Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Pertemuan Hana Dan Vanya Untuk Pertama Kali Nya


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pertemuan Hana Dan Vanya Untuk Pertama Kali Nya


_______


Di sebuah kafe duduk seorang wanita berwajah manis di salah satu mejanya di dekat jendela kafe, yang memperlihatkan pemandangan jalan raya di mana beberapa kendaraan sedang lalu lalang.


Wanita berwajah manis itu masih sangat terlihat seperti remaja, di usianya yang sudah berada pada angka 22.


Ia sedang duduk menikmati kesibukan orang-orang di luar sana, di temani dengan secangkir kopi tanpa gula. sibuk dengan dunianya sendiri tanpa mempedulikan beberapa pria, di meja lain sedang memperhatikan dan membicarakan nya.


wanita manis itu sudah terhitung hampir dua jam, duduk sendiri di dalam kafe ini. ia tetap setia menunggu kedatangan seseorang yang telah dia pinta untuk datang menemui nya.


Meskipun ia juga tidak yakin jika seseorang itu akan menuruti keinginan nya.


Sudah terlewat dua puluh menit lagi waktu berlalu, ia sendiri larut dalam lamunan nya sampai tidak menyadari seseorang telah berdiri dua langkah dari tempat duduknya.


" Apakah anda yang bernama Vanya Irang ?? " ujar sebuah suara yang begitu lembut menyadarkan nya dari melamun.


wanita manis yang ternyata bernama Vanya Irang itu mendongak dan menoleh kesamping nya, agar ia bisa melihat siapa pemilik suara lembut yang baru saja memanggilnya.


Saat mengetahui siapa pemilik suara lembut itu, senyum manis seketika menghiasi wajah nya yang manis bertambah manis.


" Akhirnya anda datang, Nona besar Wijaya. silahkan duduk " ujar Vanya mempersilakan.


" Terimakasih " balas Hana dengan senyum nya.


Yap, seseorang yang sedari tadi di nanti kan kehadiran nya oleh Vanya adalah Jihana Anum Wijaya.


Sosok perempuan cantik yang sudah sejak lama ingin Vanya temui, namun sangat sulit dan akhirnya hari ini ia bisa bertemu secara langsung dengan perempuan di hadapannya saat ini.


" Anda ingin memesan apa ? " tanya Vanya pada Hana yang telah duduk di kursi tepat dihadapannya.


Hana menggeleng sambil tersenyum.


" Tidak perlu, Aku sudah memesan nya saat menayangkan meja mu " beritahu Hana dengan halus.


" oh, baiklah kalau begitu. Anda __ "


" Panggil saja Hana, tidak perlu se formal itu Vanya " potong Hana cepat.


" emm!!!. aku tidak tau, harus mulai dari mana mengatakan nya kepada mu, Hana " ujar Vanya kebingungan, ia tidak tahu harus mengatakan apa terlebih dahulu pada Hana.


Hana menarik nafas terlebih dahulu sebelum menghembuskan nya perlahan.

__ADS_1


" Vanya, jika kamu tidak keberatan. bisakah kamu menjelaskan apa maksud dari isi pesan mu " tudepoin Hana pada wanita manis yang mengajak nya bertemu.


" Yang mana ? " tanya Vanya sambil menggaruk ujung hidungnya.


" kita memiliki tujuan yang sama "


" oh! yang itu. ya, kita memiliki tujuan yang sama Hana. lebih tepatnya dendam yang Sama "


" kamu dendam kepada Alif, mantan suamiku ? " tebak Hana sedikit bigung.


Vanya menggeleng.


" Bukan mantan suamimu, melainkan istrinya yang sekarang. yaitu Siska " ujar Vanya dengan penuh penekanan pada nama Siska.


" kamu punya masalah dengan wanita itu?, apakah dia merebut pria mu juga " tanya Hana yang lebih ke arah bercanda.


" wanita itu menghancurkan hidup ku. wanita kejam itu benar-benar menghancurkan mental ku selama bertahun-tahun lamanya, bahkan sampai sekarang. aku masih di hantui hal megerikan itu, sungguh dia wanita yang kejam!! melebihi iblis " ujarnya penuh dendam.


Sorotan penuh dendam dan kebencian dari Vanya, dapat di lihat Hana dengan jelas pada sorot mata perempuan berwajah manis itu yang kini telah memerah padam.


" Aku sama sekali tidak bisa tenang, jika wanita iblis itu masih hidup dengan baik. sedangkan aku menderita seumur hidupku, itu sungguh tidak adil!!! "


Setelah menyelesaikan ucapannya, mata Vanya yang tadinya menyorot tajam penuh dengan dendam. kini telah berubah mendung penuh dengan sorot terluka yang begitu meyakitkan.


