Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Pemotretan Si Kembar Berjalan Dengan Lancar


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›πŸ’œ


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pemotretan Si Kembar Berjalan Dengan Lancar


___________


Setelah menempuh jarak perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya asisten Cia, Hana, si kembar Zavir dan Zava telah tiba pada tujuan mereka yaitu bangunan tiga tingkat. Tempat nyonya Mahardika menghabiskan waktunya untuk mendesain.


Bangunan bergaya modern ini dijadikan nyonya Mahardika sebagai tempat nya dan puluhan bawahannya untuk bekerja . Ya, biasa di bilang tempat ini merupakan kantor nyonya Mahardika beserta kariawan nya untuk bekerja.


Di tempat ini mereka merancang dan menjahit hasil karya-karya nyonya Mahardika maupun karya mereka sendiri sebagai pekerja, di mana karya mereka itu telah di setujui oleh sang atasan untuk dibentuk kemudian di diperjual belikan.


Tapi jangan kira, karena nyonya Mahardika akan megambil keuntungan sendiri atas karya-karya yang berhasil di rancang oleh pekerja nya. Seperti mengenal kan nya sebagai hasil desainnya sendiri, TIDAK. karya hasil desain pekerja nya akan di keluarkan melalui bukti nya, namun dengan nama perancang aslinya.


Nyonya Mahardika telah menyediakan bagian khusus pada setiap butiknya , tempat untuk memajang karya-karya hasil rancangan pekerja nya sendiri. Dan akan di promosikan secara langsung oleh butiknya, tanpa ada perbedaan. Maksudnya adalah karya nya sendiri dan karya bawahnya akan di perkenalkan pada pembeli tanpa ada perbedaan dan pengecualian, semua nya di sama ratakan.


...----------------...


Kembali pada Hana dan kedua anaknya saat ini, yang telah berada ruangan untuk pemotretan. Di mana setelah ke empat nya tiba beberapa saat lalu di tempat ini, mereka langsung disambut sendiri oleh pemilik kantor, nyonya Dian Mahardika bersama asistennya Molla.


Hana cukup terkejut saat melihat Disainer ternama itu menyambut nya secara langsung. Padahal wanita itu bisa saja memerintahkan bawahannya untuk menjemput nya.


Sembari menunggu si kembar Zavir dan Zava berganti pakaian, Hana dan juga nyonya Dian memilih mengobrol pada sofa yang tersedia di ruangan pemotretan.


" Saya benar-benar meminta maaf telah membuat nyonya Mahardika, menunggu terlalu lama " Ujar Hana membuka pembicaraan diantara mereka.


" Sama sekali tidak, Nona Wijaya. Saya yang terlalu bersemangat untuk menyambut Anda dan sikembar " balas nyonya Mahardika dengan senyum lembut nya.


Mendengar itu, Hana hanya bisa mengangguk kemudian membalas senyum wanita paruh baya dihadapannya yang masih sangat cantik.


" Oh iya, bolehkah kita berbicara non formal saja. Saya rasa itu lebih nyaman " pinta nyonya Mahardika


" Ya!. Tidak masalah nyonya Dian, aku setuju dengan itu " ujar Hana setuju kemudian kembali menyesap secangkir teh hangat yang telah disajikan asisten Molla.


" bolehkah aku bertanya sesuatu ? "


" tanya kan saja nyonya. jika bisa akan aku jawab " ujar Hana meletakkan cangkir teh hangatnya kembali.

__ADS_1


Hana kemudian memfokuskan perhatian nya pada wanita di sampingnya, siapa untuk mendengarkan.


" itu...., mengenai berita hari ini. kurasa kau sudah melihat nya Hana, apakah itu tidak menggangu mu ?. maaf jika wanita tua ini lancang "


tidak langsung menjawab pertanyaan dari nyonya Mahardika. Hana terlebih dahulu berfikir tentang berita yang disampaikan oleh asisten, Cia sebelum berangkat ke tempat ini. jika di tinjau sampai detik ini, berita tentang dirinya dan Xavior sama sekali belum mereda. malahan berita kedua nya semakin panas dari waktu ke waktu, orang-orang di luar sana semakin giat memposting dan menyebar hal-hal yang berkaitan dengan keduanya tanpa henti.


seakan mereka tidak ingin menghilangkan berita tentang kedekatan serta hubungan keduanya saat ini. dan Hana tidak mau ambil pusing, selama postingan serta artikel tentang dia dan Xavior tidak melewati batas, maka biarkan saja.


memikirkan itu membuat Hana menghela nafas panjang entah keberapa kalinya hari ini, ia tidak tau.


" aku Sama sekali tidak mempermasalahkan pertanyaan nyonya Dian, karena menurut ku itu wajar nyonya tanyakan. melihat bahwa kedua anakku lah yang akan menjadi model desain nyonya. jadi, aku mengerti kegelisahan yang nyonya rasakan " ucapan Hana seketika membuat wanita paruh baya di samping nya menggeleng-gelengkan kepalanya.


melihat itu, Hana kembali mencerna ucapan nya sendiri. apakah ia salah bicara.


" ah. kau salah paham Hana, aku sama sekali tidak mengaitkan berita hari ini dengan si kembar yang akan menjadi model pakaian ku. sama sekali tidak!!. " panik nyonya Dian.


" aku hanya khawatir dengan kondisi mu, karena ketika aku melihat berita itu. dan membaca beberapa komentar buruk, yang di tujukan pada mu. apakah kau baik-baik saja ??? " lanjut nya dengan nada khawatir pada kalimat terakhir nya.


sedangkan Hana, ibu dua anak itu seketika menerbitkan senyum haru atas perhatian yang terlihat jelas di wajah paruh baya disampingnya itu. yang megigatkan nya pada sosok ibunya sendiri yang sedang keluar negeri menemani ayahnya.


