Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Zavir Dan Zava Bercerita Tentang Pertemuannya Dengan Papa Mereka


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zavir Dan Zava Bercerita Tentang Pertemuannya Dengan Papa Mereka


____


" oh iya, tadi! Zavir Sama Zava ketemu papa dimana, sayang " tanya Hana setelah cara pelukan anak kembarnya selesai dan kembali duduk di sofa berdampingan.


" oh!, Ava hampir lupa. " hehehe kekehnya saat mendengar pertanyaan mommy nya.


" Ava sama kak Avil ketemu papa, waktu di minimarket mommy." lanjut Zava degan raut wajah kembali kesal.


...****************...


Melihat tampang muka kedua anaknya masam dan kesal, cukup membuat Hana heran. bukankah keduanya tadi mengatakan bertemu papa mereka. seharusnya anak-anak nya menampilkan raut senang, Karna bertemu dengan papa mereka. bukan malah sebaliknya, seperti yang keduanya tampil kan saat ini.


megigat kedua anaknya sudah lama tidak bertemu dengan papa mereka, setelah sidang Perceraian usai hari itu.


Mungkin kah terjadi sesuatu, saat anak-anak bertemu degan papanya. ia tidak juga tidak diberi tahu, oleh Cici saat ia menelpon semalam.


" loh! loh!. kok dua malaikat mommy mukanya masam gitu. seharusnya senang bukan, ketemu sama papa " ucap Hana sambil mengamati wajah keduanya.


" Ava senneng sih, ketemu papa. tapi Ava Kessel, sama Tante bulat itu. nyebelin banget mukanya, pengen Ava cakar. Untung ditahan sama kak Avil. " cerita putrinya sambil ******* ***** bantal sofa yang sedang ia pangku.


Hana mengerut kan keningnya. Apakah Tante buntal yang dimaksud putrinya, adalah Riska. Istri baru dari mantan suaminya ?. Pasti perempuan itu bukan, yang di maksud Zava putrinya. Perempuan mana lagi yang akan bersama mantan suaminya itu, jika bukan Siska!. Tidak mungkin pria itu selingkuh lagi bukan?.


" Maksud Ava!, Tante Riska mommy " ucap Zavir, seakan bisa melihat kebingungan mommy nya.


" Riska ternyata. Hahhh!!! " Hana mengangguk, kemudian menghela nafas berat setelah nya.


" Zava!, Zavir! " Panggil nya pada kedua anaknya.


" Ya!, Mommy " sahut Zavir dan Zava bersamaan. Sambil menatap kearahnya.


" Dengerin mommy! . Zavir Sama Zava nggak boleh manggil nama orang sembarangan sayang, itu nggak sopan!. Apalagi kalau orang nya lebih tua, dari Zavir dan Zava. " Nasehat Hana degan lembut, kepada keduanya yang mendengarkannya dengan patuh.


" Kan! Mommy selalu bilang, kalau kita itu. Harus menghormati yang lebih tua, menghargai yang seumuran dan ?___ " tidak melanjutkan, ia malah menatap pada keduanya. Seakan menyuruh keduanya untuk melanjutkan.

__ADS_1


Sedangkan Zavir dan Zava, langsung melanjutkan perkataan mommy nya. Setelah mengerti arti dari tatapan nya.


" Menyayangi yang lebih muda " kompak keduanya. Sukses menerbitkan senyum lembut dari mommy nya.


" Nah! Pintarnya anak mommy " kemudian mengelus sayang puncak kepala kedua malaikat kecil kesayangannya.


" Jagan gitu lagi yah. Mommy nggak pernah ngajarin Zavir sama Zava kayak gitu. Paham kan sayang !"


" Paham mommy " jawab keduanya kembali kompak. Yang kemudian dibalas degan senyum puas Hana. Karena ia merasa senang, melihat keduanya menjadi anak-anak yang patuh.


...----------------...


Sudah sejak dulu Hana menanamkan sikap santun dan sopan, kepada putra putri nya. Ia selalu mengajarkan pada keduanya untuk selalu berbuat baik pada orang-orang di sekitar nya. Tua maupun muda, ia selalu mengajarkan anak-anak untuk menghormati dan menghargai mereka.


Hana juga mengajarkan anak-anak nya untuk membantu orang lain. Baik itu bersifat materi maupun bantuan keamanan atau perlindungan pada orang-orang yang membutuhkan.


