Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Sikembar Zavir dan Zava, mendapat kan tawaran


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sikembar Zavir dan Zava, mendapat kan tawaran


______


Sidang ini, Hana baru saja kembali dari sekolah nya dulu untuk mengisi seminar. Sebagai alumni yang banyak menyumbangkan piala serta mendali untuk sekolah nya.


Ia mendapat panggilan dari kepala sekolah dari SMA nya untuk mengisi seminar yang mereka adakan. Ia ingin dijadikan contoh dan motivasi, bagi siswa siswi yang menjadi penghuni SMA nya itu saat ini.


Sebenarnya Hana ingin menolak, kemudian menyarankan alumni lainnya untuk mengisi seminar itu. Namun, mantan kepala sekolah nya Sagat menginginkan agar ia yang hadir. Bahan kepala sekolah nya itu memohon dengan sangat padanya.


Jadi, mana mungkin Hana bisa menolak. Jadilah ia menerima dan meyakinkan kepala sekolah nya itu, bahwa ia pasti akan hadir dalam acara seminar mereka, jika tidak ada halangan.


Setelah meyakinkan bahwa ia akan datang. Hana kemudian menghubungi asistennya, Cia. Untuk membatalkan pertemuan nya dengan pemimpin perusahaan ALEXZI COMPANY. Alias Tuan muda Xavior.


Bahkan Hana menghubungi nya Secara langsung, kepada Xavior. Ia melakukannya karena tidak merasa enak hati, telah membatalkan pertemuan mereka yang kedua kalinya.


Jadilah Hana menghubungi Xavior langsung, meskipun hal itu telah dilakukan oleh Cia, asistennya. Dan untungnya pria itu dapat mengerti dengan alasan yang ia berikan saat membatalkan pertemuan mereka.


Kembali pada Hana. Setelah meninggal kan sekolah nya, tempat ia mengisi seminar. Hana meminta pada asistennya, Cia. Untuk mencari tempat makan terlebih dahulu. Megigat ini sudah siang hari, Hana yakin asistennya merasa lapar sama seperti nya.


Sembari menunggu cia melajukan mobilnya ketempat makan yang Hana inginkan. Hana memilih beristirahat terlebih dahulu, ia menyandarkan kepalanya pada kursi mobil dengan menutup mata.


Selang beberapa menit akhirnya Hana mendengar suara asistennya itu mengatakan bahwa mereka telah sampai.


" Nona! . Kita sudah sampai " beritahu nya pada Nona bosnya.


Mendengar nya, Hana membuka matanya. Kemudian hanya bergumam singkat membalas asisten nya.


Akhirnya Hana dan asistennya Cia turun dari mobil. Setelahnya mereka langsung memasuki sebuah restoran yang menyajikan makanan khas negeri ginseng.


" Nona ingin duduk di mana?, Harus kah saya memesan ruang privat? " Cia bertanya terlebih dahulu pada Hana. Karena biasanya Nona nya itu, selalu memilih tempat duduk yang berbeda beda.


" Di sana saja " ucap Hana sambil mengarahkan tangannya kepada tempat duduk pojok dekat dengan kaca restoran yang langsung menyajikan pemandangan taman.


" Tidak apa kan, Cia " sambung Hana bertanya. Ia memastikan asistennya itu tidak keberatan.


Cia langsung mengangguk mengiyakan ucapan Nona bosnya.

__ADS_1


" Nona selalu pandai, memilih tempat " puji Cia dengan senyum lebarnya.


" Hahaha, dan kau selalu pandai dalam menyanjung ku Cia! " Balas Hana degan kekehnya.


Ada-ada saja asistennya ini.


" Aku tidak salah Nona, anda memang selalu pandai dalam memilih sesuatu "


" Ya!. Ya, baik lah!. Kau menang, sebaiknya kita duduk dan memesan makanan sekarang. Karena Nona mu ini , sudah sangat lapar " Hana membalas ucapan Cia dengan pasrah, sungguh tidak mau mengalah asistennya yang manis ini. Yang hanya cengengesan mendengar ucapan pasrah dari nya.


Setelah duduk pada tempat pilihan Hana, keduanya pun langsung memesan makanan pada menu yang diberikan oleh pelayan di sana. Setelah memesan, Hana dan Cia kembali membahas beberapa rapa hal mengenai jadwal pekerjaan Hana, serta beberapa perusahaan ataupun orang-orang yang ingin meminta Hana untuk mendesain sebuah rumah maupun gedung untuk mereka.


