Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Tawaran Menjadi Model


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tawaran Menjadi Model


_______


" Tawaran apa ? " Tanya Hana. Hal apa yang akan ditawarkan padanya dengan membawa-bawa kedua malaikat kecil kesayangannya.


" Begini, wanita yang menelpon saya tadi. Menawarkan, lebih tepatnya meminta izin kepada Nona. Untuk menjadikan si kembar sebagai model peluncuran baju anak-anak yang ia desain untuk tahun ini. Ia sagat berharap, anda menyetujui tawaran nya. " Jawab Cia dengan antusias.


" Siapa ? " Hana kembali bertanya singkat.


...----------------...


Mendengar Nona bosnya kembali bertanya pada nya dengan singkat, Cia langsung mengerti apa yang dimaksud oleh nya.


" Saya yakin Nona akan terkejut jika mendengar nya. " Bukannya langsung pada jawaban yang digunakan Hana. Ucapan Cia malah menambah rasa penasaran dari Nona bosnya.


Sedangkan Hana seketika mengangkat sebelah alisnya, seakan memberi perintah pada asistennya itu untuk melanjutkan ucapannya.


" hehehe, baiklah!. Jangan menatap ku seperti itu Nona, tatapan anda terlalu tajam. " Kekehnya. Sedang Hana hanya memutar bola matanya dengan ucapan berlebihan dari asistennya itu.


Seperti nya asistennya, Cia. Lupa meminum obat nya, sehingga hari ini. Sudah berkali-kali Cia tidak menjawab pertanyaannya dengan benar. Alias asisten Cia nya itu, bertele-tele terlebih dahulu.


" Ehem!!! " Cia berdehem sebentar saat kembali mendapatkan tatapan jengah dari Nona bosnya. Kalau begitu langsung saja pada intinya.


" Baik Nona. Wanita yang menawarkan kepada anda tentang si kembar, ia merupakan Disainer ternama. Yaitu nyonya DIAN MAHARDIKA. pemilik Brendan mewah yang di khususkan untuk anak-anak. " Jelas Cia, kembali pada mode serius.


" Nyonya Mahardika!!! " Ucap Hana seakan tak percaya " kau tidak salah orang kan Cia ?" Hana sungguh tidak percaya dengan pendegarannya, benarkah tadi Cia tidak salah menyebut nama.


" Sepertinya iya Nona. Megigat belum ada pemberitahuan yang dikeluarkan butik nyonya Mahardika, tentang keluarnya desain desain barunya tahun ini. Dan lagi pula, ia juga mengatakan ingin bertemu dengan Anda secara langsung. Untuk membicarakan nya lebih detail lagi. " yakin Cia.


" Lagipula, siapa yang akan seberani itu, memakai identitas nyonya Mahardika dan mempermainkan anda. Yang merupakan Nona besar Wijaya. Akankah ia cari mati " lanjut nya , berusaha meyakinkan Hana bahwa yang menelpon nya tadi benar-benar Disainer ternama itu.


" Bukankah tawaran ini Sangat bagus Nona, ini merupakan kesempatan bagus. Dalam melatih dan memberikan pengalaman pada si kembar Zavir dan Zava, sebagai keturunan keluarga Wijaya " Cia kembali menambahkan ucapan nya.

__ADS_1


Ia merasa ini adalah kesempatan langka untuk penerus selanjutnya bagi keluarga besar Wijaya. Kapan lagi ditawari secara langsung oleh pihak yang sangat berpengaruh dalam bidang fashion, seperti nyonya Mahardika itu.


Ia pun tau, si kembar berasal dari keluarga Wijaya yang sangat disegani. Tanpa menerima tawaran itu pun, nama keduanya tetap akan melambung tinggi. Tapi sekali lagi Cia beritahu, bahwa tawaran dari nyonya Mahardika akan semakin memperluas wawasan keduanya, tentang dunia bagi orang-orang kelas atas.


" Ya, ucapan mu benar. Tawaran itu akan semakin memperluas wawasan keduanya. Tentang kehidupan orang-orang kelas atas. Hah!!!! Meskipun aku mengajarkan keduanya untuk bersikap rendah hati pada orang lain, yang statusnya lebih rendah. " Ucap Hana membenarkan perkataan asistennya.