Selagi kedua anak-anaknya dapat membantu dan sanggup! , Maka Hana mewajibkan keduanya untuk membantu semampu keduanya bisa.


Hana tidak ingin. Kedua anaknya Zavir dan Zava menjadi anak pembangkang dan sombong atas status sosial yang mereka miliki. Hana selalu mengajarkan pada keduanya untuk tetap rendah hati, dan mau berbaur dengan orang-orang dari kalangan bawah.


Karena dari sejak kecil pun Hana dan para mendiang sepupunya juga di ajarkan menjadi pribadi yang santun dan rendah hati.


Mereka tidak serta Merta hanya dimanjakan dengan segala fasilitas mewah. Yang mampu membuat kalangan dibawah mereka merasa iri. Tapi mereka juga diajarkan untuk tidak bersikap sombong dan arogan pada orang lain.


Namun tentu saja pada mereka-mereka yang tau batas bersikap juga. Karena yang semena-mena terhadap orang lain, juga harus diberikan pelajaran.


...----------------...


" Oke!, Mommy mau tau. Hal apa yang membuat putri cantik mommy ini, kesal pada Tante Riska " ia penasaran, mengapa Zava putrinya begitu kesal pada Riska.


Putrinya itu tidak langsung menjawab pertanyaan nya. Hana melihat Zava kecilnya itu malah menarik nafas terlebih dahulu. Kemudian baru berbicara, menjawab pertanyaannya.


" Gimana Ava nggak Kessel mommy, sama Tante itu. Masa!, waktu papa senang juga ketemu Ava sama kak Avil disana. Telus papa gendong Ava , eh!. Tante buntal __


" AVA!!! Mommy bilang apa tadi ?! " Tegur Hana menyelah pada cerita putrinya. Yang lagi-lagi memanggil Riska dengan sebutan buntal.


" Hehehe!! Ava lupa mommy, maaf ya! " Dengan cengiran andalannya.


" Mommy maafin, sekarang Ava lanjut cerita nya " balasnya


" Dia malah-malah mommy, sama papa pas gendong Ava!. Katanya bau Ava sama kak Avil bikin dia pusing sama mual, katanya. Jadi, papa disuruh tulunin Ava . Bial bau Ava Ndak nempel sama papa ." Cerita nya dengan wajah yang terlihat benar-benar kesal. Hana pun dibuat kaget dengan penuturan putrinya, bagaimana bisa Riska bersikap seperti itu pada putra putri nya.

__ADS_1


" betul!!, Begitu sayang ?" Ia bertanya pada putranya Zavir tentang apa yang diceritakan anak perempuannya.


" Bennel mommy, Tante Riska. Malah, kalau Avil sama Ava Deket deket papa!" Jawabannya


" Tante Riska juga dolong Avil sama Ava, kalna maksa buat deketin papa. Sampai Ava nya jatuh " lanjut nya marah.


Hana hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia sungguh tidak percaya bahwa Riska akan berbuat seperti itu pada keduanya. Kasar sekali perempuan itu, apakah dia tidak sadar kalau dia sedang hamil. Bagaimana bisa wanita hamil begitu kasar pada anak kecil.


Lagipula mengapa perempuan itu harus marah, kalau anak-anak nya ingin dekat dengan papa nya. Apakah itu salah?. Tidak bukan, keduanya hanya ingin melepas rindu pada sosok papa mereka. Tidak lebih!!


Lalu kenapa perempuan itu malah bersikap begitu. Sungguh Hana tidak habis pikir degan isi kepala perempuan itu.


Dan Hana semakin kesal. saat keduanya kembali bercerita, bahwa mantan suaminya itu malah memarahi keduanya, Karna telah mengatai perempuan itu gendut seperti buntal, dan jahat.


Ia tau bahwa perkataan keduanya memang tidak sopan, tapi ia paham mengapa keduanya sampai mengatakan ejekan itu pada Riska. Keduanya pasti kesal dan marah karena dilarang mendekati papanya sendiri, bahkan didorong pula. Anak mana yang akan diam saja.


Tapi, mantan suaminya itu. Bukannya menegur dan memarahi istri baru nya itu, yang sudah melarang bahkan berbuat kasar pada anak-anak nya. Dia malah lebih memilih menegur dan memarahi kedua anaknya sendiri, demi perempuan itu. Sudah gila memang mantan suaminya itu.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2