
Tiga Tahun Kemudian...
SWEDIA.
Kei sedang memandang teman-temannya yang ikut bersamanya ke Swedia dari atas balkon di kamarnya. Ketiga temannya sedang berenang, terdengar teriakan-teriakan Jiro mengerjai Daisuke dibawah sana.
Setelah Kei berhasil menjadi anggota baru Yakuza paling terkuat, dia menjadi kesayangan ketua klan Tokesai.
Selama tiga tahun terakhir Kei berhasil mengambil daerah kekuasaan klan Yakuza lain, yakni saingan klan Tokesai. Dia berhasil mengambil alih 97 wilayah kekuasaan dari 300 lebih wilayah Yakuza di Jepang. Merupakan prestasi baru dan membuat geger di dunia hitam mafia. Kini tidak ada lagi yang berani menantangnya, saat mereka mendengar nama Genkei saja mereka akan lebih dulu menghindar ketakutan.
Saat Kei merasa sudah cukup pengalaman dan mendapatkan kepercayaan dari Ketua-nya. Kei meminta agar dia dipindahkan ke markas Yakuza di Swedia. Tapi meskipun Kei seorang mafia, dia mempunyai dua prinsip. Tidak akan membunuh lawan yang sudah menyerah dan tidak akan menyerang atau membunuh anak kecil.
"Kei! Turunlah! Gabung dengan kami!" Teriak Jiro dari kolam renang.
Daisuke mendekati Jiro dan memasukkan kepalanya ke dalam air kolam.
__ADS_1
"Hahaha... " Kei tertawa melihat kelakuan kedua temannya.
Setelah melepaskan kepala Jiro, Dai kabur menghindar dengan berenang. Tubuh kekarnya mencecah air dengan lincah, tangannya mengayun ke depan dengan mantap membuat tubuh kekarnya melaju dengan cepat.
Dai keluar dari dalam kolam, tampak tubuh kekar dan berototnya karena rajin berolahraga. Ia mengambil handuk di kursi pinggir kolam, terus berjalan ke atas ke arah kamar Kei sambil mengeringkan rambut dan tubuhnya dengan handuk.
Dai membuka kamar Kei, dekorasi kamar Kei bernuansa aesthetic. Warna cat dinding abu-abu pucat lebih mendominasi dari warna lainnya. Sebuah ranjang berukuran sedang, sebuah meja dan kursi kerja. Sebuah rak menempel di dinding, dibelakang rak itu ada ruang rahasia yang mengarah keluar menuju suatu jalan keluar dari rumah tersebut.
Dai menghampiri Kei, air dari basahan tubuh dan celana renangnya membasahi karpet lantai membuat Kei berdecak kesal. "Kau masih seenakmu! Ckk!"
"Kei, kau sudah siap? Mulai besok segalanya akan dimulai."
"Takdir ini bukan dimulai besok tapi sudah dimulai saat Ibuku dibunuh mereka. Butuh bertahun-tahun bagiku mengetahui hal-hal tentang kehidupan Lazarus dan keluarganya. Tapi aku ingatkan, jangan menyentuh kedua anak mereka yang masih kecil. Louis dan Callista."
Dai sebernanya tak setuju akan pembalasan dendam Kei, tapi Dai tau jika Kei tak membalaskan dendamnya maka seumur hidupnya Kei takkan pernah bisa hidup dengan damai.
__ADS_1
"Tenanglah, aku hanya mengincar kedua anak kembarnya," ujar Dai.
"Sean adalah urusanku, kau uruslah saudari kembarnya."
"Saudari kembarnya urusan Ryo, aku sudah menyuruhnya menanganinya. Aku bilang saat bermain-main dengan perempuan itu, Ryo takkan bosan. Kau tau lah, Ryo terlalu tak menikmati hidup dan menganggap semua hal di dunia hanya mainan saja, apalagi dia membenci wanita karena Ibu kandungnya meninggalkannya dan kabur. Ryo sendiri sejak ditinggalkan menjadi orang yang mengganggap wanita hanya manusia r3ndahan, kita lihat apa yang akan dilakukan Ryo pada saudari kembar Sean itu, Samantha Lazarus Abraham."
Kei menarik nafas panjang, dalam pencarian informasi keluarga Lazarus ia sebenarnya menemukan fakta - fakta yang tak sesuai dengan perkataan pamannya Vincent jadi ia akan berhati - hati dalam aksi balas dendamnya.
.
.
.
LIKE, KOMEN, GIFT & VOTE.
__ADS_1