Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2

Pembalasan Gadis Mafia, Harem Sang Penguasa 2
BAB.23


__ADS_3

Lazarus beserta Samuel sedang meneliti peta yang dilalui putri - putri mereka 3 hari lalu sebelum mereka menghilang, kemarin siang seseorang menelepon kediaman Lazarus memberitahukan jika melihat Samantha dan Hazel melewati hutan terlarang di pinggir kota.


"Lihat titik ini Sam! Setelah mereka melewati jalur ini, mereka tidak bisa kemana - mana, terlihat disini itu adalah jurang. Jadi, menurutmu mereka akan mengambil jalur sungai ini?" Lazarus melingkari peta yang ia tunjuk.


"Kita akan berpencar mencari putri kita, kau sebaiknya mencari di sekitar yang kau lingkari. Aku akan mencari di sepanjang jurang ini dan sekelilingnya." Timpal Samuel.


"Oke! Timothy segera persiapkan 3 regu pencari. Kau memimpin tim ke- 3. Aku dan Samuel akan memimpin tim yang lainnya!" titah Lazarus.


"Baik, Tuan besar."


Sebelum berangkat Lazarus menemui Angela di kamarnya, sejak kemarin istrinya tidak mau makan.


"Sayang, aku akan menemukan putri kita. Apapun yang terjadi, aku takkan kembali sebelum menemukan Samantha. Aku mohon, jangan seperti ini. Kamu harus kuat, makan lah ya."


Angela memeluk Lazarus, menangis tersedu - sedu, " Putri kita, Lazarus... hiks..."


"Hush! Kuatlah dan terus berdoa." Lazarus mengelus sayang punggung lemah istrinya.


"Aku harus berangkat, Samuel akan pergi bersamaku."


"Ya, cepat lah temukan putriku."


Lazarus mengecup dahi Angela, ia lalu berpamitan kepada ketiga anaknya.

__ADS_1


"Sean, jaga Mommy dan adik - adikmu. Saat Daddy pergi, Harem adalah tanggung jawabmu!"


"Tidak, Dad! Aku akan ikut, Samantha adalah adikku dan aku sangat mengkhawatirkan nya sama seperti Daddy! Aku tak bisa hanya duduk diam dirumah, aku akan ikut mencarinya!" kukuh Sean.


Lazarus kehabisan tenaga untuk berdebat dengan putranya, sejak kemarin memikirkan keadaan putrinya saja sudah membuatnya lelah.


"Baiklah, persiapkan dirimu!" Akhirnya Lazarus mengiyakan.


"Albert!" panggilnya.


"Ya, Tuan."


"Selama kami pergi, jaga keselamatan keluargaku. Perketat keamanan Harem sampai Level-1, jangan memasukkan orang asing siapapun itu. Aku percaya padamu!" menepuk pundak Albert, Lazarus memberikan keyakinannya.


"Semoga."


...***...


FLASHBACK 3 HARI LALU ON.


"Dad, Mom... aku berangkat." Pamit Samantha setelah semalam ia di ijinkan pergi ke Vila keluarga Hazel.


"Hati - hati disana, jaga adikmu Hazel. Kalian janji hanya pergi refreshing dan mencari ide untuk lukisan-mu. Jangan macam - macam disana, Daddy percaya padamu," Ujar Lazarus seraya menatap putrinya tajam.

__ADS_1


Samantha menelan ludah, ia tak percaya untuk kesekian kalinya ia harus berbohong ke orang tuanya.


"Ok, Dad."


"Sini Mommy peluk, sayang. Adikmu, Callista pasti akan merindukanmu selama beberapa hari ini." Angela menarik tubuh putrinya lalu memeluknya.


Callista ikut memeluk kakak perempuannya, belum juga pergi benar saja dia sudah menangis. "Hiks..."


"Kakak hanya sebentar kok, kan lukisan kakak kali ini akan dijadikan nilai tambahan di kampus. Jadi, kakak harus mencari ide di beberapa bukit karena bertema pemandangan." Ucap Samantha menenangkan adiknya.


Akhirnya Callista menghentikan tangisannya, Samantha menunduk dan mengecup pipi sang adik, " Anak pintar."


"Bye, jaga Mommy dan Daddy dirumah."


"Iya, Kak. Percaya pada Callista!" ujar anak bungsu dari Angela itu menggemaskan dengan menepuk - nepuk dadanya yang mungil.


"Anak cengeng sok jaga Mom dan Dad!" ledek Louis pada sang adik perempuannya.


"Weeee..." Callista menjulurkan lidahnya ke arah Louis, membuat semua orang melihat kelakar kedua saudara itu tertawa.


"Kalau gitu, aku pergi," sekali lagi Samantha berpamitan.


"Bye... Bye..." ucap semua orang.

__ADS_1


Samantha masuk ke dalam mobil yang sudah berisi Hazel di dalam nya. Putri Samuel itu hanya melambaikan tangan ke arah Lazarus dan Angela. Mobil yang membawa kedua gadis itu pun melaju pergi meninggalkan pekarangan kediaman Lazarus.


__ADS_2