Hana menjadi sangat penasaran. hal apa yang telah di lakukan perempuan gila itu, pada sosok Vanya yang begitu manis ini. sampai-sampai memperlihatkan sosok dirinya yang diliputi oleh dendam membuat nya menjadi kuat dan luka yang begitu menyakitkan membuat nya terlihat rapuh secara bersamaan.


Hana mengatakan nya dengan kelembutan nya. Hana seperti seorang kakak perempuan yang begitu prihatin dengan keadaan menyedihkan adiknya, Hana ingin menyalurkan kekuatan pada Vanya yang begitu tertekan.


" meskipun kak Hana berkata seperti itu, aku akan tetap memberitahu mu. agar tidak ada keraguan maupun kesalahpahaman nantinya dan agar kak Hana tidak perlu sungkan lagi untuk memberinya rasa sakit yang tak terlupakan " Vanya berbicara sambil memberikan senyum tulusnya pada Hana.


Dugaan nya tak pernah salah, jika pewaris tunggal dari keluarga ternama Wijaya. merupakan sosok yang lembut dan baik, yang tidak memandang rendah orang di bawahnya.


Sungguh rugi mantan suami dari wanita cantik seperti Hana. pria itu melepaskan berlian yang berkilau, demi sebutir kerikil yang berlumpur.


" Terserah kamu saja, jika itu yang kamu inginkan. karena aku sama sekali tidak memaksa mu untuk mengatakan nya "


Vanya mengangguk mengiyakan ucapan dari Hana. tapi tidak mengatakan apapun lagi, perempuan manis itu malah megambil sebuah map coklat pada tas yang ia gantung di samping belakang kursi nya.


Setelah mendapatkan nya, ia langsung menyerahkan map coklat itu kepada Hana yang langsung di terima dengan baik olehnya tanpa bertanya terlebih dahulu.


Vanya dapat melihat raut wajah kebingungan dari Hana, yang membuat nya kembali mengatakan sesuatu tentang isi dari map coklat itu.


" Di dalamnya berisi hasil pemeriksaan ku, selama 4 tahun terakhir. yang mungkin membuat mu terkejut nanti nya " ujar Vanya tentang.


" Namun dengan itulah aku ingin membalas wanita iblis itu, melalui suaminya " lanjutnya lagi dengan seringai penuh arti.


Sedangkan Hana yang di buat semaksimal penasaran akan maksud dari ucapan Vanya, membuat nya segera membuka map coklat itu dan menemukan beberapa lembar kertas pemeriksaan medis, seperti hal yang di katakan nya setelah menyerahkan map coklat ini padanya.


Hana membaca kata demi kata pada lembar pertama, semakin banyak yang ia baca. semakin terkejut pula dirinya tentang kondisi yang dialami oleh wanita manis di hadapannya itu.

__ADS_1


Bagaimana mungkin di usia belasan tahun, Vanya telah mendapatkan penyakit paling di hindari banyak orang.


Hana terus membuka lembaran demi lembaran, sampai pada akhirnya sampai pada akhirnya ia sampai pada lembar terakhir. yang membuat Hana sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya untuk jatuh menetes pada pipinya.


" Vanya, ini!. bagaimana bisa kamu bertahan sejatuh ini, hiks hiks " ujar Hana menagis segugukan.


" Apakah orang tua dan keluarga mu, mengetahui kondisi mu ini ? " tanya Hana berusaha menguasai dirinya agar berhenti menagis.


Vanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum sedih.


" Mereka telah tiada, aku belum sempat mengatakan nya sebelum keduanya pergi " Vanya tersenyum kecut saat megigat kedua orang tua nya.


" Ya Tuhan!!! " Hana semakin prihatin dengan kondisi yang di alami oleh Vanya.


Betapa menyakitkan dan beratnya ia bertahan hidup dalam kondisi yang begitu sangat meyakitkan.


Jika ia sendiri yang mengalami nya, Hana tidak yakin akan bertahan seperti yang dilakukan oleh Vanya. sungguh kuat wanita yang manis ini menjalani kehidupan nya yang begitu berat.


" Kamu adalah wanita paling kuat yang pernah aku temui di sepanjang hidup ku, Vanya. aku sungguh kagum padamu, kamu berhak untuk bahagia " ujar Hana begitu tulus nya pada perempuan muda yang telah menjalani kehidupan berat itu.


Vanya hanya tersenyum lembut menanggapi ucapan dari Hana. ia menyandarkan punggungnya, kemudian menghela nafas panjang ketika ingatan nya kembali pada masa yang begitu meyakitkan.


Vanya berusaha merangkai kembali ingatan-ingatan menyakitkan itu, agar ia dapat menceritakan semuanya kepada Hana.


BERSAMBUNG!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ...


...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™...


...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ...


...Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ...


...Dengan cara...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ...


...SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™...


...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ***...

__ADS_1


__ADS_2