Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Tanda Tangan Kontak #2#


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanda Tangan Kontak #2#


______


Ketika asisten Rio, Hana dan Cia memasuki ruangan Xavior. Hana dapat menyimpulkan, bahwa pria bernama Xavior ini mungkin tidak terlalu menyukai warna- warna terang.


Karena ruangan yang dimasukinya saat ini semuanya didominasi dengan warna warna gelap, seperti abu abu gelap, merah yang hampir berwarna hitam dan tentu saja warna hitam.


Meskipun ruangannya didominasi warna gelap, Sama sekali tidak menunjukkan nuansa seram ataupun mencekam. Ruangan ini malah lebih ke elegan dan mewah, serta aroma maskulin yang menguar di udara yang berasal dari pria berkacamata bening. Menyambut mereka dengan tatapan mata tajamnya, dibalik kursi kebesarannya itu.


" Tuan, Nona Wijaya serta asistennya telah tiba " asisten Rio melapor


" Selamat datang di perusahaan ALEXZI COMPANY, Nona Hana " sabut Xavior kemudian berdiri dari kursinya.


Belum sempat Hana membalas ucapannya, Xavior kembali mempersilakan keduanya untuk duduk di sofa yang tersedia diruang yang sangat luas itu.


Dan yang duduk hanyalah Hana dan Xavior. Sedangkan asisten Rio dan asisten Cia, memilih untuk berdiri disamping sofa yang diduduki masing-masing atasan mereka.


Tak berselang lama setelah Hana dan Xavior duduk, datang lah sekertaris Ziel membawa minuman serta cemilan. Yang menurut Hana tidak terlalu perlu, megigat ia hanya akan menandatangani kontrak kerja sama saja.


" Silahkan dinikmati Nona Wijaya, saya pamit keluar " persilahkan Ziel seperti pelayanan di restoran.


" Ya! Merepotkan Nona Ziel, terimakasih " Hana membalas degan senyum manisnya.


" Sama Sama Nona Wijaya, tidak merepotkan sama sekali " balas Ziel sopan.


Setelahnya sekertaris Ziel keluar dari ruangan itu, meninggalkan ke empatnya untuk membahas tentang kontrak yang akan ditandatangani kedua pihak.


" Rio... " Xavior memanggil


Seakan mengerti degan panggilan atasnya. Asisten Rio langsung meletakkan dua dokumen, yang berisi surat perjanjian kontrak kerja sama atasannya dengan Nona Wijaya. Di atas meja, tepatnya dihadapan keduanya.


" Apakah ada yg ingin Nona Hana rubah dari kontraknya " tanya Xavior menatap wanita dihadapannya, yang lagi-lagi membuatnya terpesona.


" Tidak ada yang perlu diubah, semuanya sudah sesuai " Hana membalas


" Kalau begitu silahkan tanda Tangan " suruh Xavior


" Baik!. Cia.. " panggil Hana


" Ini Nona.. " asisten Cia langsung menyerahkan sebuah stempel pada Nona nya.


Hana langsung menerimanya, dan tanpa menunda waktu. Hana langsung membubuhkan stempelnya keatas berkas kontrak yang tertera namanya. Sebagai pengganti tanda Tangan. Kemudian menggeser berkas tersebut kehadapan Xavior.

__ADS_1


Begitu halnya yang dilakukan oleh Xavior, ia membubuhkan stempelnya. Kemudian menggeser berkas dihadapannya ke hadapan Hana.


Yap mereka berdua bertukar berkas kontrak. Untuk saling bergantian memberikan stempelnya pada berkas perjanjian mereka.


Setelah selesai, mereka megambil masing-masing. Kemudian diserahkan kepada asisten mereka. Yaitu, asisten Rio dan asisten Cia.


" Baiklah!! Karna semuanya telah selesai. Senang bekerja sama dengan Tuan muda Xavior " Hana mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


" Ya!, Senang bertemu dengan Nona Hana " balas Xavior tidak yambung.


Hana hanya bisa mengerutkan keningnya.


" Oh iya, jika tuan Xavior tidak keberatan. Saya ingin berbicara berdua dengan anda " pinta Hana


Bukannya menjawab, Xavior malah menyuruh kedua asisten itu untuk segera keluar dari ruangannya.


Saat asisten Rio dan asisten Cia sudah menghilang dibalik pintu ruangan itu. Xavior langsung menatap Seca penuh kearah Hana.


" Ada apa Nona Hana ?? " Xavior langsung bertanya.


