
Sebelum berangkat Sean membawa Kei dan semuanya ke tempat rahasianya, ia mengijinkan mereka memilih senjata yang mereka sukai.
"Aku ingin shotgun ini, ini adalah keluaran terbaru yang sangat canggih! Wow kau keren Sean!" Ujar Jiro seraya mengambil senjata itu.
"Ambilah," Sean nyengir, ia menatap wajah Evelyn yang akan memerah jika ia terus menatap gadis itu.
"Kenapa sejak tadi wajahmu memerah, Kei?!" Daisuke mendekat pada gadis itu, ia memeriksa dahi sang gadis membuat Sean maju lalu dengan kasar melepaskan tangan Daisuke dari dahi Evelyn.
"Mulai sekarang jangan sembarangan menyentuh tubuhnya!" geram Sean.
Daisuke menatap Sean dengan emosi, ia adalah orang yang selalu dekat dengan Kei. Beraninya lelaki ini melarangnya!
"Apa hak mu melarangku?!" Daisuke menarik baju Sean.
"Dai! Sudahlah! Kalian ingin bertarung disini atau menyelamatkan Ayahku dan Ayahmu, Sean! Jangan seperti anak kecil kalian berdua!" Bentak Kei.
Daisuke segera melepaskan tarikannya ia mendorong kasar tubuh Sean.
Sean menatap lelaki itu tidak suka, sepertinya lelaki itu juga memendam perasaan pada Evelyn.
__ADS_1
Semua orang bersiap pergi, Ryo terus memandangi Sean. Ia berjanji akan melindungi Kakak dan Ayah dari wanita yang dicintainya, setidaknya ia bisa mengurangi dosanya pada Samantha.
***
Vincent sedang memeriksa obat - obat yang akan dia suntikan pada David dan Lazarus, itu akan melumpuhkan mereka meskipun obat itu tidak membunuh.
Sudah beberapa hari ini ia mendapatkan info dari informannya jika Lucas dan Irene bekerja dengan baik, bahkan Angela sudah tertipu.
"Sepertinya mereka berdua berguna juga, jika aku tau sedikit saja rencana ini terbongkar maka mereka berdua akan mati lebih dulu!" gumamnya bicara sendiri.
Tiba - tiba seseorang di sampingnya menekan pistol pada pelipisnya, ia seketika mematung, "Siapa kau?!"
"Woahh... sabar Kei! Ada apa ini? Aku adalah Pamanmu! Lazarus adalah musuhmu!" Vincent mengelak.
"Hahaha... kau pikir aku belum tau semua kebusukanmu! Aku sudah mengetahui semuanya! Kau dengan otak busukmu itu! Aku memang tidak tau kenapa ingatanku hllang, tapi itu pasti adalah perbuatanmu! Hari ini aku akan membunuhmu!" teriak Kei.
"Kei! Biar aku yang membunuhnya, jangan kotori tanganmu!" Sean dengan senjata mengacung mendekat ke arah Kei.
"Ini adalah dendamku, Sean! Jangan ikut campur! Aku akan membunuh bajing4an ini yang membunuh Ibuku!" tolak Kei menggeleng.
__ADS_1
"Kei! Kini aku ada bersamamu? Kami semua ada untukmu, kau tidak sendirian. Pikirkan itu!" bujuk Sean lagi.
Vincent mendengar perdebatan mereka berdua ia tersenyum jahat, sepertinya Sean sudah menyukai gadis ini. " Tembaklah Sean! Jika aku mati, Kei tidak akan pernah mendapatkan obatnya! Karena aku sudah lama memberikan obat lain dan mencampurnya ke dalam obat penawar yang harus diminumnya 3 bulan sekali."
"Apa maksudmu obat penawar?" Kei terkejut mendengarnya.
"Penawar?" Sean juga sama terkejutnya.
"Ya, Kei. Obat yang sering aku berikan padamu selain obat untuk menahan hormon wanitamu, obat itu juga adalah penawar yang harus kau minum setiap 3 bulan sekali karena saat aku membawamu ketika kecil, aku menyuntikan cairan penghilang ingatan dan jika kau tidak meminum obat penawarnya atau telat meminumnya kau akan mati! Bahkan jika kau bisa sembuh, tetap ada efek samping dari suntikan itu dan kau tau efek apa itu? Kau selamanya tidak akan bisa mengandung seorang anak! Kau akan mandul! Kau tidak akan pernah sempurna menjadi seorang wanita! Dan Kau tau Kei, hanya aku yang tau obat penawarnya! Haha..."
Pistol Kei yang berada di kepala Vincent seketika bergoyang, tubuhnya terhuyung mundur ke belakang. Vincent mengambil kesempatan saat Kei lengah, ia dengan perlahan berjalan ke arah pintu berniat kabur dari sana.
Sean melihat pergerakan bajing4an itu tapi ia tak bisa menembaknya karena ucapan Vincent tentang keadaan Evelyn dan obat penawarnya. Ia lalu mengarahkan moncong pistolnya ke kaki Vincent karena tak bisa membunuh bajing4n itu.
Dorrrrr!
"Arhgthh!" teriakan Vincent terdengar tapi lelaki itu tetap berusaha kabur dengan kaki terlukanya dan akhirnya tak terlihat lagi.
Sean segera mendekati Kei, " Tidak apa - apa Evelyn, ada aku. Aku akan mengobatimu, aku akan selalu menjagamu." ia memeluk tubuh gadis itu.
__ADS_1