
Keadaan di Kampus hari ini sangat heboh, bagaimana tidak 2 cowok yang sedang populer seantero Kampus terlihat berjalan bersama bahkan Kei dan Sean terkesan sangat dekat. Padahal terkadang yang mereka semua lihat, belum tentu adalah kebenarannya.
"Menjauhlah! Kenapa kau terus menempel padaku!" ketus Kei.
"Hei! Harusnya aku yang marah, kenapa saat kau pergi dari rumahku waktu itu kau tak pamit padaku!" jawab Sean sama sewotnya.
"Haruskah? Begini caramu dekat dengan teman - temanmu? Kau selalu mencoba mengatur mereka! Dengar Sean, aku tidak seperti teman - temanmu! Jadi jangan sok mengaturku. Aku mau datang atau pergi itu sesukaku, Paham!" Kei mempercepat langkahnya, tak ingin terus didesak Sean.
Langkah Sean terhenti, ia memandang punggung Kei yang sudah berjalan jauh di depan nya.
Salah satu teman Sean mendekati nya, "Sean, kau tak apa? Maaf, saat itu aku ada kepentingan mendadak dan tidak bisa membantumu menjelaskan pada polisi." ujar temannya seraya merangkul pundak Sean seperti biasa.
Sean menepis rangkulannya, "Jangan mendekatiku lagi! Dasar tak tau diri! Kalian semua benar - benar membuatku muak!" bentak Sean sambil menunjuk satu - persatu pada semua teman yang biasa bergaul bersamanya.
"Tunggu saja! Kalian semua akan kulempar keluar dari Kampus ini!" Lanjut Sean, terpancar amarah yang begitu besar dari kedua matanya saat melototi mereka, terutama ia teramat sangat kecewa pada semua orang yang mengaku teman nya itu.
Sean lalu berjalan pergi, meninggalkan teman - temannya yang menatap ngeri padanya karena mereka takut kata - kata yang terlontar dari mulut Sean barusan benar - benar akan terjadi. Mereka tak menyangka Sean akan marah besar seperti sekarang.
Kei membasuh wajahnya di toilet, menatap pantulan dirinya di cermin. Pikirannya tertuju pada kebenaran yang tentang identitasnya, ia mencari informasi tentang pria yang bernama David tapi hanya mendapatkan sedikit info yaitu David adalah seorang aktor film yang kurang terkenal.
Kabar menyebutkan setelah kehilangan putri rahasia-nya beberapa tahun silam, David mengundurkan diri menjadi aktor dan salah satu nya karena cedera kakinya dan alasan utamanya ialah David ingin fokus mencari putrinya yang hilang.
__ADS_1
Sudah seminggu ini ia mencari kebenaran tentang berita itu, bahkan baru hari ini Kei menginjakkan kakinya lagi di Kampus.
Ponsel Kei berdering, ia mengangkatnya. "Ya, paman. Bagaimana kabarmu di Jepang?" tanya Kei.
Vincent mendengar nada bicara Kei seperti biasanya, ia tak berpikir macam - macam.
" Kei, Paman belum bisa pergi menemuimu. Oh ya anak buah Paman mendapatkan info jika kau sudah berhasil masuk ke dalam keluarga Lazarus, kenapa kau belum bilang pada paman?" Tanya Vincent terdengar ada sedikit keraguan dalam suaranya.
Merasakan keraguan dari Pamannya, Kei ingin mengatakan apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan saat ini tapi menimbang pamannya juga tidak sepenuhnya berkata jujur padanya akhirnya ia mengurungkan niatnya memberitahu pamannya.
" Aku belum sempat paman, pikiranku terlalu tertuju ingin secepatnya balas dendam pada mereka yang menyakiti Ibuku. Lain kali jika ada sesuatu, aku akan segera bilang padamu." elak Kei.
"Tenang saja Paman, aku masih ingat dengan rencana kita."
"Bagus, obat hormon yang paman berikan jangan lupa minum atau hormon wanitamu akan cepat tumbuh."
"Ya, Paman."
"Baiklah, Paman menunggu hasil darimu "
"Oke."
__ADS_1
Percakapan terhenti, Kei memasukan kembali ponsel ke dalam saku celananya. Ia merapihkan rambutnya, menilik sekali lagi wajahnya dan mulai tersenyum lalu berjalan keluar toilet.
Sean mencari tau jam pelajaran yang diambil Kei, ia sengaja menunggu Kei menyelesaikan mata pelajaran kuliah dan ia sedang menunggu di parkiran mobil.
Kei terkejut melihat keberadaan Sean disana, pasalnya ia tak menyangka putra sulung musuhnya itu akan benar - benar terperangkap jeratnya dengan terus - menerus mencari dirinya.
"Ada apa lagi?" tanya Kei pura - pura tak sabar padahal senang karena berhasil menarik perhatian Sean.
"Hanya ingin ajak kau makan, aku belum sempat berterima kasih padamu dengan benar." jawab Sean.
"Tidak usah! Keluargamu sudah menyambutku dan berterima kasih, itu sudah cukup." Tolak Kei.
Sean memikirkan cara lain agar bisa dekat dengan Kei, ia tak menyangka pendekatannya tak digubris sedikit pun.
"Apa kau tidak menyukaiku? Kau sepertinya tak ingin berteman denganku?" tanya Sean blak - blakan.
"Ya, jujur aku tidak menyukai anak manja sepertimu!" Jawab Kei sama blak - blakannya.
"Kalau begitu ajari aku! Bagaimana caranya agar aku tidak manja lagi!" Ujar Sean mantap.
Ternyata rencana Kei berjalan mulus, ia benar - benar tak menduga jika perangkapnya dengan sangat mudah cepat berhasil.
__ADS_1