
Happy Reading ππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦
Dirawat Di Rumah Sakit
______
Kini si kembar Zavir dan Zava di pindahkan menuju ruang perawatan VVIP, di mana keduanya di tempat kan dalam satu ruangan atas keinginan Hana.
karena hal itu lah ruangan rawat yang luas itu kini terdapat dua ranjang pasien yang saling bersebelahan, di mana si kembar berbaring tidak sadar kan diri dengan infus pada tangan mungil keduanya.
setelah para perawat selesai melakukan tugas nya, mereka pun berpamitan pada Hana setelah mendapat perintah dari dokter clara untuk keluar.
" Hana, ayo bicara di ruangan ku " ajak dokter clara yang mendapat anggukan persetujuan dari Hana.
" Cici, tolong jaga keduanya. ada hal yang harus ku bicarakan dengan Clara, aku akan segera kembali " ujar Hana pada Cici yang sedang memperbaiki letak selimut pada keduanya.
Cici mengangguk mengiyakan pada Hana.
" Cici megerti nyonya " patuh Cici.
Mendengar balasan dari Cici, Hana dan dokter clara pun meninggalkan ruang perawatan si kembar menuju ruangan dokter clara.
Setelah tiba dan kini Hana dan dokter clara telah duduk serta saling berhadapan di depan meja kerja dokter clara.
" Hana, meskipun kau telah memberitahu ku lewat pesan semalam, yang baru aku lihat pagi tadi. tetap saja kau membuat ku panik saat kau membawa si kembar dalam keadaan tidak sadar kan diri " omel dokter clara panjang lebar pada temannya itu.
" Dasar wanita sinting " lanjutnya lagi memaki Hana.
Hana hanya diam saja mendengar nya, ia malah sibuk memperhatikan semua sudut ruangan milik temannya itu.
Dokter Clara yang melihat itu semakin di buat kesal dan ingin kembali mencaci maki wanita cantik dihadapannya saat ini.
" Hana!!!. apa kau mendengar ku " ujarnya kesal.
" ya!! tapi, apakah ruangan mu ini aman ? " tanya Hana menatap dengan serius pada dokter clara yang merupakan temannya itu.
" Aman??? "
" Tentu saja, aku bisa menjamin ruangan ku lebih aman dari ruangan pimpinan di lantai atas " ujar dokter clara sombong.
Hana hanya manggut-manggut mendengar nya, kemudian menghela nafas panjang seakan ada beban yang baru saja diangkat dari atas kepalanya.
" Apa yang ingin kau tanyakan? " tanya Hana menyandar dengan nyaman pada kursi yang ia duduki.
Dokter Clara berdecak melihat keterangan dari temannya itu, sungguh wanita dihadapannya kini selalu mampu membuat nya kesal jika bertemu.
" Bagaimana bisa kau melibatkan si kembar dalam masalah ini, apa kau ingin di amuk oleh nyonya dan tuan Wijaya " tanya dokter clara melipat kedua tangannya di atas meja kerjanya.
" hah!!. cerita nya panjang " jawab Hana kembali mengingat perbincangannya dengan Cici semalam.
__ADS_1
flashback semalam
" nyonya sudah tau bukan bahwa Cici mengikuti nyonya, atas keinginan seseorang yang megambil ku dari panti " ujar nya di angguki Hana dengan tenang.
Cici menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.
" jadi nyonya, sebenarnya orang itu mengirim ku untuk mengawasi nyonya dan si kembar. lebih tepatnya si kembar yang menjadi target dari orang itu, ia ingin melukai keduanya melalui Cici sebagai perantara "
" Namun_____
Cici tidak menjalankan perintah dari orang yang mengirim nya. dikarenakan kakak nya meminta nya untuk melakukan hal yang sebaiknya, kakak nya justru meminta nya untuk melindungi Hana dan si kembar Zavir dan Zava tanpa sepengetahuan dari pria tua yang telah megambil mereka dari panti asuhan.
awalnya Cici tidak mau mendengar kan kakak di karena kan ia telah mempercayai cerita dari pria tua yang telah megambil mereka dari panti dan membesarkan mereka. Cici merasa ingin membalas Budi atas kebaikan pria yang ia dan kakaknya serta anak-anak lainnya panggilan paman, dengan membantunya membalas dendam pada keluarga yang sangat ingin di hancur kan oleh pamannya.
Tapi semua itu Cici urungkan karena kakak nya memberitahu sebuah fakta dan kebenaran yang sangat megerikan padanya mengenai pria yang mereka panggilan paman itu.
Karena ternyata pria yang mereka anggap sebagai malaikat itu ternyata iblis paling kejam tanpa sepengetahuan mereka, dan pria itu pulalah yang membuat kakak satu satunya yang ia miliki saat ini telah melakukan kesalahan besar yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
Itulah yang menyebabkan Cici memilih melakukan hal yang berbanding terbalik dengan apa yang di inginkan pamannya itu Cici lakukan di keluarga Wijaya.
Cici memilih membantu kakak nya untuk melakukan penebusan dosa terhadap keluarga Wijaya. kalian masih ingat bukan, pria serba hitam yang ditemui Cici di supermarket waktu itu? . Yap , pria itu adalah kakak kandung nya! keluarga satu-satunya yang tersisa setelah tragedi yang menimpa keluarga mereka.
Dan hal yang ingin Cici pinta dari majikannya itu adalah ijin untuk melibatkan si kembar Zavir dan Zava kedalam rencananya untuk mengecoh pamannya itu beserta orang yang ia perintahkan untuk mengawasi pergerakan nya.
