Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.38


__ADS_3

Angela tak percaya akan pendengarannya, seorang wanita seperti Irene menolong suami dan putrinya?


"Aku juga sempat tak percaya saat Lazarus menceritakannya padaku, tapi semua perkataan Lazarus sedikit masuk akal. Tapi jika kau meragukan Irene, sebaiknya kau minta Albert memeriksa kevalid - an tentang kebenarannya." Ucap Theo.


Angela mengangguk, tentu saja ia akan mencari tau kebenarannya. Orang jahat susah sekali berubah menjadi orang baik tapi jika Irene memang benar - benar sudah berubah maka penyelidikannya hanya untuk berjaga - jaga, apa salahnya berjaga - jaga sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bukan?


Sore itu Angela meminta Sean tetap di Rumah sakit, ia akan menemui Lazarus dan menanyakan tentang Irene. Saat sampai di Kediamannya, Angela masuk ke kamarnya di lantai 2 tapi saat ia berjalan melewati kamar di sebelahnya ia mendengar suara er4ngan dan l3nguhan nikmat seseorang dari dalam kamar.


Degh!


Angela membuka sedikit pintu kamar, ia masuk dengan berjalan mengendap ke arah ranjang seketika kedua matanya membelalak. Lazarus sedang berada diatas seorang wanita dengan tubuh telanjangnya, begitu pula dengan si wanita yang tak memakai apapun di tubuhnya.

__ADS_1


"LAZARUS!" Seketika dia berteriak.


Lucas dan Irene yang sedang beraksi diawal hanya untuk bersandiwara tapi akhirnya mereka mulai menikmati permainan. Mereka sampai tak sadar keberadaan Angela di kamar itu, saat Angela berteriak mereka seketika terkejut.


"Angela!" ucap Lucas dan Irene berbarengan, mereka dengan cepat menutupi tubuh telanjang mereka.


Angela menghampiri Irena seketika langsung menjambak rambut wanita itu, Ia menampar Irene.


"Wanita sundal! Beraninya kau datang kesini dan merayu suamiku! Kau wanita tidak tau malu!" Angela mengamuk.


"Kau sudah melakukan hal yang akan kau sesali Lazarus!" Angela lalu pergi keluar dengan air mata di wajahnya.

__ADS_1


"Sialan! Wanita itu masih kuat dan kasar seperti dulu." Gerutu Irene seraya berdiri.


"Tapi, setidaknya kita berhasil. Wanita itu berhasil kita jebak, sepertinya tidak lama lagi Angela akan meminta berpisah." Bisik Lucas.


"Jangan senang dulu, perdalam sandiwaramu. Cepat ikuti dia dan berpura - pura lah meminta maaf padanya. Sana, cepat pergi." Irene balas berbisik.


"Bagaimana setelah kita melanjutkan yang tadi aku baru pergi, kau sangat membuatku bergairah Irene." Lucas mendekati Irene menarik tubuh wanita sexy itu lalu mulai mencium bibirnya lagi.


"Cukup, kita harus lebih mementingkan misi kita. Aku tidak keberatan harus berhubungan badan denganmu, tapi sekarang bukan waktu yang tepat. Pergi, cepat!" Irene menolak keinginan Lucas.


Lucas akhirnya mencari pakaian dan memakainya seraya mendinginkan hasratnya, ia menatap tubuh telanjang Irene dibalik selimut yang menutupi wanita itu sebentar, lalu ia segera keluar untuk mengejar Angela.

__ADS_1


Angela sedang berpura - pura menangis di dalam kamarnya, ia ingin membuat aktingnya sesempurna mungkin agar si sundal Irene dan penjahat Lucas itu termakan jebakan mereka sendiri nantinya.


"Untung saja tadi sebelum pulang, Albert dan Evelyn menemuiku dan menceritakan tentang semua sandiwara mereka! Aku harus terus berpura - pura sakit hati saat melihat mereka berdua sambil menunggu Evelyn menemukan Lazarus dan David. Lazarus... sayang. Aku mohom dimanapun kamu berada, bertahanlah. Doaku akan selalu bersamamu, Evelyn putri Michelle itu berjanji padaku akan segera menemukanmu." Gumam Angela di sela isak tangisnya. Dia tadinya hanya berpura - pura menangis tapi saat mengingat keberadaan suaminya yang belum ditemukan dia seketika menangis pilu.


__ADS_2