" Sepertinya anda mengerti akan hal yang akan saya tanyakan kepada Anda! " Ucap Hana degan anggun meminum teh hangat yang disajikan untuknya.


Hana yakin, teh ini pasti sangat berkualitas dan mahal. Dicium dari aromanya saja.


" Oh... Mungkinkah Nona Hana penasaran dengan ucapan saya, saat di restoran? " Xavior berucap sambil terus memantau pergerakan Hana.


Sungguh wanita berkelas, Xavior mengakui itu.


Sambil meletakkan cangkir teh hangatnya kembali keatas meja. Kemudian menatap kearah Xavior dengan serius, namun tetap degan senyum memukaunya.


" Hah!!... Jagan tersenyum seperti itu Hana. Kau sungguh membuatku harus menemui psikologis " lagi-lagi Xavior bicara tidak sesuai dengan keinginan Hana.


" Ada apa dengan Anda ini, bisakah langsung menjawab pertanyaan ku saja " Hana mulai berbicara tidak formal kepada pria dihadapannya.


Mendengar Hana yang mulai berbicara non formal padanya. membuat Xavior senang, inilah yang ia inginkan. berbicara biasa saja degan Hana.


" baiklah, pemuda yang kamu tolong waktu itu adalah aku. sudah lama sekali aku mencari keberadaan mu beberapa tahun lalu " aku' Xavior akhirnya


" namun keberadaan mu seakan menghilang dari Indonesi* tanpa jejak sama sekali. hal itu benar-benar membuat ku frustasi, dan menyesal tidak langsung mencari mu setelah keluar dari rumah sakit. "


" aku tidak mencari mu, sebab aku lebih memilih membalas dendam kepada mereka yang telah mencelakai ku malam itu. dan akhirnya aku kehilangan jejak mu " jelas Xavior panjang lebar kepada Hana.


Hana hanya bisa terdiam mendengar semua penuturan dari Xavior, Hana tidak menduga ternyata Xavior benar-benar pemuda yang ia tolong malam itu.


Dan Hana lebih tak menyangka, ternyata Xavior mencari keberadaannya selama ini. pantas saja Hana merasa familiar dengan Xavior saat pertama kali melihatnya di restoran waktu itu.


Ternyata mereka sudah bertemu sejak lama. dan dia tidak mengenalinya, sedang Xavior langsung mengenalinya.


Dan ternyata Xavior perma kali melihatnya saat dia berada di taman bersama si kembar waktu itu. serta hal itu lah salah satu alasan mengapa dia, yang dipilih untuk mendesain hotel terbaru di perusahaannya.

__ADS_1


" ternyata itu kamu.. " Hana akhirnya berbicara setelah diam beberapa saat.


" ya! itu aku, jadi pertanyaannya. mengapa aku tidak bisa menemukan mu ? " Xavior sungguh penasaran akan hal itu.


Hana langsung tertawa saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Xavior. sungguh, ekspresi bingung ditambah degan wajahnya yang tampan. itu sagat lucu menurut Hana. receh sekali humor Hana ini.


" haruskah aku menjawabnya ?, sepertinya kamu sudah bisa menebak mengapa kamu tidak bisa menemukan ku " jawab Hana sambil tersenyum main-main kepada Xavior.


" sebenarnya aku sudah menebak beberapa hal, namun!. aku ingin mendengar langsung kejelasan dari keturunan keluarga misterius dihadapan ku ini " balas Xavior sambil tersenyum menyeringai.


" heum!. aku juga penasaran, dengan sosok pewaris keluarga ALEXZI ini. sepertinya identitas pribadinya lebih megerikan, dibanding keluarganya sendiri " balas Hana tidak mau kalah.


" oh!!... benarkah " Xavior berubah serius.


" ya!.. bukankah begitu " kini giliran Hana yang tersenyum menyeringai.


mereka berdua saling bertatapan. Xavior degan wajah datarnya, Karna merasa Hana telah menebak bahkan mungkin mengetahui rahasia nya. dan Hana yang menunjukkan ekspresi serta senyum kemenangan kepada Xavior.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menurut kalian apakah Hana mengetahui identitas Xavior yang lain ????


atau Hana hanya menebak-nebak nya saja???


dan hal apakah yang menyebabkan Xavior tidak bisa menemukan Hana ??


SIMAK SELENGKAPNYA KISAH MEREKA, DENGAN TERUS MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA AUTHOR πŸ™πŸ™πŸ™


...****************...


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™

__ADS_1


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2