Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.34


__ADS_3

Lazarus palsu pulang bersama Hazel, Samantha ia titipkan pada Theo. Lucas ingin segera menjalankan rencananya, tadi dengan menggunakan ponsel Lazarus ia menelepon Albert meminta dijemput.


Sekarang di dalam mobil, Lucas melirik Hazel di sampingnya. Gadis kecil di sampingnya itu bisa dibilang adalah keponakannya, sebenarnya meskipun dia pria jahat dia masih melihat hubungan dan memang tak berencana menyakiti putra Samuel. Dia hanya ingin menghancurkan kedua saudara kandungnya yang menjeblosksn dia ke penjara juga ingin membalas dendam pada Samuel karena semua yang terjadi padanya adalah ulah saudara tirinya itu.


"Tuan?" Albert melirik dari kaca spion depan.


Lucas berbalik menatap Albert, " Ada apa?"


"Nanti saya akan kembali ke Rumah Sakit untuk memeriksa keadaan Samantha, meskipun sudah menaruh beberapa penjaga disana tapi saya masih khawatir. Apa nanti Tuan akan memerlukan saya atau tidak?" tanya Albert.


"Tidak! Aku akan beristirahat, jadi sepertinya aku tidak terlalu membutuhkanmu," Ucap Lucas.


"Baiklah, Nona Hazel, kamu baik - baik saja?" kini Albert melirik wajah Hazel.


"Ya, Paman Albert. Aku baik - baik saja, terimakasih. Ohya, apa Ayahku belum tau aku sudah berhasil ditemukan?"


"Belum, tadi saat Tuan Lazarus menelepon meminta saya ke Rumah sakit, saya ingin memastikan lebih dulu keadaanmu dan Samantha. Lagipula tadi Nyonya Angela pingsan, jadi saya belum berani mengatakannya jika belum pasti," jawab Albert.


"Begitu," gumam Hazel yang masih merasa bersalah akan keadaan Samantha.


Tak berapa lama mobil pun sampai di depan kediaman Lazarus, Lucas segera turun dari dalam mobil saat Albert membuka pintu untuknya.


Lucas berjalan pincang, kakinya ia sengaja lukai agar sandiwaranya yang jatuh ke jurang terasa nyata.

__ADS_1


Samuel lebih dulu melihat kedatangan Lucas dan putrinya. "Hazel, sayang!" Samuel berlari memeluk putrinya, ia menciumi wajah putrinya yang sudah lama ia rindukan.


"Lazarus! Aku bersyukur kamu selamat!" ucap Samuel masih sambil memeluk putrinya erat.


"Yeah, Tuhan masih berbelas kasih padaku." Jawab Lucas.


Ella yang baru saja turun dari kamar Angela ikut berteriak, " Hazel!" dia berlari menuruni anak tangga menghampiri putrinya.


Sean bahkan menangis diatas undakan tangga atas, ia menatap Ayahnya dengan terharu. " Dad!"


Sean turun dari lantai atas, ia segera berlari memeluk Ayahnya, " Dad, Dad! Syukurlah Daddy kembali. Kasihan Mommy, dia pingsan saat tau Daddy juga hilang."


"Sudah! Sudah! Aku sudah kembali, jangan bersedih lagi. Samantha ada di Rumah sakit, tengok dia disana. Daddy ingin istirahat sebentar, dimana Mommy-mu sekarang?"


"Dikamar, Mommy baru saja bisa tenang." Jawab Sean.


"Baik, Dad."


"Daddy!" Teriak Callista berlari menghampiri Ayahnya, diikuti Louis di belakangnya.


Astaga! Kenapa begitu repot menjadi Lazarus! Aku baru saja masuk tapi disini terlalu heboh!


"Ya, sayang." Lucas berjongkok memeluk Callista.

__ADS_1


"Daddy, huhu... Callista pikir Daddy gak akan kembali!" putri bungsu Lazarus itu menagis semakin keras.


Ya ampun! Anak ini berisik sekali!


"Jangan menangis lagi, bukankah Daddy sudah kembali? Kakakmu Samantha juga sudah kembali, dia harus dirawat di Rumah sakit. Jadi kalian jangan bersedih lagi, oke."


Callista mengangguk, ia menghentikan tangisannya. Giliran Louis memeluk Ayahnya, ia hanya mengecup pipi Ayahnya itu tanpa banyak bicara.


"Baiklah, kalian anak baik bukan? Jadi selama beberapa hari ke depan jangan ganggu Daddy, Daddy harus istirahat. Lihatlah kaki Daddy terluka bahkan susah untuk berjalan cepat." Pinta Lucas, ia sebisa mungkin ingin menghindari bocah cerewet putri bungsu Lazarus itu.


"Oke, Dad. Aku menyayangimu." Callista mengecup pipi Lucas.


"Sekarang Daddy akan naik melihat Mommy kalian, oke." Kata Lucas seraya berjalan naik ke lantai atas.


"Tunggu Lazarus!" cegah Samuel.


Lucas berbalik badan menghadap orang yang sangat dibencinya, ia memaksakan berwajah datar. " Ada apa?"


"Bagaimana caramu menemukan putriku dan Samantha? Juga, bagaimana ceritanya kamu bisa selamat?" tanya Samuel.


"Tanyakan pada Theo, aku sudah menceritakan semuanya padanya. Aku capek, butuh istirahat. Jika masih ingin bertanya, tunggu aku selesai beristirahat." Jawab Lucas.


"Ah, baiklah. Maafkan aku, aku hanya penasaran. Lazarus, terimakasih sudah membawa putriku kembali. Aku berhutang banyak padamu," Ujar Samuel.

__ADS_1


Lucas hanya mengangguk, ia berbalik badan kembali melanjutkan langkahnya naik ke atas menuju kamar Angela dan Lazarus.


Tanpa disadari Lucas, tingkah lakunya ditatap tajam oleh Albert. Untuk saat ini Albert akan membiarkan Lucas bertindak semaunya, tapi jika sedikit saja pria itu menyakiti siapapun keluarganya dia akan mengorbankan nyawanya sekalipun jika diperlukan.


__ADS_2