hitam dan memakai headband di kepalanya. Headband itu mengelilingi rambut model mohawk-nya, menambah aura keren di wajahnya.
Pertarungan dimulai, satu demi satu peserta tumbang. Kei mendapat urutan ke 17 dari 30 peserta, dia masih belum bertarung dan masih menunggu.
"Kei, aku baru saja memeriksa pertarungan di ruangan lain. Katashi ada di ruangan 3, dia mendapat urutan ke 9 dan sekarang masih bertahan sebagai juara setelah melawan 7 petanding. Dia masih harus bertarung melawan 15 petarung lagi. Tapi dia memang gila, tubuhnya tak kelelahan sedikitpun," cicit Jiro.
"Hm," Kei hanya bergumam, ia sedang mendunduk membetulkan hard wrap yang melilit tangan dan pergelangan tangannya.
"Petarung selanjutnya, ini dia Genkei Yamamoto... " seorang pemandu jalannya pertarungan memanggil nama Kei.
"Yeahhh!!! Kau bisa Kei!" Teriak ketiga temannya saat Kei sudah berada di arena pertarungan.
Kei menatap lawannya yang tubuhnya berbobot tiga kali lipat darinya. Ia hanya menatap lawannya tajam, tanpa ada niat menyerangnya lebih dulu.
"Kenapa Kei diam saja?" tanya Jiro pada Daisuke.
"Dia sedang menunggu lawannya menyerang lebih dulu," jawab Daisuke.
Benar saja, saat lawannya maju mulai menyerangnya. Kei membalas serangannya dengan gaya out boxer. Kei memukul dengan jab-jab cepat memberondong lawannya. Saat lawannya mulai lemah, Kei memutar tubuhnya dan menendang ke atas dagu lawan sampai tubuh lawannya tumbang, KO. Kei akhirnya memenangkan pertarungan pertamanya.
.
.
.
__ADS_1
LIKE, KOMEN, GIFT, VOTE.