Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.44


__ADS_3

Kei tersadar saat mendengar tembakan - tembakan diluar, ia segera berlari keluar bersama Sean. Mereka melihat Daisuke dan Jiro serta Ryo berhasil menyelamatkan David dan Lazarus.


"Cepat, bangunan ini sepertinya akan runtuh." Daisuke melihat bangunan itu perlahan - lahan retak.


Sean dan Kei berlari bergabung dengan mereka, saat keduanya sudah berhasil bergabung, tiba - tiba tembakan - tembakan terdengar dari arah belakang.


"Lindungi Ayah kalian Kei, Sean! Dai, Jiro! Kalain bantu mereka, tubuh Paman Lazarus dan Paman David sangat lemah! Aku akan menahan anak buah Vincent, cepat!" Teriak Ryo seraya berbalik membalas rentetan tembakan dari arah belakang mereka.


"Tidak! Kau ikut kami Ryo! Bangunan akan hancur!" teriak Kei.


"Masih ada anak buah kita, mereka membantuku! Pergilah!"


Dorrr!


Dorrr!


Peluru - peluru sempat ingin mengenai mereka tapi mereka semua berhasil menghindar.


"Ayo Kei! Kita harus segera pergi!" Sean akhirnya mulai berjalan dengan memapah tubuh Ayahnya dibantu Jiro.


Tubuh David yang lemah dipapah Kei dan Daisuke, akhirnya mereka semua pergi keluar meninggalkan Ryo dan anak buah mereka bertarung di dalam.


Saat diluar Kei dengan cepat membaringkan tubuh Ayahnya jauh dari bangunan, ia bersiap akan kembali ke dalam ingin membantu Ryo tapi tiba - tiba sebuah ledakan besar membuat bangunan itu hancur.


"Tidak! Ryo!!!" teriaknya.


"Ryo!!!" Daisuke menatap tak percaya pada bangunan yang telah hancur di hadapannya itu.


Sean dan Jiro terperangah menatap bangunan hancur itu. Tubuh Kei seketika jatuh terkulai, sahabatnya terkubur disana.

__ADS_1


"Kei..." Sean mendekatinya.


Kei hanya menatap kosong ke arah bangunan itu, air matanya akhirnya jatuh, "Ryo..." lirihnya seraya terisak.


***


Lazarus dan David segera dibawa ke Rumah sakit, Kei segera mengabarkannya pada Albert dan Angela. Albert segera meringkus Lucas dan Irene di kediaman Lazarus.


"Apa yang kalian lakukan! Beraninya menodongkan pistol pada Tuan kalian!" teriak Lucas.


"Tuan? Kau, Lucas?! Hahaha..." Albert tertawa geli.


"Kau pikir kami bodoh bisa terjebak! Lagipula Kei sudah membongkar semua sandiwara kalian! Bahkan sekarang kami sudah berhasil menyelamatkan Tuan Lazarus dan Tuan David!" lanjut Albert.


Lucas seketika mundur dari kepungan anak buah Lazarus, tapi akhirnya ia menyerah saat diikat dan dibawa ke tempat para musuh Lazarus sering dikurung. Irene bergabung dengannya, mereka hanya saling berpandangan pasrah.


"Rantai mereka dan siksa sampai mereka meraung kesakitan! Tapi jangan biarkan mereka mati, biarkan nanti Tuan Lazarus yang menghukum berat mereka!" perintah Albert.


Semua orang masih berada di Rumah sakit termasuk Angela, ia menciumi wajah lemah suaminya. "Sayang, hiks..."


Lazarus tersenyum lemah, tubuhnya bahkan tak bertenanga. "Maafkan aku membuatmu cemas, sayang."


"Aku senang kau kembali, Lazarus. Jangan membuatku mencemaskanmu lagi, atau aku tidak akan pernah memaafkanmu, hikss.." ucap Angela disela isak tangisnya.


Angela naik ke atas ranjang pasien, mereka lalu saling berpelukan dan tersenyum bahagia.


Sedangkan lain lagi di kamar Samantha, saat Kei menceritakan pada Samantha semua kejadian sebenarnya tentang penculikan, tentang dendamnya pada keluarganya dan juga tentang Ryo yang berhasil menemukan keberadaan Lazarus. Sampai akhirnya ia menatap Samantha dengan raut wajah sedih.


"Ryo mengorbankan dirinya untuk menolong kami semua, ia terjebak di dalam. Saat kami ingin kembali masuk membantunya, bangunan itu ambruk runtuh. Kini anak buah kami masih menyusuri setiap robohan bangunan, kami masih optimis Ryo berhasil selamat. Kami juga belum menemukan Timothy yang bersamanya, aku sekarang harus kembali kesana untuk mencari mereka kembali." Ujar Kei menjelaskan.

__ADS_1


"Tentu saja Ryo masih hidup! Aku yakin! Aku ingin mengatakan padanya jika aku memaafkannya, aku tak membencinya. Kei! Bawa aku kesana! Aku ingin ikut mencarinya!" Samantha berteriak frustasi.


Sean menggeleng, " Tidak, kau masih belum sembuh. Aku akan mencarinya bersama yang lain, kau tenanglah disini."


Akhirnya Samantha hanya bisa pasrah tidak bisa ikut mencari keberadaan Ryo, ia hanya terus menangis menyesal telah bersikap kejam pada lelaki itu.


Seharian mereka mencari, akhirnya mereka menemukan jasad Timothy dan jasad beberapa anak buah mereka. Bahkan mereka tidak menemukan jasad Vincent dan hanya menemukan puluhan jasad anak buah Vincent.


Setiap hari mereka semua tidak pernah menyerah mencari Ryo, tapi meskipun memakai alat berat untuk mengangkat reruntuhan bangunan, Ryo menghilang bagai ditelan bumi.


Kei mendekati Samantha dengan wajah tertunduk lesu, " Kau tau? Ryo sangat menyukaimu. Maafkan kami, tapi kami tidak bisa menemukannya, Samantha."


"Tidakkk!!!! Aku belum meminta maaf padanya karena sudah bersikap kejam! Bawa dia padaku! Kak, aku mohon temukan dia! Aku mohon..." Samantha histeris memohon pada Sean saudaranya.


Sean memeluk tubuh saudari kembarnya, ia ikut menangis melihat adiknya itu histeris.


Aku juga yakin Ryo masih hidup! Aku tidak akan menyerah untuk mencari keberadaannya! Sumpah Kei.


.


.


.


TAMAT.


Hai Semuanya... Akhirnya ceritanya selesai tapi di Novel selanjutnya akan ada cerita lanjutan tentang kisah asmara antara Evelyn dan Sean. Juga pencarian mereka menemukan Ryo, juga nantinya kisah asmara antara Samantha dan Ryo.


---Tunggu Novel Harem Season - 3 ya guys... See u All.

__ADS_1


♡ Teruntuk para pembaca setia, aku ucapkan terimakasih, love u ♡


__ADS_2