
Happy Reading ππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
# Penyerangan Di Perjalanan #
________
Saat ini terjadi aksi kejar-kejaran antara mobil yang dikemudikan asisten Rio, dengan dua mobil yang tiba-tiba saja muncul. Setelah insiden pecahnya kaca mobil oleh peluruh yang ditembakkan, yang kemungkinan pelakunya adalah dua mobil yang sedang mengejar mereka.
" Apa kau memiliki dua pistol atau semacamnya " Hana bertanya pada Xavior.
Mendengar pertanyaan Hana, Xavior langsung mengeluarkan sebuah pistol pada saku dalam jas yang dikenakan nya saat ini.
" Kau ingin menggunakan ini, atau sesuatu yang tersembunyi dibawah kakimu " beritahu Xavior.
" senjata apa ??? " Tanya Hana sambil melihat ke arah pijakan kakinya.
Tak membalas.
Xavior malah meraih kedua kaki Hana. Kemudian diletakkan pada pangkuannya.
Hal itu mampu membuat Hana melotot kan mata nya tidak terima. Ketika ia ingin protes kepada Xavior, Kata-katanya langsung terhenti di tenggorokan nya.
Pergerakan pada pijakannya tadi mengalihkan perhatiannya. Bagian pijakannya tadi langsung mebelah menjadi dua, menampakkan benda yang tersimpan dan tersembunyi di sana.
Tanpa bertanya lagi, Hana langsung megambil senjata api Laras panjang. Yang biasa digunakan para penembak jitu pada kemiliteran atau keamanan kepolisian.
" Aku pakai ini " putus Hana.
Xavior mengangkat alisnya, heran melihat ekspresi senang pada wajah wanita itu.
" Kau yakin, senjata itu mungkin berat " Xavior memberi tahu Hana.
" Tenang saja, aku terbiasa Tuan muda Alexzi " balas Hana malas.
" Asisten Rio, buka atap mobilnya " lanjut Hana memerintah kepada asisten Rio.
" Hati-hati Tuan, Nona " patuh asisten Rio sambil membuka atap mobil.
" Hahahaha!!!. Tenang saja aku dan Tuan mu tidak mudah mati " balas Hana main-main.
Asisten Rio hanya membalasnya dengan anggukan kepala, ia berusaha fokus mengemudi.
__ADS_1
Hana langsung berdiri ketika atap mobil terbuka, kemudian mengarahkan senjatanya ke pada dua mobil yang mengejar mereka. Sambil berucap!
" Mari bersenang senang bajing*n "
Hana degan lihainya menembak ke arah musuh, semua tembakan nya pasti tepat sasaran.
Begitu halnya dengan Xavior. Ia langsung melakukan aksi menembak nya juga setelah terpesona beberapa saat melihatnya aksi perempuan cantik disampingnya.
Ternyata tebakannya dan asistennya tidak salah, mereka dapat yakin. Bahwa keturunan keluarga Wijaya ini pasti menuruni bakat keluarganya.
Keduanya saja yang sempat meragukan wanita itu, karena terkecoh dengan penampilan dan senyum lembutnya.
Mana mungkin keturunan keluarga Wijaya tidak akan dibekali pertahanan diri yang kuat. Melihat dari banyak nya pihak yang ingin menjatuhkan keluarga Wijaya bahkan keluarganya sekalipun tidak luput dari pantauan para musuh yang ingin menjatuhkan para keluarga berkuasa.
Kembali pada situasi mereka saat ini!!! Aksi saling tembak diantara mereka terus terjadi. Hingga!
Dor
Dor
Dor
PRAAANG
PRAAANG
DUUURRRR
Satu mobil yang mengejar mereka berhasil disingkirkan. Setelah Hana berhasil membidik dua ban mobil mereka. Mobil itu langsung hilang kendali, kemudian terbalik dan meledak setelahnya.
" WAAAAH ANDA HEBAT NONA " puji asisten Rio yang dapat melihat aksi Hana melalui spion yang berada didalam mobil.
" Kerja bagus " Xavior menimpali
" Hahahaha!!! Terimakasih, kalian juga tak kalah hebat " balas Hana sambil tertawa senang.
Satu mobil lagi yang harus mereka singkirkan.
Mereka terus saling menyerang. Kondisi mobil kedua pihak sudah tidak baik dipandang mata, namun kondisi mobil ketiga bisa dibilang lebih baik dari pada mobil yang mengejar mereka.
Sampai pada akhirnya ketika dalam jarak beberapa meter lagi mereka akan mencapai pemukiman, mobil yang mengejar mereka berhenti menembak dan mengejar.
Membuat Xavior dan Hana juga dengan segera berhenti, kemudian menurunkan senjata mereka ketika akan sampai pada pemukiman yang sudah terdapat beberapa orang yang berlalu lalang.
Keduanya menyembunyikan senjata mereka kedalam mobil agar tidak dilihat oleh orang lain.
__ADS_1
Xavior dan Hana pun juga kembali duduk, disusul dengan atap mobil yang kembali ditutup oleh asisten Rio. Mereka bertiga akhirnya dapat menghelah nafas Lelah sekaligus lega.
" Bagaimana bisa kau terluka Hana!!! " Tanya Xavior sedikit panik melihat darah merembes keluar, membasahi baju biru gelap yang dikenakan Hana.
" Aku!... Aku ti___ aaak " ucapan Hana terhenti, tergantikan dengan rigisan kesakitan saat Xavior memegang lengan kirinya.
" Maaf, aku hanya ingin memeriksanya " Xavior meminta maaf atas tindakannya.
" eum!. tak apa " balas Hana sambil terus menahan perih di lengannya. mengapa rasanya sangat sakti sekarang, padahal ia tidak merasakannya tadi.
" Kita kerumah sakit dulu " sambungnya lagi.
" Tidak!!! Aku tidak mau. Kita tidak perlu kerumah sakit, langsung saja bawah aku pulang. Biarkan pelayanan ku yang melakukan nya " Hana langsung menolak.
Ia tidak ingin kerumah sakit. Karena ia tidak mau membuat keluarganya khawatir, jika dia benar-benar dibawah ke sana. Maka orang suruhan ayah dan kakeknya akan melaporkannya. Jadi, Hana tidak mau itu terjadi.
" Jika kau datang kerumah mu dengan keadaan begini, bagaimana tanggapan anak-anak mu nanti !? " Xavior megigat kan Hana pada kedua anak kembarnya.
" Itu_____ "
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
SIAPA SEBENARNYA YANG MENYERANG MEREKA ????
Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ
Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π
Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ
Agar semakin semangat πͺπͺπ
Dengan cara
LIKE
KOMEN
VOTE
DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ
SEKIAN DAN TERIMAKASIH π
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ
__ADS_1