Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.25


__ADS_3

Kei menutup panggilan teleponnya, mendekati Daisuke yang sedang mengobati Ryo.


"Dai, masuk ke dalam dan obati luka gadis kecil itu. Aku tadi hanya memukulnya pelan, tapi dia langsung terjatuh karena kecapean. Periksa dengan teliti, aku takut lukanya bernanah," ucap Kei.


Daisuke mengangguk mulai membereskan satu -persatu lalu memasukan ke dalam kotak obat. "Jiro, temani aku."


"Oke."


Daisuke menenteng segerentel kunci, lalu memasukan salah satu kunci ke dalam lubang pintu.


Ceklek...


Pintu yang terbuat dari kayu jati itu terbuka, saat pintu terbuka memperlihatkan kedua gadis yang masih terbaring di atas ranjang dengan tangan dan kaki terikat tali simpul.


"Jiro, ambil air untuk membangunkan mereka. Aku harus membangunkan mereka untuk memeriksa luka."


Jiro pergi mengambil air dan memberikan nya pada Daisuke.


Daisuke mulai mencipratkan air ke wajah Hazel lebih dulu, karena ia tau Samantha tidak terluka. "Bangun!" bentaknya.


"Uhh... Uhhh..." Hazel bergumam, wajah dia terasa basah. Dengan perlahan mata terpejamnya terbuka.

__ADS_1


"Bagus, aku akan mulai memeriksa luka - lukamu. Kau harus bekerja sama jika tak ingin lukamu infeksi!" Ucap Daisuke kasar.


Hazel menatap wajah Daisuke yang tanpa topeng dengan tatapan benci, " Saat aku terlepas, berdoa lah agar aku tak membunuhmu!" ujar Hazel berapi - api.


Tangan Daisuke sempat berhenti saat mendegar ketegasan kata - kata yang keluar dari mulut gadis kecil yang sedang diobatinya, lalu melanjutkan pengobatannya tanpa berbicara lagi.


Setelah selesai membersihkan dan mengobati beberapa luka robek di lengan wajah serta kaki Hazel, Daisuke mulai membalut betis Hazel yang sobek agak dalam.


"Apa bagian tubuhmu yang lain terluka? Seperti perut atau punggung?" tanya Daisuke masih sambil membalut luka Hazel.


Gadis berusia 13 tahun itu mengunci bibirnya tak ingin menjawab, sebenarnya punggungnya terasa sakit sepertinya saat ia melawan dan ketika tubuhnya terhempas ke tanah punggungnya itu terluka.


Daisuke menatap wajah marah sang gadis kecil, ia berdecak, " Well, aku akui kamu adalah gadis kecil pemberani. Tapi, nak. Aku ingatkan jika lain kali sebaiknya kau cepat mengalah, dengan melawan situasimu mungkin lebih terluka daripada sekarang."


Sedangkan Samantha baru saja membuka matanya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu matanya terbuka lebar. Dengan linglung ia menatap lelaki yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kak Samantha, kau tidak apa - apa?" suara Hazel membuatnya berbalik ke arah samping.


"Hazel! Kamu gapapa kan?" Samantha balik bertanya.


Hazel yang berwajah memar hanya menggeleng, ia lalu berpaling lagi ke arah pria yang mengobatinya. "Aku tanya dimana teman kami?"

__ADS_1


"Ryo! Dimana dia?!" teriak Samantha panik saat mengerti siapa teman yang dimaksud Hazel.


"Pemuda itu ada di dalam kamar lainnya, kami akan menyiksanya kalau kalian tidak menurut! Dan juga akan membunuh supirmu, gadis!" jawab Daisuke.


"Jangan! Jangan lukai mereka, kami akan menurut," Samantha dengan cepat menjawab.


"Apa motifmu menculik kami?" tanpa takut Hazel terus bertanya.


"Belum saatnya kalian tau, tapi yang pasti orang tua kalian berdua terlalu mempunyai banyak musuh," jawab Daisuke kembali.


"Apa kalian menginginkan uang?"


"Tidak juga! Asalkan kalian menurut, maka semakin cepat kalian akan kami kembalikan pada keluarga kalian," tegas Daisuke.


"Aku lihat sepertinya kau orang Jepang seperti Ryo, apa Ryo adalah rekan jahat kalian?" Tanya Hazel kembali blak - blakan.


Samantha dan Daisuke yang mendengar pertanyaan dari Hazel terkejut. Tapi dengan cepat Daisuke menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Bukan, jika kau tak percaya padanya. Apa aku harus membunuh pria yang bernama Ryo ini di hadapan kalian?" tantang Daisuke.


"Tidak! Hazel! Apa yang kau lakukan? Ryo tidak mungkin rekan mereka, aku menjamin dengan nyawaku sendiri jika Ryo bukan orang jahat, Zel." Samantha bersungguh - sungguh, ia menatap mata Hazel dengan penuh kepercayaan pada Ryo.

__ADS_1


Hazel menghebuskan nafas beratnya, itu memang hanya firasatnya tapi ia juga tidak terlalu yakin.


Daisuke menatap bergantian kedua gadis yang terikat di atas ranjang, ia benar - benar tak habis pikir bahkan Samantha sangat percaya pada Ryo yang hanya baru beberapa kali bertemu. Sungguh gadis - gadis naif dan polos.


__ADS_2