" Jadi, ada orang lain selain kamu di rumah ini ? " tanya Hana memastikan.
meskipun ia cukup terkejut karena ia kecolongan untuk kedua kalinya, meskipun kesalahan pertama adalah Cici tapi Hana masih bisa tenang karena wanita mungil itu tidak memiliki niat yang buruk.
" Benar nyonya. tapi sayangnya aku dan kakakku tidak bisa memastikan siapa orang itu " jawab Cici pasrah.
" Cici, jawab aku dengan jujur. apakah kamu juga yang membuat Zavir dan Zava mengalami alergi waktu itu "
pertanyaan dari Hana sontak membuat Cici menunjukkan kepala nya tidak berani menatap Hana di hadapannya.
" maaf ka_n Cici ny_ nyonya, Cici benar-benar tidak memiliki pilihan lain. karena Cici masih tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada nyonya waktu itu " sesal Cici yang masih terus menunduk tidak berani menatap Hana.
" ya Tuhan!!!. seharusnya kamu mengatakan nya sejak awal Cici, aku mungkin saja bisa meringankan beban mu tanpa mencelakai kedua anak ku " Hana benar-benar tidak habis pikir dengan semua nya.
" hah!! jadi kali ini kamu ingin kembali melibatkan anak-anak ?? " Hana bertanya dengan tenang, berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak gegabah yang dapat merugikan banyak pihak.
" jika ada cara lain tanpa melukai keduanya, itu lebih baik nyonya. Cici sungguh meminta maaf atas perbuatan ku waktu itu "
" apakah obat itu sangat berbahaya, lalu apa hubungannya dengan alergi keduanya ? "
Hana harus mengetahui dan menggali lebih banyak lagi, Hana harus tau lebih banyak informasi agar tidak ada kesalahan dalam bertindak nanti nya.
" Obat itu mengandung virus nyonya " jawab Cici kini mengangkat kepalanya .
" Virus yang ada pada obat itu akan menggerogoti organ tubuh secara perlahan tanpa terdeteksi oleh rumah sakit, jika efek dari virus itu menyerang maka hal itu tidak akan terdeteksi oleh pemeriksaan apapun "
" Dan kaitannya dengan alergi Nona dan Tuan kecil adalah efek yang di timbulkan ketika virus itu berhasil masuk dalam tubuh , itu sama persis dengan yang di rasakan kedua nya ketika mengalami alergi terhadap kacang tanah. hal itu yang membuat Cici memberikan kaca tanah waktu itu pada keduanya, agar paman tidak meragukan Cici di sisi nyonya " jelas Cici panjang lebar.
Hana benar-benar tercengang mendengar penjelasan dari Cici, betapa megerikan nya virus itu jika sampai masuk ke dalam tubuh kedua malaikat kecil kesayangannya.
__ADS_1
Hana sungguh tidak dapat membayangkan jika itu benar-benar terjadi, mungkin Hana akan menyalahkan dirinya seumur hidup nya jika saja Cici melakukan itu pada anak-anak nya.
" baiklah Cici, aku akan mengatur segala nya. kau hanya perlu membuat puding besok, kamu campur kan saja kacang tanah dan berpura-pura memasukkan obat itu . keduanya biar aku yang menanganinya " perintah Hana serius.
" tapi nyonya, bagaimana dengan alergi kedua nya. aku__ "
" tenang saja, aku akan menangani sisa nya. kau hanya perlu menjalankan peran mu besok pagi, kau mengerti maksud ku bukan ? " ujar Hana meyakinkan pelayanan mungilnya itu.
" baik nyonya, Cici megerti " jawab Cici pasrah.
" bagus. oh iya, kamu langsung saja ke dapur setelah Bagun pagi. biar aku yang mengurus Zavir dan Zava , kita bertemu di meja makan nantinya " lagi-lagi Hana memberikan instruksi pada pelayan kecilnya itu.
Cici mengangguk mengiyakan ucapan dari majikannya.
" kalau begitu aku pamit kembali ke kamar ku, nyonya. selamat malam " pamit Cici setelah melihat jam didinding di ruang kerjanya majikannya itu menunjukkan jam 12:30 malam.
" heum pergilah istirahat " balas Hana
Cici pun berdiri kemudian berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan itu. tapi baru saja ia memegang ganggang pintu, suara majikannya kembali terdengar oleh telinga nya.
" Cici, apapun yang selama ini kamu lakukan di belakang ku. aku tidak akan menyalahkan mu karena aku percaya kamu tidak menginginkan hal itu. jadi, harus kamu ketahui bahwa aku dan kedua anak ku mempercayai mu sepenuhnya " ucap Hana dengan tulus pada sosok yang membelakangi nya itu.
Hana yakin jika pelayanan bernama Cici itu tidak berbohong kepada nya.
Cici menoleh senyum lembut nan tulus ia perlihatkan pada majikannya itu, namun tidak ada satu kata pun yang bisa ia ucapkan untuk membalas ucapan perempuan cantik yang begitu baik kepadanya.
Cici hanya bisa memberikan senyum tulusnya sebagai bentuk jika ia tidak akan mengkhianati majikannya itu sampai kapanpun, ia bersumpah akan hal itu.
flashback end
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ...
...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π...
...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ...
...Agar semakin semangat πͺπͺπ...
...Dengan cara...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ...
...SEKIAN DAN TERIMAKASIH π...
...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ***...
__ADS_1