" Namun keduanya pun, juga harus memahami bagaimana siklus kehidupan mereka, sebagai keturunan keluarga kelas atas. " Lanjut nya setelah menyenderkan punggungnya pada kursi yang ia duduki.


Cia mengangguk, setuju dengan perkataan Nona bosnya.


" Bagaimana keputusan anda, Nona " agar ia bisa memastikannya pada nyonya Mahardika apakah tawaran di terima atau tidak.


" Aku tidak bisa memutuskan nya saat ini. jadi, kau hubungi nyonya Mahardika nanti. Katakan kalau aku butuh persetujuan Zavir dan Zava tentang tawaran nya itu " perintah Hana.


" Meskipun aku setuju. Namun keduanya menolak, aku tidak mungkin memaksa. Keduanya berhak melakukan apa yang mereka inginkan, selama itu dalam batas wajar keluarga Wijaya " igat dalam batas wajar keluarga Wijaya, jika keduanya tidak melanggar aturan keluarga. Kedua anaknya akan tetap aman dan dilindungi.


" Baik, Nona. Saya mematuhi anda " patuh Cia.


" Apa kau sudah selesai??, Jika sudah, mari kita pulang. Aku perlu menemui anak-anak untuk menanyakan pendapat keduanya " ajak Hana sambil mengeluarkan black card nya untuk membayar


Hana langsung mengangkat tangan kanannya memanggil pelayan, untuk membayar makanan mereka.


_____


Di tempat nyonya Mahardika, saat ini ia sedang menerima telepon dari seseorang yang merupakan anak dari sahabat dekatnya.


" tanpa kau minta pun, Tante sudah lama mengincar keduanya sebagai model Tante. " Balas nyonya Mahardika pada lawan bicaranya diseberang telpon.


"______ "


" Ya, kau tenang saja. Tante mana bisa memiliki keberanian, untuk menyinggung keturunan keluarga Wijaya. Tante masih waras akan itu " lagi lagi ia membalas ucapan seseorang yang menelpon nya.


" ______ "


" Baiklah, sampaikan Salamah Tante pada ibumu. Tante akan mengunjunginya di waktu luang nanti "


" ______ " tuut. Sosok disebrang telponnya mematikan sambungan telepon setelah mengatakan beberapa kata padanya.


Nyonya Mahardika memijat pelipisnya. Di usianya yang tidak lagi muda, ia masih memiliki kesibukan yang padat, melebihi masa mudanya.

__ADS_1


Bahkan seringkali suaminya, jika ia terlalu memaksa diri nya untuk bekerja.


" Hah!!!..., Semoga saja nona Wijaya bersedia menerima tawaran ku. " Ucapnya sangat berharap.


saat ia ingin kembali memeriksa beberapa desain nya yang telah siap pakai. tiba-tiba asisten nya, yang bernama Molla datang menghampirinya. melihat dari ekspresi wajah asisten nya itu, ia dapat menebak bahwa ada hal penting yang akan ia sampaikan.


dan ia berharap hal yang akan di sampaikan Molla asistennya, bersalah dari pihak Nona Wijaya. semoga saja.


" madam, ada hal penting. yang harus madam dengar, kemungkinan ini dapat mengurangi beban anda sedikit " ucap Molla degan santainya. seakan ia sedang berbicara dengan temannya, bukan atasan.


" katakan lah Molla. kuharap itu benar-benar mengurangi beban pikiran ku. " balas nya tidak ambil pusing dengan sikap asisten nya itu. sudah biasa, lagipula ia tidak mempermasalahkannya. selama itu tidak menyinggung, maka maklumi saja. namanya juga anak muda!


" aku baru saja menerima panggilan dari Nona Cia, yang merupakan asisten Nona besar Wijaya. ia mengatakan bahwa atasan nya Sagat senang, jika bisa bekerja sama dengan madam. namun Nona Wijaya belum bisa memutuskan saat ini, karena ia membutuhkan pendapat dan kesiapan anak-anak kembarnya untuk itu. " jelas Molla panjang lebar.


mendengar penuturan Molla asistennya, nyonya Mahardika cukup senang. setidaknya ia sudah memiliki lampu hijau dari Nona Wijaya, dan semoga saja anak-anak kembar wanita itu, juga bersedia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2