Cia menjelaskan pada Hana semua ajuan ataupun permintaan dari orang-orang itu. Cia juga memberitahukan kepada Hana tentang untung dan kerugian jika Nona bosnya itu menerima salah satu ataupun beberapa dari mereka. Meskipun ia tahu bahwa Nona bosnya itu sudah tau tentang semua tentang hal-hal untung dan kerugian, tetap saja cia menjelaskan nya karena itu sudah bagian dari pekerjaan nya sebagai asisten.


" Bagaimana menurut Anda, Nona ? " Ia bertanya setelah menjelaskan panjang lebar kepada Nona nya, Hana.


Hana terdiam sebentar, setelah mendengar penuturan dari asistennya itu.


" Hem!, Kau atur saja. Tapi, aku ingin kau memilih kembali diantara orang-orang yang kau ajukan tadi. Aku tidak ingin terlalu banyak menerima klien saat ini. " Balas Hana setelah terdiam beberapa saat. Kalian tau sendiri Hana sedang mengerjakan proyek kerja sama nya dengan pemimpin perusahaan ALEXZI COMPANY. Jadilah ia mengurangi klien yang ia terima.


" Baik Nona, saya megerti " balas Cia patuh atas permintaan Nona bosnya.


Tak berselang saat Cia selesai berbicara, makanan yang mereka pesan, akhirnya datang. Keduanya pun menyudahi diskusi, kemudian menyantap makanan masing-masing dengan tenang.


Cia tidak langsung menjawab nya dikarenakan si penelepon menggunakan nomor tak dikenal. Jadilah ia mendiamkan saja, dan lanjut menyantap makanan nya. Namun nomor tak dikenal itu terus saja menelpon, hingga membuat Hana menyuruhnya untuk menerima panggilan dari nomor tak dikenal itu.


Karena di suruh oleh Hana, Cia tidak berani untuk menolak. Jadilah ia mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal itu setelah panggilan ke lima.


" ........" Ia tidak langsung bicara saat menerima panggilan itu. Cia lebih memilih menunggu orang disebrang telpon berbicara terlebih dahulu.


" halo! Apa benar ini dengan Nona Cia " tanya suara wanita disebrang telpon ketika tidak mendengar suara dari lawan nya di telpon.


Mendengar suara wanita, yang ia perkirakan berumur paruh baya. Cia mengerut kan keningnya bigung, apakah wanita disebrang salah satu orang yang menginginkan desain Nona bosnya.


" Ah!. Ya, benar dengan saya. Asisten Nona Wijaya, ada yang bisa saya bantu nyonya " Cia akhirnya membalas dengan sopan, pada wanita Diseberang.


" Begini, ............. "


" Mengenai hal itu, saya harus menanyakan terlebih dahulu kepada Nona saya, nyonya. Apakah ia bersedia atau tidak dengan maksud nyonya " balas Cia setelah mendengar maksud dari lawan bicaranya diseberang.


" Baik, saya menunggu kabar baik dari Nona Cia. Saya sangat berharap kesediaan dari Nona anda, Nona Wijaya "


" Anda tenang saja nyonya, saya akan langsung mengabari anda. Jika Nona saya setuju atau tidak, saya memohon pengertian nyonya. Jika saja keputusan Nona saya, tidak sesuai dengan keinginan anda " balasnya profesional .

__ADS_1


" Baik lah, terimakasih atas kesediaan Nona Cia . Untuk meluangkan waktu, berbicara dengan saya. Kalau begitu, saya tutup panggilan nya. "


" Ya, sama-sama nyonya " tuut tuut


Setelah panggilan berakhir, Cia langsung mendapatkan tatapan bingung dari Nona bosnya, Hana. Mungkin karena ia membawa serta Nona nya itu dalam perbincangannya dengan wanita yang ia panggil nyonya disebrang telpon.


" Nona, orang yang menelpon saya. Menawarkan sesuatu kepada Anda, mengenai si kembar " Cia berucap dengan serius.


" Anak-anak ku?" Ucap Hana bertambah bigung dengan penuturan asistennya itu.


Cia mengangguk.


" Ya Nona, untuk Zavir dan Zava "


" Tawaran apa ? " Tanya Hana. Hal apa yang akan ditawarkan padanya dengan membawa-bawa kedua malaikat kecil kesayangannya.


" Begini, wanita yang menelpon saya tadi. Menawarkan, lebih tepatnya meminta izin kepada Nona. Untuk menjadikan si kembar sebagai model peluncuran baju anak-anak yang ia desain untuk tahun ini. Ia sagat berharap, anda menyetujui tawaran nya. " Jawab Cia dengan antusias.


" Siapa ? " Hana kembali bertanya singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™

__ADS_1


__ADS_2