
Setelah pulang Kei langsung menceritakan tentang kisah hidup ia sebenarnya pada ketiga temannya, ia lalu meminta maaf karena selama ini telah membohongi mereka dengan menjadi seorang lelaki.
"Aku sudah lama tau," Ucap Daisuke cuek saat mendengar penuturan Kei.
"Aku juga," timpal Jiro.
Kei tertegun ia menatap kedua temannya yang menyengir padanya, ia lalu menatap Ryo yang masih terlihat muram. " Kamu, Ryo?"
"Aku juga tau, saat itu kamu berteriak karena ada seekor kecoa lalu memelukku erat. Aku merasakan suatu benjolan agak besar dan lembut di dadamu tidak seperti dadaku yang kecil atau dada Daisuke yang besar keras karena menjadi otot. Jadi, aku sejak itu sedikit menebak kau adalah seorang gadis," jawab Ryo jujur.
"Haha, ya benar. Meksipun kau sudah menutupi dadamu tapi saat kita tak sengaja berpelukan aku bisa merasakan dada milik seorang gadis. Aku adalah ahli wanita, masa tidak tau itu dada lelaki atau dada perempuan... Haha." Jiro menimpali.
"Kalau kau, Dai! Sejak kapan kau tau?" tanya Kei.
__ADS_1
"Sejak kau selalu ingin mandi terpisah setelah latihan, aku selalu curiga lalu suatu hari aku mengikuti dan mengintipmu. Aku melihat da-"
Ucapan Daisuke tertahan tangan Kei, Kei menutup mulut temannya ssbelum lebih mempermalukan dirinya lagi. "Cukup! Aku mengerti." ia lalu melepaskan tangannya dari mulut Daisuke.
Setelah saling berpandangan keempatnya tertawa terbahak - bahak termasuk Ryo yang sejak kemarin muram.
"Jadi teman - teman, semua adalah salah paham. Aku harap mulai sekarang jika kalian adalah temanku jangan melihatku sebagai Evelyn, aku akan tetap menjadi Kei untuk kalian. Satu lagi, percepat pencarian Ayahku dan Paman Lazarus. Kita tidak tau apa yang direncanakan Lucas di kediaman Sean, takutnya lelaki itu membuat rencana baru."
"Jangan khawatir, aku akan terus membobol sistem keamanan Cctv seluruh area kota ini sampai kota - kota lain untuk mencari keberadaan Vincent, kecuali Vincent tinggal di pegunungan yang minim alat komunikasi dan alat - alat canggih lainnya maka aku akan sulit mencarinya." Ujar Ryo.
"Apa kau mulai menyukai perempuan? Apa Samantha?" celetuk Jiro si ahli wanita.
Ryo tercengang ia tak menyangka Jiro bisa mengetahui perasaannya, "T-tidak!" elaknya.
__ADS_1
Tapi ketiga pasang mata temannya menatapnya tak percaya, Daisuke maju lalu mulai menggelitik kakinya, " Katakan, kau menyukai Samantha kan?"
Ryo berusaha kabur tapi Jiro dan Kei ikut menahan tubuhnya, " Lepaskan aku, aku geli... Haha... haha... baiklah aku mengaku! Aku menyukai gadis itu!"
Ketiga temannya pun melepaskan Ryo, mereka saling menatap seperti sedang membuat rencana. Ryo curiga melihat mereka bertiga karena ia sangat mengenal sifat ketiga temannya itu, " Apa yang karena rencanakan lagi? Awas saja rencana kalian membuat Samantha dalam bahaya lagi!"
"Wah wah! Lihatlah kelakuan teman kita yang sedang jatuh cinta! Terus mencemaskan wanitanya, haha..." ledek Jiro.
"Tenang saja, kami akan membantumu mendapatkan hati gadis itu! Percayakan padaku, " ucap Kei.
"T-tapi dia pasti membenciku," geleng Ryo.
"Aku akan menjelaskan padanya semuanya, Samantha adalah gadis berpikiran matang. Menurutku saat dia diculik gadis itu sudah tau kamu ikut andil dalam penculikannya, tapi dia masih berusaha melindungimu. Jadi, jika sekarang aku menjelaskan semuanya dan kita meminta maaf padanya semuanya akan baik - baik saja."
__ADS_1
Ryo menatap satu - persatu wajah ketiga temannya, ia tersenyum lalu mengangguk, " Mari kita coba, aku ingin bersama gadis itu."