Hana meraih jemari tangan nyonya Mahardika dan digenggamnya dengan lembut, bahkan senyum pada bibirnya tidak luntur sedikit pun dari wajahnya.


" nyonya Dian sungguh megigatkan ku dengan mommy, ucapan nyonya barusan benar-benar sama dengan yang di ucapkan beliau sebelum pergi. aku sangat tersentuh dengan kekhawatiran nyonya " ucap Hana dengan lembut.


" apa yang kau katakan nak, kau pantas di perhatikan dan disayangi nak. kau adalah sosok wanita yang harus di jadikan contoh oleh wanita lainnya, aku bangga akan keberanian mu dalam menyikapi prahara rumah tangga mu." terang nyonya Mahardika, wanita itu ikut menggenggam erat jemari Hana seakan ingin menyalurkan kekuatan pada wanita beranak dua itu.


" Nak!!. tidak semua perempuan mampu bertahan di posisi mu, jadi kau harus bangga akan kemampuan mu itu. dan lihat lah kedua malaikat kecil mu itu, bukankah keduanya begitu manis. bahkan aku bisa melihat kedewasaan keduanya, di usianya yang masih begitu muda. " ujarnya lagi dengan tatapan mengarah pada dua anak kembar yang sedang di arahkan untuk berpose.


Hana pun melakukan hal yang sama, ia juga ikut mengarah kan pandangan nya pada dua malaikat kecil kesayangannya yang dengan mudah nya memahami arahan dari sang fotografer.


" hahh!!. nyonya benar, tidak mudah untuk sampai pada tahap ini. dan untunglah, ada keduanya yang selalu menjadi kekuatan ku." ujar Hana dengan senyum nya yang semakin mengembang.


" terimakasih atas wejangan nya, itu sangat berarti untuk ku. sekali lagi terimakasih nyonya Dian, kau begitu baik " kembali menatap wajah paruh baya disampingnya yang juga menatap nya dengan senyuman nya.


nyonya Dian mengguk dan tersenyum pada Hana.


" berbahagialah Nak, kau berhak bahagia. aku akan ikut mendoakan mu, dapatkan lah kebahagiaan mu " dengan tulus nyonya Dian mengucapkannya.


mendengar ucapan tulus nyonya Mahardika lagi, membuat Hana tak sanggup lagi menahan genangan air pada pelupuk matanya untuk jatuh membasahi pipinya. sungguh ia terharu dengan kelembutan wanita disampingnya itu. Hana sungguh berterimakasih kepada sang pencipta, yang telah mengirimkan orang-orang baik di sekelilingnya.


sosok nyonya Mahardika benar-benar menginginkan Hana akan kelembutan mommy nya, dan juga sosok yang telah lebih dulu pulang pada sang pencipta. ia adalah sosok almarhum istri Paman nya, sosok yang juga memiliki kelembutan serta kesabaran tanpa batas.

__ADS_1


mungkin karena Tantenya itu terlalu baik, maka dari itu sang pencipta megambil nya lebih dulu. meskipun sampai sekarang Hana mengatakan bahwa orang-orang terdekat nya di direnggut secara paksa, oleh orang-orang keji itu. sungguh Hana tidak akan pernah memaafkan mereka sampai kapan pun.


...----------------...


Jam telah menunjukkan siang hari. begitu pula berakhir nya sesi foto yang dilakukan oleh si kembar Zavir dan Zava. keduanya telah menampakkan wajah lelah setelah beberapa kali berganti pakaian untuk pemotretan. namun keduanya sama sekali tidak menunjukkan protes atau pun keluhan sewaktu pemotretan berlangsung.


" mommy Ava lapal, bolehkah sekalang kita makan ? " adu Zava dengan manja pada mommy nya.


" oh nona kecil kita kelaparan, wanita tua ini meminta maaf telah membuat kalian kelaparan " bukan Hana yang bicara, melainkan nyonya Mahardika.


" ah Ava sama kak Avil Ndak lapal kok Oma, Ava asal bicala tadi. hehehehe " elak Zava cengengesan.


" hahaha, lucunya cucu ini " ujar nyonya Mahardika senang, sama sekali tidak mempermasalahkan panggilan yang Zava berikan padanya.


" Nak Hana, aku sangat meminta maaf. sebenarnya aku ingin mengajak kalian makan siang setelah pemotretan nya selesai, tapi tiba-tiba saja terdapat masalah di butik. membuat wanita tua ini tidak dapat menemani kalian, sungguh aku meminta maaf " lanjut nya dengan penuh sesal.


" tak apa nyonya Dian, aku tahu kau sangat sibuk. lagipula aku sudah berjanji pada anak-anak untuk mengajak mereka untuk makan di restoran Korea. jadi nyonya bisa tenang " ujar Hana


mendengar ucapan Hana nyonya Dian pun merasa tenang, ia pun segera berpamitan pada Hana serta si kembar, dikarenakan telpon dari butik nya tidak berhenti menghubungi nya. jadilah ia buru-buru meninggalkan kantor nya tanpa bisa mengantar Hana keluar kantor terlebih dahulu. dan Hana memaklumi ke terburu-buru annya itu.


setelah merasa tidak ada lagi yang di perlukan di sana, Hana pun mengajak kedua anaknya serta Cia untuk meninggalkan tempat menuju restoran Korea yang di inginkan si kembar Zavir dan Zava. ke empat nya bahkan di antara sampai ke mobil oleh orang kepercayaan diri nyonya Mahardika, benar-benar wanita itu. padahal Hana mengatakan jika ia tidak akan mempermasalahkan apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ

__ADS_1


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ***


__ADS_2